Suara Politik

Tanggapi soal Pemecatan Dirut Garuda, Rocky Gerung Menilai Erick Thohir Hanya Sekadar Pencitraan

Kamis, 12 Desember 2019 13:44 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pengamat Politik, Rocky Gerung menyebut bahwa Menteri BUMN, Erick Thohir hanya pencitraan dalam menghadapi kasus skandal Harley di dalam Garuda.

Sebagaimana diketahui, Erick Thohir sampai memecat sang Direktur Utama Ari Askhara.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan Facebook Mata Najwa pada Rabu (11/12/2019), Rocky Gerung mulanya justru membahas politisi bekas.

"Tapi saya bisa bayangin bahwa yang berharga sekarang itu barang bekas gitu?."

"Kalau politisi bekas enggak berharga karena enggak bisa diselundupkan gitu dab enggak bisa dirakit ulang dan mungkin itu kelucuan hari ini soal," ungkap Rocky Gerung.

Lantas, Rocky Gerung menilai bahwa kasus Garuda sama sekali tidak lucu.

"Apa yang lucu di Kasus Garuda kemarin itu?," ungkapnya.

Menurutnya, kasus Garuda itu tidak mengagetkan.

"Iya hal yang enggak mengagetkan karena orang bisa prediksikan bahwa besok akan ada mungkin ada alat face lip karena ada yang mau operasi wajah dapat inspirasi dari situ," jelasnya.

Mendengar itu, Najwa Shihab sebagai presenter langsung bertanya lebih blak-blakan bagaimana komentar Rocky Gerung soal pemecatan Ari Askhara oleh Erick Thohir.

"Tapi tindakan BUMN langsung memecat?," tanya Najwa Shihab.

Rocky Gerung menilai bahwa Erick Thohir hanya pencitraan dalam menghadapi kasus skandal Harley di dalam Garuda.

"Enggak itu cuma cari panggung saja," jawab Rocky Gerung.

Menurutnya, jaman sekarang banyak orang ingin dikenal.

"Ya kan ini jaman orang cari kamera sebetulnya," lanjutnya,

Tak hanya menyinggung Erick Thohir, Rocky Gerung juga turut menyentil soal peran sejumlah menteri dalam pentas Hari Anti Korupsi Sedunia, termasuk Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim.

"Jadi Nadiem dikasih kamera lagi pake OSIS terus Pak Erick sehari sebelumnya mungkin kurang puas jadi tukang bakso sekarang jadi tukang pecat," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara karena terlibat dalam penyelundupan Harley Davidson yang dikemas secara terpisah menjadi 15 kotak dan juga sepeda Brompton.

Dalam konferensi yang dilakukan bersama dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan pihak terkait, Erick Thohir menyatakan pihaknya merasa sedih dengan kasus ini.

"Ini yang sungguh menyedihkan, ini proses secara menyeluruh di dalam sebuah BUMN, bukan individu, menyeluruh,"

"Ini yang tentu ibu (Menkeu) pasti sangat sedih dan saya sangat sedih, ketika kita ingin mengangkat citra BUMN, membangun kinerja BUMN, ketika oknum-oknumnya tidak siap, inilah yang terjadi," seperti dilansir dari tayangan Breaking News Kompas Tv, Kamis (5/12/2019).

Dikatakan menyeluruh karena dalam kasus ini ternyata melibatkan petinggi Garuda lain.

Ari Askhara disebut membeli Harley Davidson klasik tipe Shovelhead keluaran 1970 an ini, pada April 2019 lalu.

Proses transaksi dilakukan dengan menggunakan rekening pribadi dari Finance Manager Garuda Indonesia di Amsterdam, Belanda.

Erick Thohir kemudian mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui keterlibatan sejumlah pihak lain.

"Tentu proses daripada ini, karena ini adalah perusahaan publik pasti ada prosedurnya lagi, tidak sampai di situ saja, kita akan terus melihat lagi oknum-oknum yang akan tersangkut di dalam kasus ini," ujar Erick Thohir.

Kasus ini pun akan ditangani oleh Kementerian Keuangan dan juga Dirjen Bea Cukai karena menyangkut dengan kerugian negara.

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani memaparkan soal kerugian yang dialami negara dalam kasus penyelundupan Harley Davidson di pesawat baru Garuda ini.

Sri Mulyani mengatakan kerugian negara berkisar hingga angka Rp 1,5 miliar.

"Berdasarkan penelusuran kami dan harga di pasar, perkiraan motor Harley Davidson tersebut mungkin mencapai Rp 800 juta per unitnya."

"Sedangkan nilai dari sepeda Brompton berkisar antara Rp 50 hingga 60 juta per unitnya, mungkin ada yang bilang lebih, dengan demikian total kerugian negara potensi atau yang terjadi kalau mereka tidak deklarasi, adalah antara Rp 532 juta hingga Rp 1,5 miliar," beber Sri Mulyani dikutip dari KompasTV.

Saat ini, pihak Bea dan Cukai melakukan penelitian lebih lanjut terhadap sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini, termasuk ground handling dan juga penumpang yang namanya tertera pada claim tax boks berisi Harley tersebut.

(TribunWow.com/Mariah Gipty/Vintoko)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Rocky Gerung Nilai Erick Thohir Hanya Pencitraan Copot Ari Askhara: Kurang Puas Jadi Tukang Bakso

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunWow.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved