Sepi Peminat, Kakek Ini Tetap Ingin Menjadi Kusir Delman, Ini Alasannya
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika
TRIBUN-VIDEO.COM, BOGOR TENGAH - Di zaman yang serba canggih ini persaingan transportasi umum kini semakin ketat.
Mulai dari transportasi tradisional hingga transportasi yang memanfaatkan fasilitas internet.
Transportasi tradisional sendiri yang saat ini masih beroperasi satu diantaranya ialah delman.
Tonton juga:
Pamit Mancing, Rahman Tenggelam Di Antara Tongkang
Lakalantas di Teluk Selong Martapura Kabupaten Banjar Telan Dua Korban Jiwa
Namun saat ini mayoritas masyarakat banyak menggunakan transportasi umum seperti angkot, ojek pangkalan dan ojek online untuk sekedar berjalan-jalan atau melakukan mobilisasi di daerahnya masing-masing.
Meski demikian, delman masih dapat ditemui di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Kota Bogor, Jawa Barat.
Anda akan menemukan transportasi tradisional itu di jalur Sistem Satu Arah (SSA) seputar Kebun Raya Bogor (KRB).
Untuk titik yang menjadi pusat berhentinya delman di Kota Bogor berada di Sekitar Balaikota Bogor, Jalan Ir H Djuanda.
Salah seorang kusir Delman, Ali (74) mengaku saat ini masyarakat yang menggunakan jasa delman selalu menurun setiap tahunnya.
Ia pun tak menampik mengenai masyarakat yang kerap lebih memilih menggunakan transportasi umum lainnya yang lebih cepat dan praktis.
"Sekarang zamannya sudah beda, minat masyarakat menggunakan delman sekarang menurun, beda dengan zaman dulu," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Sabtu (21/1/2017)
Dia juga mengatakan bahwa saat ini delman hanya sebagai sarana masyarakat untuk berkeliling Kota Bogor, bukan lagi sebagai transportasi yang digunakan masyarakat untuk berpindah dari satu titik ke titik lain.
"Kalau dulu bisa antar warga yang pulang dari pasar, sekarang di Kota Bogor delman beroperasinya hanya mengelilingi seputaran KRB saja, kadang muter ke Stasiun juga," terangnya.
Ali yang sudah 57 taun menjadi kusir mengaku, dalam satu hari dirinya hanya mendapatkan lima pelanggan saja, itu pun saat akhir pekan.
"Kalau hari biasa mah paling dua pelanggan, kadang ga dapet pelanggan sama sekali, tarifnya sendiri Rp 60 ribu satu kali keliling untuk per empat orang," ungkapnya.
Namun, kata dia, hal itu tidak membuat dirinya ingin berhenti menjadi kusir delman, karena menurutnya, delman merupakan transportasi yang melegenda.
"Sekarang sudah sedikit delman di Bogor, mungkin ada sekitar 30an, kalau dulu banyak banget, harus tetap dipertahankan delman ini, jangan sampai semakin berkurang lagi jumlahnya, karena kalau rezeki tidak kemana," pungkasnya. (*)
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribunnews Bogor
Live Tribunnews Update
Kronologi Pria di Bogor Serang bibi Pakai Golok usai Salat Subuh, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa
1 hari lalu
LIVE UPDATE
Kebakaran Gudang Sparepart Motor di Tajurhalang, 4 Unit Damkar Terjun ke Lokasi Padamkan Api
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.