Ini yang Dilakukan Menhub RI untuk Hentikan Kekerasan di STIP
Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan
TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi membekukan ekstra kulikuler (Ekskul) Drum Band dan Pedang Pora di Sekolah Tingg Ilmu Pelayaran (STIP).
Pasalnya, dalam ekskul tersebut sering kali terjadi penganiayaan antara taruna senior kepada taruna junior.
Hal tersebut dinyatakan Budi Karya Sumadi saat memberikan pengarahan kepada para pegawa Kementerian Perhubungan RI, di Kementerian Perhubungan RI, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (13/1/2016).
Mengenakan pakaian batik, lelaki kelahiran Palembang, 60 tahun lalu itu menjelaskan, bahwa dalam kedua ekskul tersebut ada sebuah tradisi kekerasan yang berlangsung lama, tepatnya pada saat pergantian anggota drum band.
Tonton juga:
Diselamatkan Seutas Tali, Ini Video Pemanjat Tebing yang Nyaris Tewas
Pencuri Menodong Pemilik Toko dengan Senjata Api yang Terjadi Berikutnya Sangat Mencengangkan
Selain itu, untuk memperketat penjagaan, khususnya pada malam hari, Menteri Budi Karya Sumadi menugaskan beberpa pengajar untuk tinggal di sekitar lingkungan STIP.
"Kita tugaskan saja, beberapa guru harus menginap di sana, bertempat tinggal di sana, biar mereka tau bahwa apa yang terjadi di situ," kata Budi Karya Sumadi.
"Dan untuk STIP saya pikir, kita bekukan kegiatan drum band dan pedang pora, khusus untuk STIP. Biar tau bahwasannya kegembiraan itu tidak di kalian lagi," tutur Budi Karya Sumadi.
"Karena saya mendapat laporan dari wali murid, ini ada satu proses pendelegasian atau pergantian pemain drum band dari satu kelas ke kelas yang lain, harus melalui suatu pukulan-pukulan itu," ujar Budi Karya Sumadi.
Budi Karya Sumadi mengaku akan membuka kembali kedua ekskul tersebut, bila para siswa sudah memperbaiki diri.
"Nanti kalau kalian sudah lebih governance, lebih beradab, kita perlu berikan kesempatan," tambah Budi Karya Sumadi.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, seorang taruna STIP tewas di lingkungan STIP, beberapa waktu lalu.
Kematian taruna tersebut diduga akibat dianiaya empat orang seniornya. Kini kasus tersebu masih terus didalami kepolisian. (*)
Video Production: Cornelia Putri Indriastuti
Sumber: Tribunnews.com
Saksi Kata
Berawal dari Kecelakaan, Fajri Kini Rutin Tegur Pengendara Lawan Arah dan Beri Edukasi
16 jam lalu
Regional
Tukang Rujak di Jakbar Diduga Cabuli Siswi SD selama 4 Tahun, Modus Pelaku Terungkap
20 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.