Banjir Ancam Warga Pingaran Ilir Astambul Kabupaten Banjar
TRIBUN-VIDEO.COM, MARTAPURA - Persoalan banjir memang tak habisnya melanda kawasan pemukiman penduduk yang berada pesisir Sungai Martapura Kabupaten Banjar Kalsel.
Salah satunya di Desa Pingaran Ilir Kecamatan Astambul, banjir kerap datang bila hujan terus mengguyur kawasan tersebut.
Akibatnya, aktivitas warga pun kerap terganggu. Pekerja harian yang biasanya ringan dilakukan warga, terpaksa memerlukan tenaga ekstra.
Tonton juga:
Dipergoki Selingkuh dan Dianiaya, Jumiaty Membalas Sebarkan Video Bugil di Medsos
Busana Cocktail Meriahkan Surabaya Fashion Trend 2017
Seperti yang dialami Udin, warga RT 5 Desa Pingaran Ilir Kecamatan Astambul itu terpaksa harus mengangkut kayu bakar menggunakan jukung (perahu dayung).
Kayu-kayu tersebut menurutnya akan diantar ke rumah-rumah pembuat jengkol yang memang sudah menjadi langganannya.
"Ngantarnya ke seberang sungai. Mau lewat darat tapi jalan di sana banjir. Jadi sudah selama tiga hari ini terpaksa menggunakan jukung, karena tidak bisa dilewati dengan motor, " ujarnya.
Salwa, Yakub mengayu, rt gunung balai
Tak hanya Udin, melainkan hal serupa juga dialami Yakub, warga RT 5 Desa Pingaran Ilir yang Selasa siang itu terlihat sibuk menggendong putrinya untuk bersekolah.
Yakub mengatakan banjir sudah lama dan sering menggenang kediamannya. Bahkan selama 2017 banjir sudah sebanyak tiga kali merendam rumahnya.
" Upaya peninggian pelataran rumah memang sudah ada. Namun dikarenakan air terus berangsur tinggi tiap tahunnya, banjir pun tak bisa ditolak kedatangannya, " ujarnya.
Selain itu, Yakub juga mengaku ia beserta keluarga pun kerap dihantui rasa was-was. Terutama pada saat hujan turun di malam hari, demi mengantisipasi hal itu ia pun rela bergadang.
" Bahkan pernah, karena tidak tahu malam itu air naik, kasur sampai mengapung tergenang banjir, " ujar Yakub.
Sedangkan yang tak kalah menarik lainnya akibat naiknya air sungai Martapura Selasa siang itu, membuat sekelompok ibu-ibu pun batal menggelar arisan di rumah seorang warga.
"Karena di sana banjirnya cukup dalam sampai merendam lantai rumah. Jadi terpaksa arisan dipindahkan ke rumah lainnya, " kata Alwiah, seorang anggota arisan.
Sedangkan Mojan, seorang Ketua RT di Bincau Ulu juga tidak menampik air pasang sudah berangsur melanda pemukimannya.
Hanya saja, menurut Mojan kondisi tersebut masih berangsur aman atau belum merendam kediaman warganya.
"Kekhawatiran ya pasti, karena mengingat air pun masih berpotensi naik, " ujarnya.(Banjarmasin Post/Abdul Ghanie)
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Banjarmasin Post
Internasional
Serangan Iran Bikin Tel Aviv Banjir Limbah, Rudal Hantam Sistem Pembuangan Air Kota, Warga Panik
6 jam lalu
Live Tribunnews Update
Kampung Terisolir Imbas Banjir dan Longsor di Aceh Tengah, Infrastruktur Rusak & Jembatan Hanyut
11 jam lalu
Live Tribunnews Update
Jembatan Nasional Blangkejeren-Kutacane Kembali Putus usai Diterjang Banjir Luapan Sungai Wih Porak
11 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.