Travel
Penemuan Situs Petirtaan Mantingan Diduga Berasal dari Abad ke-9, Hancur Karena Erupsi Merapi
TRIBUN-VIDEO.COM - Ekskavasi tahap ketiga situs Petirtaan Mantingan di Dusun Mantingan, Desa Mantingan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, telah selesai dilaksanakan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dari 1-10 Oktober 2020.
Beberapa fakta baru berhasil diungkap.
Satu di antaranya, situs tersebut berasal dari masa klasik pertengahan sekitar abad ke-9 tampak dari modelnya.
Kemudian, situs tersebut runtuh dan terkubur material vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Namun, belum diketahui letusan pada tahun berapa.
Bentuk dari situs tersebut adalah letter U atau setengah kotak.
Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah, Junawan, mengatakan, dari data-data yang didapatkan dari hasil ekskavasi, terdapat limpasan vulkanik hingga ke situs.
Luapan lahar terjadi di Sungai Batang yang berjarak 300 meter di sisi timur menuju sungai tua yang mengarah ke petirtaan.
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi belum diketahui pada tahun berapa.
Tim ekskavasi ternyata tidak menemukan sisa-sisa arang yang bisa diteliti.
Namun, situs tersebut runtuh dipastikan karena erupsi Gunung Merapi.
"Jadi dari Sungai Batang yang ada di 300 meter sisi timur itu juga ternyata ada sungai tua juga yang mengarah ke petirtaan itu, ketika terjadi luapan limpasan lahar sudah di Sungai Batang tidak menampung mengalir ke sungai tua tersebut dan juga penuh akhirnya melimpas ke petirtaan itu," katanya, saat dihubungi, Kamis (15/10/2020).
BPCB Jawa Tengah sendiri sudah menyelesaikan ekskavasi dari 1-10 Oktober 2020.
Ekskavasi sudah tiga tahap bertujuan untuk melengkapi komponen selanjutnya dilaksanakan studi kelayakan, bahwa situs tersebut layak dipugar atau tidak.
"Kalau kita dari tahap 1, 2 sampai 3 ini melengkapi komponen, untuk nanti supaya bisa distudi lagi kelayakan, apakah layak pugar atau tidak. Dan kemarin memang ada beberapa komponen kita temukan dan mungkin masih banyak lagi yang disitu tentunya tidak jauh dari situ," tuturnya.
Baca juga: Warga Penghayat Gelar Ritual atas Penemuan Situs Baru di Magelang
Penggalian terakhir dipusatkan di sisi selatan untuk memastikan bentuk dari situs tersebut.
Dari penggalian tahap 1 dan 2, bentuk petirtaannya baru diidentifikasi.
Bentuknya tipe kolam, atau letter U atau setengah kotak.
Di ekskavasi tahap tiga ini, tim memastikan bentuk setengah kotak atau letter U.
"Jadi kalau 1, 2 kemarin sudah mengidentifikasi atau diduga petirtaannya kan ada beberapa tipe, ada tipe kolam, seperti letter U atau setengah kotak, ini kemarin berhasil kita pastikan kalau itu bentuknya setengah kotak atau letter U," ujarnya.
Tim BPCB Jateng juga menemukan bentuk ujung dari petirtaan sayap barat.
Pada proses pembangunannya dulu, mereka melakukan rekayasa.
Lereng gunung menyatu dengan Bukit Singo Barong, lalu dipangkas dan struktur petirtaan diletakkan di sana.
"Ya kita menemukan bentuk ujung dari petirtaan yang sayap barat kan diketahui bentuk ujungnya. Bentuk ujungnya struktur petirtaan ini dulu waktu proses pembuatannya ada semacam rekayasa, jadi suatu lereng gunung yang menyatu dengan bukit Singo Barongnya itu, kemudian di cutting atau dipangkas itu kemudian diletakkan struktur dari petirtaan itu dan pada bagian ujungnya hanya di tampakkan sisi mukanya sedikit dan setelah itu padas lagi," ujarnya.
Waktu pembangunan situs tersebut masih belum diketahui secara pasti karena tidak ada prasasti yang menunjukkan angka tahun.
Pihaknya pun menggunakan pertanggalan relatif melalui profil candi dari bawah.
Dari model-model klasik pertengahan sekitar abad ke-9.
"Karena tidak prasasti jelas menunjukkan angka tahunnya jadi memakai pertanggalan relatif melalui profil candi yang dari bawah mungkin pondasi, kemudian di genta, kemudian belah rotan, dan seterusnya. Itu menunjukkan model-model klasik pertengahan sekitar abad ke-9," tuturnya.
Situs petirtaan ini penting.
Petirtaan ini bagian dari candi yang berfungsi untuk mengalirkan air suci dan penolak bala.
Dari temuan, nilainya juga penting karena bahannya termasuk bagus dengan ukuran yang besar di Jawa Tengah.
Baca juga: Melihat dari Dekat Situs Masjid Kauman Pleret
Belum ada rencana ekskavasi lanjutan BPCB Jateng.
Ekskavasi tahap 1, 2 dan 3 adalah ekskavasi penyelamatan.
Setelah memperoleh data berupa bentuk, proses runtuh dari BPCB, ekskavasi akan ditindaklanjuti dengan studi kelayakan, studi teknis, dan bisa jadi pemugaran.
Pengamanan situs sendiri diawasi oleh karyawan dari BPCB yang bertugas di Candi Losari dan Candi Wukir.
Kontrol dilaksanakan setiap hari dan setiap malam, memastikan situs tersebut tetap aman. (TRIBUNJOGJA.COM)
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Situs Petirtaan Mantingan Magelang Diduga Berasal dari Abad ke-9
Sumber: Tribun Jogja
Tribunnews Update
KPK Panggil 2 Pimpinan Travel Dalami Dugaan Penyimpangan Jual Beli Kuota Haji Tambahan Antar Biro
6 hari lalu
Pembentukan Satgas Pencegahan Haji Ilegal, Cegah Penipuan oleh Oknum Travel
Kamis, 9 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
9 Bos Travel Haji Dipanggil KPK Terkait Kasus Korupsi, Pemeriksaan Digelar di Jawa Timur dan Jakarta
Kamis, 9 April 2026
Local Experience
Misteri Kelabba Maja, Ngarai Pelangi yang Memukau di Ujung Timur Indonesia
Kamis, 9 April 2026
Local Experience
Muara Enggelam Bentuk Cerminan Ketahanan dan Kearifan Lokal dalam Harmoni Kehidupan di Atas Perairan
Kamis, 9 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.