Kamis, 30 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Pengamat Duga Moeldoko Hanya Tumbal dalam Konflik Partai Demokrat, Singgung Jabatan 'Tiga Periode'

Rabu, 10 Maret 2021 10:05 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat politik dari Voxpol Center turut memberikan keterangan terkait konflik yang ada di kubu Partai Demokrat.

Menurutnya, ada skenario keterlibatan pemerintah dalam jangka panjang terkait konflik di Partai Demokrat ini.

Bahkan, ia menyebut bahwa KSP Moeldoko hanya tumbal dalam konflik ini.

Dikutip dari Tribunnews.com, Pangi Syarwi Chaniago, pengamat politik dari Voxpol menuturkan, dugaan skenario dan keterlibatan dari pemerintah terlihat dari minimnya peran Presiden Jokowi dalam menyikapi konflik yang ada.

"Kenapa presiden mendiamkan? Saya mencermati kalau melihat panggung belakang, desain belakang tidak hanya terjebak desain depan, ada skenario desain panjang sebenarnya yang diambil oleh pemerintah oleh presiden," kata dia dalam bincang Tribun Corner, Selasa (9/3/2021).

Terlebih, dalam konflik ini, KSP Moeldoko juga terlibat bahkan sampai dinobatkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, versi KLB di Deliserdang, Jumat (5/3/2021) lalu.

Menurut Pangi, harusnya Jokowi menunjukkan integritasnya dengan mengambil sikap dalam kasus ini.

Minimnya sikap Presiden ini lantas dianggap Pangi sebagai adanya niat kekuasaan yang erat kaitannya dengan masa jabatan kepemimpinan Presiden Jokowi.

Baca: Sambil Menangis, Darmizal Kubu Moeldoko Menyesal Pernah Menangkan SBY Jadi Ketum Demokrat

Baca: AHY Sebut akan Memaafkan dan Tetap Hormati Moeldoko, Tapi dengan Satu Syarat

Bahkan, Pangi menduga, KSP Moeldoko hanya tumbal saja untuk kekuasaan jangka panjang pemerintah saat ini.

"Saya memahami jangan-jangan dugaan saya, boleh dikoreksi, Moeldoko hanya sebagai pion dan ini menjadi tumbal saja dari agenda kekuasaan jangka panjang," ungkapnya.

Pangi juga mengaitkan konflik ini dengan jabatan tiga periode kubu Jokowi.

"Apakah itu ada kaitan dengan masa jabatan tiga periode, karena dengan menguasai partai di parlemen semuanya akan mudah nanti mengusung koalisi," lanjut Pangi.

Pangi menjelaskan, jika memang Jokowi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin, ia bisa memecat KSP Moeldoko secara tidak hormat.

Pasalnya, Moeldoko merupakan pejabat negara dan berada di lingkaran istana negara serta Moeldoko merupakan anak buah Jokowi.

"Bagaimana mungkin secara logika dan akal sehat kita, ini anak bawahan kita, merusak rumah tangga (partai) orang lain, itu tidak boleh kita biarkan karena ini akan mengganggu citra pemerintah," ungkapnya.

Dengan diamnya Presiden Jokowi dalam konflik ini maka dikhawatirkan akan ada indikasi dari masyarakat awam bahwa adanya pembiaran dari pemerintah.

"Ini indikasi ini kemudian logika masyarakat awam ini (muncul) pembiaran, dan orang sering menyebut ini sebagai pembajakan demokrasi, begal demokrasi ini mengganggu sistem politik kita, sistem partai kita tapi itulah yang terjadi hari ini," tukasnya.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Menduga Moeldoko Hanya jadi Tumbal dari Agenda Kekuasaan Jangka Panjang

Editor: Sigit Ariyanto
Reporter: Nila
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved