Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Terima 24 Ribu Berkas Perkara Korupsi KTP Elektronik
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga
TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Dari 24 ribu lembar berkas perkara dua tersangka korupsi pengadaan KTP elektronik 2011-2012 Sugiharto dan Irman, Tim Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi kemudian memadatkannya menjadi 121 halaman menjadi sebuah dakwaan.
Anggota Tim JPU Taufik Ibnugroho mengakui timnya yang berjumlah sepuluh orang berjibaku untuk menyusun dakwaan Irman dan Gusman. Menurut Taufik, pihaknya harus hati-hati karena harus membaca dan meneliti lagi berkas setebal 24 ribu halaman itu.
"Ya mesti banyak yang harus dibaca dan dipelajari. Karena itu kan berkasnya banyak saksinya. Harus baca," kata Taufik, Jakarta, Rabu (1/3/2017).
Tonton juga:
Tampil Seram, Maling Ini Pede Banget Wara-wiri Ambil Barang saat Pemilik Rumah Tertidur di Sofa
Sebelum Dikubur Hidup-hidup, Suami Beri Kecupan Selamat Tinggal untuk Istrinya
Berkas perkara tersebut adalah milik tersangka Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto dan tersangka bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri, Irman.
Berdasarkan penuturan Taufik, berkas perkara Sugiharto sebanyak 13 ribu halaman yang memuat keterangan 294 saksi sementara berkas Irman 11 ribu halaman yang memuat keterangan dari 173 saksi berikut lima keterangan dari saksi ahli.
Taufik mengatakan pihaknya sebenarnya bukanlah penyusun dari berkas penyidikan karena itu dikerjakan tim penyidik KPK. Pihaknya hanya perlu membaca ulang dan meneliti untuk menyusun dakwaan.
"Seminggu itu kan penyusunan saja, kan dari awal mulai dari disidik kita sudah baca BAP-nya," kata Taufik.
Walau sebelumnya dikerjakan penyidik, Taufik mengakui ini adalah pertama kalinya dia menangani berkas hingga 24 ribu. Kata Taufik, butuh konsentrasi dan tenaga lebih untuk menyusun dakwannya.
Berkas perkara dan dakwaan keduanya disatukan karena saling berkaitan. Berkas tersebut dilimpahkan tim JPU ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tadi pagi dan telah diterima.
Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi Roma Siallagan mengatakan pihaknya menerima berkas tersebut bersama salinannya masing-masing satu. Itu artinya Panitera Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta menerima 48 ribu lembar berkas Irman dan Sugiharto ditambah dakwaan.
Berkas tersebut diturunkan dari mobil menggunakan troley karena jumlahnya dua kali lipat dari berkas asli.
Selanjutnya Irman dan Sugiharto tinggal menunggu jadwal persidangan. Terkait ratusan saksi tersebut, Taufik mengatakan belum semuanya tentu akan dihadirkan ke persidangan.
Negara diduga menderita kerugian Rp 2 triliun akibat korupsi pengadaan e-KTP dari total nilai proyek Rp 5,9 triliun. (*)
Reporter: Eri Komar Sinaga
Video Production: Radifan Setiawan
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Momen Noel Ebenezer Disorot usai Blak-blakan Sindir KPK dengan Salam Dua Jempol di Ruang Sidang
Senin, 30 Maret 2026
Terkini Nasional
DETIK-DETIK Nenek Bertongkat Curi Uang dan HP di Depok, Ternyata Sudah Berkali-kali Mencuri
Minggu, 29 Maret 2026
Viral News
IDENTITAS NENEK Bertongkat yang Nekat Mencuri di Depok Terbongkar, Ternyata Kerap Beraksi
Minggu, 29 Maret 2026
Tribunnews Update
Ketakutan Vincent Verhaag Punya Anak Perempuan, Belajar dari Masa Lalu Demi Jadi Ayah Terbaik
Minggu, 29 Maret 2026
Tribunnews Update
Nasib Pemalak Mobil Pemudik hingga Rampas Barang Korban di Tanah Abang Jakpus, 2 Pelaku Diringkus
Minggu, 29 Maret 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.