Dugaan Manipulasi Data dan Soal Zonasi PPDB, Sejumlah Wali Murid Ngadu ke DPRD Sumbar
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita
TRIBUN-VIDEO.COM - Puluhan wali murid mengadukan persoalan penerimaan peserta didik baru (PPDB) ke DPRD Sumbar, bertempat di Kota Padang, Jumat (10/7/2020).
Juru bicara orangtua murid Rio Agusti Fernando mengatakan mereka datang untuk menemui ketua dan komisi V DPRD Sumbar yang membidangi masalah pendidikan.
"Niatnya bertemu Komisi V, tapi kendalanya Anggota Dewan (DPRD) sedang kunjungan kerja ke daerah," terang Rio.
Kedatangan mereka tetap disambut Kepala Bagian Fasilitasi Anggaran dan Pengawasan DPRD Sumbar Rismunandar.
Selanjutnya, Rio mengatakan ada beberapa tuntutan yang ia sampaikan ke DPRD Sumbar.
"Pertama zonasi, namun yang kami takutkan karena pengumuman hari ini dan besok (Jumat dan Sabtu-red), Senin itu takutnya sudah tidak bisa dilakukan lagi, mau dikemanakan kami," tambah Rio.
Rio mempertanyakan, alasan orang yang jarak rumah dengan sekolah 0,00 dan 0,01 Km lolos zonasi, sementara siswa yang diangap pintar, punya kredibilitas tidak lolos.
"Mereka merasa dirugikan, kasihan kita. Ada juga warga yang tidak masuk sama sekali dengan zonasi. Mau dikemanakan mereka?," tanya Rio.
Rio meminta sistem zonasi yang sudah berjalan dibatalkan, ia ingin sistem PPDB Sumbar seperti tahun sebelumnya, karena dinilai lebih fair.
Sebelumnya, sekolah melakukan tes secara mandiri,karena anak-anak harus dites dulu untuk memastikan ia memiliki kemampuan atau tidak.
"Sekarang justru terbalik, asal dekat dengan sekolah lulus, bukan berdasarkan nilai," tegas Rio.
Selain masalah zonasi, Rio menduga banyak pemalsuan data di lapangan, misal surat keterangan domisili dari RT, RW, dan camat.
Menurutnya, jika hal tersebut tidak segera diselesaikan, pihaknya akan melapor kepada pihak kepolisian.
"Ini akan dipidanakan besok, kalau Dinas Pendidikan tidak mengakomodir apa yang kami sampaikan," terangnya.
Tak hanya Rio, Wiwid orangtua murid lainnya juga mengeluhkan hal yang sama.
Ia tinggal di Andalas Kota Padang dengan jarak rumah ke sekolah (SMAN 10) 3,5 kilometer/KM.
Sekolah tersebutlah yang paling terdekat dengan rumahnya, namun anaknya malahan tidak diterima juga di sana.
Kepala Bagian Fasilitasi Anggaran dan Pengawasan DPRD Sumbar Rismunandar menerima kedatangan orangtua murid tersebut. Hanya saja, kata Rismunandar mengatakan bahwa anggota dewan masih kunjungan kerja.
"Insya Allah pada Hari Senin (13/7/2020) langsung diterima Ketua DPRD Sumbar," kata Rismunandar.
Ia juga meminta kepada perwakilan orangtua murid untuk membuat surat untuk izin melakukan audiensi dengan anggota dewan lebih dulu.(*)
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Padang
Nasional
DEDI MULYADI TAK GUBRIS Surat Komite SMK IDN, Nasib 500 Siswa Terancam, Wali Murid Ngadu ke KPAI
Jumat, 13 Maret 2026
Viral
GEGER! PERSETERUAN Wali Murid dan Sekolah di Sukabumi soal Dana PIP Disunat, Ini Kata Kepsek
Jumat, 6 Februari 2026
Terkini Daerah
Apes! 2 Guru Dipecat karena Bantu Patungan Bayar Gaji Guru Honorer, Iuran Wali Murid Dianggap Pungli
Selasa, 11 November 2025
Nasional
SATSET! DEDI MULYADI Sambangi Guru Dilabrak Wali Murid di Subang, Cerita Pengalaman Dipukul Guru
Rabu, 5 November 2025
Live Update
Wali Murid Penganiaya Guru SMPN 1 Trenggalek Jadi Tersangka, Terancam Hukuman 2,8 Tahun Penjara
Rabu, 5 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.