Terkini Nasional
Jokowi Tegaskan PPKM Skala Mikro Lebih Efektif Tekan Kasus Aktif Covid-19
Laporan wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah terus berupaya untuk menurunkan angka kasus positif untuk mengendalikan pandemi Covid-19 melalui sejumlah kebijakan, antara lain berupa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.
Penerapan kebijakan yang telah dimulai sejak 9 Februari 2021 tersebut didasari oleh hasil evaluasi pemerintah terhadap kebijakan pembatasan dengan cakupan wilayah yang sebelumnya lebih luas.
Saat berbincang dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta pada Rabu (17/2/2021) lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan alasan pemerintah menerapkan pembatasan dengan lingkup yang lebih kecil.
"Kenapa saya ngomong di awal minggu itu PPKM tidak efektif? Ya karena memang kurvanya tidak ada yang melandai turun. Tetapi yang kedua kelihatan sekali sudah turun. Yang ketiga ini turun lagi. Kasus aktif juga kalau kita ingat, mungkin tiga minggu yang lalu, itu masih di angka-angka 14 ribu bahkan 15 ribu. Sekarang minggu-minggu terakhir kemarin ini, sudah di 8 ribu-9 ribu," kata Jokowi dalam siaran pers yang dibagikan Biro Pers pada Sabtu (20/2/2021).
Baca: Ini Tiga Daerah yang Jadi Contoh PPKM Menurut Satgas Covid-19
Menurut Presiden, pembatasan dengan lingkup kecil akan lebih efektif dibandingkan dengan lingkup yang luas.
Presiden mencontohkan, jika hanya ada satu orang di satu RT yang terinfeksi Covid-19, maka cukup RT tersebut yang dikarantina.
"Awal-awal sebetulnya juga saya sudah sampaikan, PSBB skala mikro. Karena enggak efektif. Wong yang merah itu satu RT kok, yang di-lockdown, di-PSBB-kan satu kota, ekonominya dong yang kena. Kalau yang kena satu kelurahan, ya sudah satu kelurahan itu saja yang diisolasi, dikarantina, tapi bukan satu kota," jelasnya.
Kebijakan serupa PPKM skala mikro juga telah diterapkan di negara lain selain Indonesia, antara lain di India. Kepala Negara menyebut bahwa India berhasil menekan kasus aktif bukan melalui kebijakan lockdown secara luas, melainkan lockdown dalam skala mikro.
Baca: Wali Kota dan Pejabat Diduga Gelar Pesta di Puncak Bogor saat Masa PPKM, Begini Kata Kasatpol PP
"Meskipun awal-awal India itu lockdown total. Sehingga kok India sekarang ganti ini? Ternyata strateginya sama, PPKM skala mikro," paparnya.
Presiden Jokowi memandang bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk menjalankan kebijakan tersebut, yakni perangkat pemerintahan hingga unsur terkecil di tingkat RT/RW, maupun perangkat aparat keamanan dari TNI-Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Hal tersebut diyakini akan sangat membantu pelaksanaan PPKM skala mikro.
"Saya melihat kekuatan kita itu memiliki desa yang ada RT/RW-nya dan di situ ada yang namanya Babinsa dan Bhabinkamtibmas, ini yang semua perangkat itu yang kita pakai sekarang ini. Memang kalau nanti kita di dashboard kita sudah sampai ke level RT, itu memudahkan sekali," tandasnya. (*)
Video Production: Bhima Taragana
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
JK Geram Tanggapi Bantahan Rismon Soal Video AI: Bisa Saja Dia Suruh Orang Buat Video Itu
4 jam lalu
Terkini Nasional
Jusuf Kalla Sarankan Presiden Jokowi Perlihatkan Ijazah Asli demi Sudahi Kegaduhan di Masyarakat
5 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Jokowi Bereaksi Rumah Jadi Replika 'Tembok Ratapan Solo' di Roblox: Kreatif, Kebebasan Berekspresi
5 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Dokter Tifa Curiga soal Jusuf Kalla Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah: Sinyal Ada Sesuatu Disembunyikan
5 jam lalu
Terkini Daerah
Respons Jokowi saat Mengetahui "Tembok Ratapan Solo" Muncul di Game Roblox, Ajudan Ingatkan Etika
6 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.