Virus Corona
Data Penerima Bansos Tidak Sesuai, Mensos Akan Bicara dengan Gubernur DKI Jakarta
Laporan wartawan Tribunnews.com, Mafani Fidesya Hutauruk
TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA - Menteri Sosial Juliari P Batubara beserta para pejabat Eselon l dan pejabat teras Kemensos lainnya ikut turun ke sejumlah titik distribusi bantuan sembako Presiden di Jakarta.
Selain meninjau distribusi bansos di lapangan, Mensos juga mendengar berbagai informasi dan masukan.
Salah satunya mendapati daftar penerima bantuan sosial (bansos) Sembako dari Presiden di DKI Jakarta, sama dengan data Kemensos.
Akibatnya, beberapa penerima yang sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah provinsi DKI Jakarta mendapatkan bansos lagi dari presiden.
Mensos Juliari pun kemudian menanggapi permasalahan tersebut.
Dirinya besok, Senin, (04/05/2020) akan membicarakan permasalahan terkait data terbaru penerima bansos dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
“Senin siang saya akan rapat dengan Gubernur DKI. Saya tentu akan membicarakan masalah ini. Untuk tahap yang berikutnya kami mohon bisa diberikan data yang benar-benar baru, yang belum pernah terima bantuan sembako sama sekali,” tandasnya.
Juliari pun menjelaskan rencana yang sudah disepakati di awal terkait dengan pembagian bantuan sembako presiden ini.
"Karena rencana awalnya kan data itu tidak sama. Data dari pemda yang diberikan kepada kami adalah warga yang benar-benar baru yang belum pernah terima bantuan sembako sama sekali,” ucap Mensos saat memantau distribusi bantuan presiden tahap satu.
Pada pendistribusian bantuan sembako Presiden tahap selanjutnya, Mensos berharap agar data yang didapat adalah mereka yang belum mendapatkan sembako.
Hal tersebut disampaikan oleh Mensos Juliari Batubara pada saat pendistribusian bansos Gang Masjid VIII, RT. 2/RW.1, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Pemilik rumah yang rumahnya dijadikan tempat mengirim bantuan sembako mengatakan sebanyak 326 paket itu siap dibagikan ke warga.
Dalam distibusi bansos, Mensos mengingatkan bagi warga terdampak Covid-19, selain kecepatan distribusi, juga harus diperhatikan ketepatan sasaran.
Hal ini bisa dilakukan bila tersedia data penerima bantuan yang dapat dipercaya.
Dalam penyaluran bantuan bansos, Kemensos berdasarkan data-data dari pemda.
“Bukan kami yang menurunkan data ke bawah ya. Namun kami menerima data dari daerah. Aturannya, pembaruan data itu siklusnya dimulai dari bawah, atau dari daerah.
ehingga kami sebenarnya berharap datanya berbeda antara data yang sudah terima bantuan sembako DKI dengan data yang akan menerima bantuan Presiden,” ungkapnya.(*)
Reporter: Mafani Fidesya Hutauruk
Video Production: Bayu Romadi
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
2.708 Pegawai Kemensos Bolos Kerja seusai Lebaran, Gus Ipul Sentil ASN Cuma 'Haha-hihi' di Jam Kerja
Kamis, 26 Maret 2026
LIVE UPDATE
Imbas Aturan Baru dari SK Kemensos, 19 568 BPJS PBI Warga Musi Rawas Dinonaktifkan
Rabu, 11 Februari 2026
Terkini Daerah
Keluarga Marinir Korban Longsor Cisarua Menangis Haru, Kemensos Berikan Santunan Rp15 Juta per Orang
Selasa, 10 Februari 2026
Tribunnews Update
Kemensos Hapus 3,9 Juta Penerima Bansos tapi Bakal Dapat Rp 5 Juta Per Bulan untuk Usaha Mandiri
Jumat, 6 Februari 2026
SHORT
Buntut Kasus Siswa di NTT Akhiri Hidup, DPR Minta Penjelasan Langsung dari Kemensos & KemenPPPA
Rabu, 4 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.