Yandex

Tribunnews Wiki

PT Krakatau Steel (Persero) - Produsen Baja Terbesar di Indonesia

Jumat, 15 November 2019 08:20 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - PT Krakatau Steel merupakan BUMN yang bergerak di bidang produksi baja.

Perusahaan yang beroperasi di Cilegon, Banten ini mulanya dibentuk sebagai wujud pelaksanaan Proyek Baja Trikora.

PT Krakatau Steel diinisiasi oleh Presiden Soekarno pada tahun 1960.

Baca: Roda Terlepas, Kereta Barang Pengangkut Baja PT Krakatau Steel Anjlok Tak Jauh dari Stasiun Batang

Soekarno ingin Indonesia memiliki pabrik baja yang mampu mendukung perkembangan industri nasional yang mandiri, bernilai tambah tinggi, dan berpengaruh bagi pembangunan ekonomi nasional.

Sejarah

Dicanangkan pertama kali sebagai Proyek Besi Baja Trikora oleh Presiden Soekarno, PT Krakatau Steel yang berdiri pada tahun 1970 telah berkembang menjadi produsen baja terbesar di Indonesia.

Dalam kurun waktu 10 tahun, Krakatau Steel telah menunjukkan perkembangan yang pesat dengan bertambahnya berbagai fasilitas produksi seperti Pabrik Besi Spons, Pabrik Billet Baja, Pabrik Baja Batang Kawat, serta fasilitas infrastruktur pendukungnya, yaitu pembangkit listrik, pusat penjernihan air, pelabuhan dan sistem telekomunikasi.

Sejak itulah Krakatau Steel dikenal sebagai produsen baja terbesar di Indonesia.

Kelengkapan infrastruktur menjadikan PT Krakatau Steel sebagai industri baja terpadu yang tidak hanya mampu menyediakan suplai produk baja, tetapi turut mendorong pertumbuhan dunia industri di tanah air.

Berbekal kemampuan teknis dan manajerial, PT Krakatau Steel (Persero) telah meraih Sertifikasi ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001/SMK3, ISO 17025, dan Sistem Manajemen Pengamanan (SMP).

Pada tahun 1973, Perseroan memproduksi pipa spiral untuk pertama kalinya dengan spesifikasi ASTM A252 dan AWWA C200.

Sejak tahun 1977, Perseroan telah memperoleh sertifikasi API 5L dan sejak 2009 juga meraih sertifikasi BC 1, yang merupakan standar Building and Construction Authority yang dikeluarkan oleh Negara Singapura.

Atas komitmen Perseroan terhadap keselamatan kerja dan kesehatan lingkungan, SGS International menyerahkan Sertifikasi ISO 14001 pada tahun 1997.

Sebelumnya, Perseroan juga telah memperoleh Sertifikasi ISO 9001 pada tahun 1993 yang kemudian diperbarui dengan Sertifikasi ISO 9001: 2000 pada tahun 2003, kemudian diperbarui kembali menjadi ISO 9001: 2008 oleh SUCOFINDO tahun 2010.

Seritifikasi ISO 17025 terdiri dari Sertifikasi Laboratorium Kalibrasi, Sertifikasi Laboratorium Kimia dan Mekanik; dan Sertifikasi Laboratorium Lingkungan yang diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Perseroan juga telah mendapatkan JIS Marking approval untuk produk-produk HRC sejak tahun 1991, CRC dan WR sejak tahun 1993.

Selain itu Perseroan juga telah menetapkan Standar Nasional Produk Indonesia melalui SNI wajib pada tahun 2011 untuk HRC dan 2012 untuk CRC.

Dalam bidang pengamanan, Perseroan juga telah memperoleh sertifikasi SMP yang dikeluarkan oleh KAPOLRI dengan menerapkan Perkap 24/2007 pada tahun 2012.

Pencapaian ini merupakan perwujudan komitmen Perseroan terhadap standar kualitas bertaraf Internasional.

PT Krakatau Steel (Persero) meluncurkan penawaran umum perdana (IPO) pada 10 November 2010 dan sejak saat itu, saham Perseroan terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan nama KRAS.

Dengan kapasitas produksi yang mencapai 3,15 juta ton per tahun, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memproduksi sejumlah produk unggulan seperti Baja Lembaran Panas, Baja Lembaran Dingin, dan Baja Batang Kawat.

Melalui anak usahanya, Perseroan juga mengeluarkan jenis produk baja untuk sektor industri khusus, antara lain Pipa Spiral, Pipa ERW, Baja Tulangan, dan Baja Profil.

Berkat kemampuannya untuk memproduksi baja dengan spesifikasi khusus, terutama dalam mendukung infrastruktur pertahanan nasional, Perseroan dikenal sebagai salah satu industri strategis Indonesia.

Saat ini, Perseroan telah menargetkan untuk meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 4,65 juta ton pada tahun 2017.

Hal ini dilaksanakan dengan menambah kapasitas produksi Baja Lembaran Panas sebesar 1,5 juta ton.

Selain menguasai pangsa pasar domestik, Perseroan juga mengandalkan ekspor produk baja untuk meningkatkan volume penjualannya.

Fasilitas Produk

Perseroan merupakan produsen baja lembaran panas (HRC) dan baja lembaran dingin (CRC) terbesar serta produsen batang kawat baja (WR) terbesar kedua di Indonesia.

Hal ini memposisikan Perseroan sebagai produsen baja terbesar di Indonesia dan pemain baja penting di kawasan Asia Tenggara.

Fasilitas produksi baja terintegrasi yang dimiliki Perseroan meliputi fasilitas produksi pembuatan besi (ironmaking) berupa Direct Reduction Plant, pengolahan baja (steelmaking) yang terdiri dari 10 (sepuluh) dapur busur listrik (electric arc furnace/EAF) dan 5 (lima) fasilitas continuous casting machine, pabrik pengerolan baja (rolling mill) yang terdiri dari pabrik baja lembaran panas (hot strip mill), pabrik baja lembaran dingin (cold rolling mill), pabrik batang kawat baja (wire rod mill), pabrik baja tulangan (bar mill), pabrik baja profil (section mill) dan pabrik pipa baja (pipe mill).

Untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2015 dan periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2016, Perseroan memproduksi 1.468.329 ton dan 955.650 ton produk HRC, 559.450 ton dan 267.078 ton produk CRC, serta 134.595 ton dan 83.978 ton produk batang kawat baja (WR), 66.077 ton dan 33.571 ton baja profil (steel section), 124.481 ton dan 46.830 ton baja tulangan (steel bar), dan 71.802 ton dan 34.512 ton pipa baja (steel pipe).

Perseroan menggunakan HRC yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan CRC dan pipa baja dalam jumlah besar.

Perseroan menjual sebagian besar produknya di Indonesia terutama pada pelanggan Perseroan di Jakarta dan sekitarnya, dan Surabaya, Jawa Timur.

Fasilitas produksi Perseroan terletak di Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan pasar utama produk Perseroan berada di Jakarta yang dapat dicapai melalui akses jalan tol sejauh 94 kilometer.

Kegiatan operasional Perseroan didukung oleh berbagai infrastruktur pendukung serta pasokan utilitas yang disediakan oleh anak usaha Perseroan, yaitu: pembangkit listrik, jasa kepelabuhanan, dan fasilitas pengolahan air.

Pelabuhan Cigading yang terletak di Selat Sunda merupakan akses utama Perseroan kepada pelanggan domestik di luar Jawa, pasar ekspor, serta pasokan bahan baku dari dalam dan luar negeri.

Dalam rangka menurunkan biaya produksi serta pengembangan usaha dengan meningkatkan pasokan produk HRC, Perseroan telah memulai pelaksanaan program pembangunan Blast Furnace Complex yang akan memproduksi besi cair sebanyak 1,2 juta ton per tahun serta pabrik baja lembaran panas (hot strip mill) baru berkapasitas 1,5 juta ton per tahun.

Pabrik Blast Furnace Complex direncanakan mulai beroperasi pada Desember 2016, sedangkan pembangunan HSM #2 direncanakan selesai pada 2019.

Perseroan berencana untuk menggunakan hasil Penawaran Umum Terbatas untuk mendanai beberapa proyek yang termasuk di dalam pengembangan usaha Perseroan, yaitu peningkatan kapasitas produksi di fasilitas pembuatan baja lembaran panas (hot strip mill) serta pembangunan PLTU Batubara 1x150 MW.

Jumlah penjualan konsolidasian Perseroan untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Desember 2014 dan 2015 adalah masing-masing sebesar USD 1.868.845 ribu, dan USD 1.321.823 ribu.

Sedangkan untuk periode 6 (enam) bulan yang berakhir pada 30 Juni 2015 dan 2016 adalah masing-masing sebesar USD 677.238 ribu dan USD 659.121 ribu.

Hot Rolled Coil/Plate

Baja lembaran panas yang berupa coil dan pelat adalah jenis produk baja yang dihasilkan dari proses pengerolan panas.

Pabrikan dan para pengguna jenis baja ini umumnya menyebut produk ini 'baja hitam' sebagai pembeda terhadap produk baja lembaran dingin yang juga biasa dikenal sebagai 'baja putih'.

Krakatau Steel juga memproduksi baja plain carbon dan baja micro-alloyed yang dapat digunakan untuk berbagai penggunaan, dari kualitas umum atau komersial hingga kualitas khusus, seperti struktur rangka baja, komponen dan rangka kendaraan bermotor, tiang pancang, komponen alat berat, fabrikasi umum, pipa dan tabung umum, pipa dan tabung untuk jalur pipa dan casing, tabung gas, baja tahan korosi cuaca, bejana bertekanan, boilers, dan konstruksi kapal.

Ketebalan pelat baja lembaran panas berkisar antara 0,18 hingga 25 mm, sedangkan lebarnya antara 600 hingga 2060 mm.

Produk baja lembaran panas dapat diberikan dalam bentuk coil dan pelat.

Kondisinya dapat berupa gulungan atau sebagai produk yang melalui proses pickling dan oiling (hot rolled coil-pickled oiled atau HRC-PO).

Cold Rolled Coil/Sheet

Baja lembaran dingin yang banyak dikenal dengan nama 'baja putih' ('white steel') adalah salah satu bentuk produk baja yang dihasilkan dari proses pengerolan dingin. 'Baja putih' ini memiliki sifat tipikal yang berbeda secara signifikan dengan 'baja hitam' atau baja lembaran panas.

Baja lembaran dingin memiliki kualitas permukaan yang lebih baik, lebih tipis dan dengan ukuran yang lebih presisi, serta mempunyai sifat mekanis yang baik dan formability yang sangat bagus.

Baja dalam kategori ini umumnya dimanfaatkan dalam proses pembentukan karena material ini memiliki formability, weldability, dan kualitas roughness yang lebih baik.

Baja putih ini juga dipakai untuk aplikasi dalam industri galvanizing (zinc-coating), enamelware (porcelain-coating), dan digunakan sebagai bahan baku pembuatan kaleng makanan berlapis timah (tin mill-black plate) dalam industri makanan dan minuman.

Untuk lembaran baja yang dikuatkan (annealed sheet), kisaran ketebalan baja putih yang dihasilkan Krakatau Steel adalah 0,20 hingga 3,00 mm, sedangkan untuk unannealed (dalam bentuk gulungan) ketebalan maksimumnya adalah 2,00 mm.

Wire Rod

Batang kawat dibuat dari baja billet, oleh sebab itu batang kawat dikategorikan sebagai produk batangan, untuk membedakannya dari baja lembaran panas dan baja lembaran dingin yang dibuat dari baja slab.

Batang kawat biasanya dikelompokkan berdasarkan kandungan karbonnya, yaitu batang kawat dengan karbon rendah, sedang, atau tinggi.

Selain itu batang kawat juga dikategorikan berdasarkan aplikasinya.

Batang kawat karbon rendah dan sedang memiliki kandungan karbon kurang dari 0,25%.

Baja jenis ini umumnya digunakan untuk kawat, paku, wire mesh, dan sebagai bahan baku untuk welded fabrication (kisi-kisi jendela atau pintu, pagar, dan jeruji).

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul: Krakatau Steel

Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved