Rabu, 22 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Dentuman dan Gemuruh Disertai Getaran Gegerkan Warga Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG

Minggu, 31 Januari 2021 19:09 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Bunyi dentuman serta gemuruh dan juga tanah bergerak dirasakan warga di Dusun Ciherang, Desa Dijangkar, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi Jawa Barat, Sabtu (30/1/2021).

Fenomena ini diakui warga terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak sore.

Warga yang panik dengan suara gemuruh tersebut lantas berhamburan keluar rumah.

Dikutip dari Kompas.com, suara gemuruh dan dentuman tersebut berlangsung sekitar beberapa detik.

Hal tersebut juga turut dibenarkan oleh Ahmad Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung.

Diakuinya, saat kejadian beberapa sukarelawan sedang berada di Posko Bencana Tanah Bergerak Diherang di SD Negeri Ciheramg.

Baca: Masyarakat Mengaku Lihat Meteor Jatuh saat Dentuman Misterius di Bali, Ini Penjelasan BMKG dan LAPAN

"saya juga keluar. Warga yang keluar pun tidak lama kembali ke dalam rumahnya masing-masing," aku Ahmad.

Adanya suara gemuruh dan juga dentuman tersebut juga turut dibenarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menuturkan, dentuman dan gemuruh tersebut juga terekam sensor gempa BMKG.

Daryono menjelaskan, hasil monitoring BMKG menunjukkan ada sensor seismik di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Rekaman seismik tersebut tampak sangat jelas dan berlangsung singkat selama 7 detik, yakni pada 19.00.36 WIB hingga 19.00.43 WIB.

Anomali seismik ini terlihat sebagai gelombang frekuensi rendah (low frequency).

Baca: LAPAN Tanggapi soal Dentuman Keras di Bali: Mungkin Itu Meteor atau Asteroid yang Masuk Atmosfer

Daryono menjelaskan, fenomena tanah bergerak ini memang biasanya menimbulkan suara gemuruh bahkan dentuman.

“ Fenomena alam gerakan tanah memang lazim menimbulkan suara gemuruh bahkan dentuman yang dapat didengar warga di sekitarnya," ujar Daryono.

Peristiwa itu diduga kuat terjadi karena adanya proses gerakan tanah yang cukup kuat, hingga terekam di sensor gempa milik BMKG.

Daryono menyampaikan untuk memverifikasi kejadian tersebut tampaknya perlu dilakukan survei lapangan di wilayah yang terdengar suara gemuruh.

Hal ini dilakukan untuk mencari apakah ada rekahan di permukaan akibat gerakan tanah tersebut.

"Jika tidak ditemukan, maka besar kemungkinan proses gerakan tanah terjadi di bawah permukaan tanah," sebutnya.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Dentuman Disertai Getaran Terjadi di Gunung Beser Sukabumi, Ini Penjelasan BMKG

Reporter: Nila
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved