Viral News
VIRAL NARASI PERANG AGAMA di Halmahera Tengah, Kapolda Malut Pastikan Bukan Konflik SARA
TRIBUN-VIDEO.COM - Bentrok terjadi antara dua desa di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Jumat siang. Akibat bentrokan ini, dua orang meninggal dunia.
Kericuhan terjadi di Jalan Raya perbatasan antara Desa Banemo dan Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Jumat siang.
Bentrok berawal diduga dari salah satu desa yang menemukan seorang warga mereka meninggal di kebun secara mengenaskan, dan mencurigai pelakunya merupakan tetangga desa mereka.
Warga yang terprovokasi kemudian melakukan penyerangan, dan menyebabkan satu orang lain di desa tetangga meninggal. Aparat gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mencegah bentrokan lebih meluas.
Untuk meredam situasi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Maluku Utara, dipimpin Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, langsung menuju ke lokasi kejadian. Sarbin meminta warga tidak terprovokasi dan saling menahan diri.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Waris Agono menegaskan kasus pembunuhan di Halmahera Tengah tidak terkait suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melainkan dipicu provokasi dan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Kami tegaskan bahwa ini bukan konflik SARA. Ada indikasi kejadian ini dipengaruhi oleh provokasi dan penyebaran informasi yang belum tentu benar," terang Irjen Pol Waris Agono di Ternate, Senin (6/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian belum menemukan bukti adanya keterlibatan kelompok agama atau masyarakat tertentu yang sistematis.
Baca: Viral Aksi Sekelompok Pria di Bombana Minum Oli saat Lebaran, Dokter Ingatkan Bahaya Fatal
"Kami tegaskan, belum ada petunjuk yang mengarah ke sana," tandasnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa sebenarnya adalah konflik antarwarga yang terjadi pada Jumat (3/4) pagi.
Wakapolda Malut Brigjen Pol. Stephen M. Napiun mengamini bahwa insiden ini adalah masalah hukum murni dan perkelahian antarkampung.
"Peristiwa ini adalah murni tindak pidana atau perkelahian antarkampung, bukan konflik agama atau SARA," terang Wakapolda.
Pihak kepolisian pun berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas siapa pelaku di balik pembunuhan yang menjadi pemantik bentrokan tersebut.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan pemerintah provinsi telah terjun langsung untuk menjamin keamanan dan mendorong dialog.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe bersama jajaran TNI/Polri telah berada di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
"Pemerintah hadir untuk memastikan semua pihak merasa didengar, dilindungi, dan mendapatkan ruang yang adil untuk menyampaikan pandangannya," ujar Gubernur Sherly.
Untuk menjaga stabilitas jangka panjang, rencananya Bupati Halmahera Tengah Ikram M Sangaji akan segera mengadakan pertemuan mediasi antara perwakilan Desa Sibenpopo dan Desa Banemo.
Baca: Trump Didesak Periksa Kejiwaan karena Terus Menghina Iran, Presiden AS: Saya Tak Peduli!
(*)
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: KOMPAS
LIVE UPDATE
Imbas Kereta Api Anjlok di Brebes, Penumpang Kereta Diturunkan Cirebon dan Lanjut Naik Bus
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.