Viral di Medsos

Kronologi Oknum Polisi Berhentikan Mobil Ambulans yang Bawa Pasien dan Pukul Sopir

Senin, 4 November 2019 10:19 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM, PADANG - Sabtu (2/11/2019) siang, Zulfan, sopir mobil ambulans dari rumah sakit (RS) Sri Pamela hendak mengantarkan pasien ke RSUD Kumpulan Pane, Tebingtinggi, Sumatera Utara (Sumut).

Ditengah perjalanan, Zulfan terjebak macet.

Kemudian ia pun membunyikan sirine mobil untuk diberi jalan karena sedang membawa pasien.

Namun, saat di Jalan KF Tandean, Tebingtinggi, ia diberhentikan oleh oknum polisi berinisial Brigadir UMP.

Saat diberhentikan, keduanya sempat terlibat adu mulut, bahkan.

Oknum polisi itu memaksa hendak mengambil kunci mobil, namun upaya polisi itu ditepis oleh Zulfan.

Karena tak berhasil mengambil kunci mobil, oknum polisi itu tiba-tiba memukulnya,

Merasa tak senang. Zulfan pun turun dan mendorong polisi itu.

Peristiwa oknum polisi menghentikan mobil ambulans dan memukul sopirnya pun viral di media sosial, hingga akhirnya Brigadir UMP pun dinonaktifkan dari satuannya.

Kapolres Tebingtinggi AKBP Sunadi membenarkan peristiwa itu.

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula saat sang sopir ambulans menghidupkan sirene karena kondisi macet.

"Dari situlah kesalahpahaman dengan petugas kami," katanya, Sabtu sore

Setelah kejadian itu, sambung Sunadi, kedua belah pihak sudah dipertemukan di Taman Musyawarah, Mapolres Tebingtinggi, dan diselesaikan secara kekeluargaan.

"Keduanya sudah bersalaman, saling meminta maaf dan memaafkan, berangkulan," katanya.

Dinonaktifkan dari Satlantas

Setelah viral di media sosial dengan aksinya yang menghentikan mobil ambulans karena suara sirine, Brigadir UMP pun dinonaktifkan dari satuannya.

Sunadi mengatakan, setelah dinonaktifkan. Yang bersangkutan saat ini dibawa pembinaan Sie Propam Polres Tebingtinggi.

Penoaktifan Brigadir UMP, lanjut Sunadi. Untuk memudahkan proses penyelidikan dan kelengakapan berita acara.

"Terus dalam pemeriksaan untuk dilaksanakan sidang disiplin. Sidang itu menunggu kelengkapan dari berita acaranya setelah itu kita kirimkan ke Bidkum Polda Sumut untuk pelaksanaan sidang," katanya.

Yang salah harus bertanggung jawab

Sunadi menegaskan, tindakan yang dilakukan Brigadir UMP telah menimbulkan preseden tidak baik di masyarakat terhadap Polri yang seharusnya melindungi dan menegakkan hukum.

"Itu untuk kebaikan bersama, sementara kami non-aktifkan dari Satlantas. Sesuai dengan hak dan kewajiban di Polri. Itu kan juga butuh kepastian hukum, seperti apa salahnya, tidak boleh terkatung-katung. Posisinya seperti apa," katanya.

Masih dikatakannya, yang salah harus bertanggung jawab atas perbuatannya.

Mengenai keputusannya, tergantung pada sidang disiplin, nantinya.

"Tidak boleh salah terus dibiarkan begitu saja. itu untuk dia sendiri juga, misalnya kenaikan pangkat. Kalau ada yang belum selesai di administrasi kan kasihan juga," jelasnya.

(Penulis: Kontributor Medan, Dewantoro, Editor: David Oliver Purba dan Khairina)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Duduk Perkara Oknum Polisi yang Berhentikan Mobil Ambulans, Berawal dari Bunyi Sirene"

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Oknum Polisi Paksa Berhentikan Mobil Ambulans yang Bawa Pasien, Sopirnya Ikut Dipukuli

ARTIKEL POPULER:

Baca: Foto Viral Penjual Cilok Cantik di Solo, Berawal dari Membantu Kakak, Kini Omzet Jadi Naik

Baca: Viral di Medsos, Tangga Tempat Joker Menari Diserbu Turis untuk Foto-foto

Baca: Kasus Viral Polisi Adu Mulut dengan Sopir Ambulans lalu Saling Pukul Diduga karena Bunyi Sirine

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved