Yandex

Travel

Berwisata ke Kawasan Konservasi Diizinkan, Berikut Panduan yang Perlu Diperhatikan

Kamis, 21 Januari 2021 11:47 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Masyarakat bisa berwisata di kawasan konservasi yang masuk dalam kategori taman nasional (TN), taman wisata alam (TWA), taman hutan raya (Tahura), dan suaka margasatwa (SM).

Hal tersebut disampaikan Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi, Nandang Prihadi.

Kendati demikian, calon wisatawan yang hendak berkunjung perlu memerhatikan sejumlah aturan agar kunjungan tetap aman, serta alam dan lingkungan tetap terjaga.

“Banyak orang ingin melakukan wisata di kawasan konservasi. Tapi tentu yang harus dilakukan adalah wajib lapor,” tegasnya.

Hal tersebut dia utarakan dalam webinar Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) bertajuk “Membangkitkan Kembali Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Petualangan” pada Kamis (14/1/2021).

Baca: Tiket Masuk Taman Nasional Baluran Hanya Rp16.000, Berikut Tips Berwisata Kesana

Saat ini, Indonesia memiliki 556 kawasan konservasi yang terdiri dari sebanyak 214 unit masuk dalam kategori cagar alam, 80 unit dalam kategori SM, dan 54 unit dalam kategori TN.

Selanjutnya sebanyak 134 unit masuk dalam kategori TWA, 34 unit dalam kategori Tahura, dan 29 unit masuk dalam kategori kawasan suaka alam atau kawasan pelestarian alam (KSA/KPA).

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut empat hal yang perlu diperhatikan saat berwisata di kawasan konservasi yang telah Kompas.com rangkum berdasarkan paparan Nandang, Senin (18/1/2021):

1. Laporan ke pengelola kawasan
Masyarakat yang ingin berkunjung ke kawasan konservasi beralasan bahwa sumber daya alam yang dimiliki Nusantara begitu hijau dan alami, dan kawasan menawarkan pemandangan yang sangat indah.

Nandang tidak menampik bahwa ada saja wisatawan yang nekat berkunjung melewati jalur tikus untuk menghindari prosedur pelaporan atau bayar tiket masuk.

“Tapi yang harus dilakukan adalah wajib lapor. Kalau ada kejadian, sesuatu yang tidak diinginkan, pengelola bisa tahu,” tuturnya.

2. Pakai pemandu
Jika memungkinkan, Nandang menyarankan agar wisatawan juga didampingi oleh petugas atau pemandu yang berkompetensi saat melakukan kunjungan meski mungkin mereka sudah paham medan kawasan.

3. Di kawasan yang diizinkan
Berdasarkan jumlah kawasan konservasi dan kawasan mana saja yang diizinkan untuk kegiatan wisata, wisatawan hanya boleh masuk ke 302 unit kawasan konservasi.

Meski masyarakat boleh masuk ke kawasan TN, TWA, dan SM, kunjungan ke SM hanya diizinkan dengan sangat terbatas.

“(Wisata) dilakukan di lokasi-lokasi yang diperbolehkan. Jadi jangan di lokasi yang tidak diperbolehkan. Kalau terjadi sesuatu, kita tidak bisa melakukan pertolongan,” ujar Nandang.

Baca: Tips-tips Berwisata ke Taman Nasional Baluran, Jangan Memakai Sandal Jepit hingga Harus Reservasi

4. Pakai peralatan yang sesuai standar keselamatan
Berwisata di kawasan konservasi membuat pengunjung dapat menikmati keunikan dan keindahan alam sembari memerhatikan prinsip konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, ekonomi, dan rekreasi.

Bagi yang tertarik untuk melakukan wisata petualangan, Indonesia menawarkan sejumlah kegiatan yang bisa dilakukan selama berada di kawasan konservasi seperti telusur goa (caving), mendaki, diving, dan arung jeram.

“Kalau pendakian ya sepatu khusus mendaki, bajunya, dan seterusnya. Jangan pakai daster dan sepatu untuk jogging,” kata Nandang.

Jika ingin berkunjung ke salah satu TN, TWA, SM, atau Tahura, ada baiknya memeriksa terlebih dahulu apakah tempat tersebut buka atau tidak.

Selain itu, pastikan juga apakah ada syarat tertentu untuk memasuki kawasan konservasi, serta syarat masuk ke daerah tempat wisata tersebut selama new normal seperti wajib swab PCR atau rapid test antigen.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu dengan mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wisata di Kawasan Konservasi, Ini 4 Hal yang Perlu Diperhatikan"

Editor: Dita Dwi Puspitasari
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved