TribunnewsWIKI
Wiki On The Spot - Berbagi Cerita Bersama Pilot Kepresiden RI Kolonel Pnb Firman Wirayuda
TRIBUN-VIDEO.COM - Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang (Smh), Kolonel Pnb Firman Wirayuda S.T., M.Soc.Sc ternyata merupakan pilot pesawat kepresidenan Republik Indonesia (RI), yang sudah menerbangkan pesawat kepresidenan selama 12 tahun.
"Saya menerbangkan pesawat Kepresidenan RI sejak tahun 2006 hingga 2017," kata Firman Wirayuda saat diwawancarai Tribun Sumsel Wiki di ruang kerjanya yang ada di Lanud Sri Mulyono Herlambang, di Kelurahan Sukodadi Kecamatan Sukarami, Palembang, Jumat (10/1/2020).
Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa TNI AU ini suatu sistem, dimana sistem ini tidak akan berjalan kalau tidak saling mendukung satu sama lain.
"Saya pribadi memang penerbang di TNI AU dan saya juga penerbang di pesawat transport, saya pernah menerbangkan beberapa tipe peswat seperti T 34 Charlie, Mk 53 Hs Hawk, C 130 Herky, Foker-28 dan Boeing 737," bebernya.
Untuk jam terbang, T 34 Charlie dengan total jam terbang 120 jam, Mk 53 Hs Hawk dengan total jam terbang 80 jam, C 130 Herky dengan total 6.300 jam, Foker-28 dengan total 1.900 jam dan Boeing 737 dengan total 1.800 jam.
"Boing 737 ini mulai dari seri 200, clasic 400 dan 500. Lalu terakhir saya menerbangkan Boeing Bussiness Jet 2 (BBJ2) pesawat kepresidenan yang baru yang dimiliki Indonesia dan dioprasionalkan oleh TNI AU," katanya.
Menurutnya, itulah yang bisa membawanya melihat dunia dan berkesempatan menerbangkan BBJ2. Dengan pesawat tersebut ia mendukung pelaksanaan penerbangan VVIP khususnya Presiden dan Wakil Presiden RI, dalam kunjungan beliau baik di dalam dan luar negeri.
"Saya salah satu orang penerbangan pertama yang menggunakan pesawat BBJ2 tersebut dan saya penerbang TNI AU yang mengambil pesawat tersebut di Amerika tahun 2014 bulan April," cerita pria kelahiran Madiun.
Firman pun mengatakan, ia pernah menjadi Pilot untuk tiga periode yaitu dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sampai Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selama tiga periode jabatan yaitu SBY - Jusuf Kalla, SBY - Boediono dan Jokowi - Jusuf Kalla.
"Kalau ditanya perasaanya bangga sudah pasti, karena kita diberikan kepercayaan dan amanah untuk mendukung kegiatan orang nomor 1 di RI," katanya yang pernah menjadi lulusan Sekkau 2004 terbaik.
Lalu selain bangga juga harus didukung dengan kemampuan yang profesional. Sebab diberikan tanggung jawab besar, karena tidak hanya membawa nama TNI AU melainkan juga membawa nama negara.
"Pada saat kita membawa Presiden baik di dalam maupun di luar negeri maka kita harus mampu menyakinkan, bahwa tidak boleh terjadi sesuatu masalah apapun selama dalam penerbangan. Itupun sudah diataur oleh TNI AU, dan pihak terkait lainnya," katanya.
Sebelum dilakukan penerbangan berbagai persiapan pu dilakukan, sebab sudah diatur oleh mekanisme sistem. Untuk menjadi penerbang di TNI AU memang sudah ada prosedur dan sudah disiapkan untuk selalu siap.
"Dari setiap tahunnya kita melaksanakan pengecekan kesehatan," ceritanya.
Lalu dari kesiapan personil sendiri untuk penerbang VVIP harus memiliki kualifikasi khusus pertama harus berpangkat perwira menengah di TNI AU, lalu harus seorang instruktur di pesawat tersebut dan check pilot di pesawat tersebut. Kemudian memiliki kualifikasi sebagai kepten penerbang VVIP.
Nah ketiga kualifikasi tersebut harus dipenuhi. Lalu setiap 6 bulan melaksanan cek kemampuan, jadi selain standar kesehatan juga setandar kemampuan.
Demikian juga untuk pesawatnya maintenancenya dilakukan secara periodik. Jadi maintenance itu tidak harus pada saat pesawat rusak, maka rusak tidak rusak dilakukan perawatan berkala mulai dari ringan, sedang hingga berat.
"Kemudian dua hari sebelumnya kita lakukan maintenance flight terhadap pesawat tersebut sebelum digunakan Presiden ataupun wakil Presiden. Nah ini dihadiri kita yang menerbangkan dan dari sisi Paspampers, cetring untuk makanan, Pertamina dan lain-lain," bebernya.
Setelah pesawat dipastikan bagus maka peswat tersebut akan dikarantina selama 24 jam sebelum digunakan. Itu dijaga baik dari TNI, Paspampres dan lain-lain.
"Lalu untuk pengecekan pelaksanaan penerbangan sendiri sejak dari empat jam sebelum terbang kita lakukan review seperti apa yang akan dibawa ke pesawat di cek," katanya.
Bahkan, dari makanannya juga, dan peralatan juga di cek. Include barang-barang pribadi crew pun di cek.
Jadi sedemikian sistem yang kita pastikan, kemudian dalam penerbangan itu diikut sertakan flight security officer dimana itu perwira pengamanan penerbangan yang sudah memiliki kualifikasi tersebut dan bertanggung jawab atas keamanan penerbangan tersebut.
"Bagi saya kalau penerbangan itu berjalan aman dan lancar itu suatu pengalaman bagi saya. Artinya dalam penerbangan ini sudah cukup aman pesawat yang dimiliki Indonesia karena sudah canggih," katanya.
Contoh kalau di Palembang ada kabut asap, pesawat ini bisa untuk landing tanpa adanya pandangan visual yang cukup.
"Sebab kita sudah dilatih untuk melakukan hal tersebut. Dengan kemampuan seperti itu kegiatan Presiden yang cukup padat dan terjadwal tidak terhambat dengan kondisi cuaca," ungkapnya.
Sementara itu ketika ditanya saat ini ditempatkan di Palembang bagimana perasaanya. Menurutnya, dengan saat ini diberikan kesempatan dan amanah sebagai Komandan Lanud artinya dari pimpinan dan organisasi melihat ini sebagai bagian pembinaan dalam personil.
"Saya diberikan kesempatan untuk mengembangkan kepemimpinan lebih luas lagi. Artinya diberikan kesempatan sekala luas lagi di sini," katanya.
(Tribunsumselwiki/Linda Trisnawati)
Artikel ini telah tayang di Tribuntribunsumselwiki.com dengan judul Cerita Kolonel Pnb Firman Wirayuda, 12 Tahun Jadi Pilot Pesawat Kepresidenan RI
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
Chord Kunci Gitar Lagu Anak Lanang - Yeni Inka : Kulo Nyuwun Pangestu
Selasa, 23 Januari 2024
Chord Kunci Gitar Babar Pisan Shinta Arsinta, Trending di Youtube
Selasa, 23 Januari 2024
Lirik Lagu Pupusing Nelongso - Happy Asmara Feat Hasan Toys : Wes Kadung Mati Rosoku
Selasa, 23 Januari 2024
Chord Kunci Gitar Wirang Denny Caknan, Namung Masalah Tresno Tapi Kok Yo Loro
Minggu, 21 Januari 2024
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.