Rabu, 22 April 2026

Tribunnews Wiki

PA 212 Ingin Prabowo Pulangkan Habib Rizieq, Gerindra: Bukan Tugas Menhan

Jumat, 25 Oktober 2019 23:02 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - PA 212 berkeinginan 100 Hari Kerja Prabowo Subianto bisa pulangkan Habib Rizieq Shihab, Gerindra sebut bukan tugas Menteri Pertahanan.

PA 212 berharap Prabowo Subianto dapat memulangkan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

PA 212 menargetkan 100 hari kerja kepada Prabowo Subianto untuk dapat membawa pulang Habib Rizieq Shihab kembali ke Indonesia.

Seperti diketahui, Prabowo Subianto secara resmi menjabat sebagai Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Maju.

Prabowo Subianto akan bekerja di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin.

Presiden Jokowi secara resmi memperkenalkan Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan untuk membantunya di kabinet jilid II tersebut pada Rabu (23/10/2019) kemarin.

Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin berharap Prabowo Subianto tetap memperjuangkan pihaknya.

Bahkan, Novel Bamukmin memberikan tantangan untuk Prabowo Subianto yang menyatakan diri siap menjadi menteri di pemerintahan Jokowi-Maruf Amin.

Novel Bamukmin masih mengandalkan Prabowo Subianto untuk mewujudkan garis perjuangan PA 212.

Ia masih menginginkan Prabowo Subianto agar tak melupakan pesan yang terkandung dalam Ijtima Ulama IV.

Dilansir dari Tribun Kaltim, Novil Bamukmin akan melihat hasil kerja Prabowo Subianto bila menjadi menteri di Kabinet Kerja Jilid 2.

"Kami masih sangat berharap, menyimpan harapan supaya Prabowo Subianto masih bisa membela kami dan kami tunggu hasil kerjanya 100 hari ke depan," ungkap Novel Bamukmin kepada awak media pada Senin (21/10/2019), dikutip dari TribunnewsBogor.

Salah satu hal yang disinggung Novel Bamukmin adalah upaya pemulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Poin tersebut tertuang dalam Ijtima Ulama IV.

"Termasuk pemulangan HRS (Habib Rizieq Shihab) dan usut tuntas hilangnya nyawa anak bangsa dalam pertarungan politik ini," tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan pemulangan Habib Rizieq bukanlah tugas Kementerian Pertahanan.

Hal itu dikatakannya merespons permintaan PA 212 memberi target 100 hari kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memulangkan Habib Rizieq.

"Terkait dalam hal permintaan Alumni 212 untuk mengembalikan Habib Rizieq, tentu itu menjadi tugas daripada kementerian terkait.

Ada di situ Kementerian Luar Negeri yang bertanggung jawab terhadap seluruh WNI di luar negeri, ada Kemenkum HAM yang bertanggung jawab terkait dengan masalah-masalah hukum seluruh warga negara yang di luar negeri, termasuk Imigrasi," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10/2019) mengutip Tribunnews.com.

"Juga tentu menjadi urusan Kemendagri terkait politik dan sebagainya.

Setidaknya ada tiga kementerian ini yang terkait.

Dan tentu ini bukan menjadi tugas Kementerian Pertahanan," lanjutnya.

Menurut penuturannya, permintaan memulangkan Habib Rizieq itu sudah diajukan PA 212 sejak Prabowo menjadi calon presiden pada Pilpres 2019 lalu.

Namun, karena Prabowo tak terpilih menjadi presiden dan saat ini menjabat menteri, Riza meminta masyarakat memahami bahwa Prabowo harus menjalankan visi-misi Presiden Jokowi.

"Untuk itu, terhadap seluruh harapan permintaan masyarakat harus bisa memahami bahwa sekarang posisi Pak Prabowo adalah sebagai Menhan.

Tentu sebagai Menhan beliau harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan visi-misi program presiden terpilih, yaitu program Pak Jokowi-Ma'ruf Amin dan tentu beliau tugasnya menjaga kedaulatan negara," ujar Riza.

 Tanggapan PKS

Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan, dirinya menghadiri acara pelantikan kabinet pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin periode 2019-2024 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Hidayat menceritakan, ia bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan memberikan ucapan selamat atas jabatan baru Prabowo sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

"Dan secara khusus tadi kepada Pak Prabowo saya sampaikan selamat dan saya doakan beliau sukses menjalankan amanat ini," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Hidayat mengatakan, Prabowo berterima kasih atas kehadirannya dan menyatakan agar PKS tidak melupakan Gerindra sebagai sahabat lama.

"Dan beliau sampaikan ke saya 'Terima kasih dan jangan pernah lupakan kawan lama'.

'Kita adalah kawan lama pasti akan terus bersama sama'," ujar dia.

Hidayat mengatakan, PKS menghormati keputusan Prabowo untuk bergabung ke koalisi pemerintah. Ia mengatakan, PKS tidak menjadi pihak oposisi sendirian.

Ada PAN dan Demokrat yang memutuskan untuk tidak bergabung ke koalisi pemerintah.

"Percaya PKS tidak akan sendirian, dan ternyata terbukti kan ada kawan kawan dari, tidak ada unsur dari PAN dan Demokrat dalam kabinet.

Jadi pada hakikatnya menurut kami, memang demokrasi itu ada yang di dalam kabinet dan ada di luar kabinet," tutur Hidayat.

Lebih lanjut, Hidayat mengatakan, PKS tetap ikut membangun bangsa melalui fungsi dan kewenangan yang dimiliki di DPR.

Ia mengatakan, PKS siap mengawal jalannya pemerintahan lima tahun ke depan.

Presiden Joko Widodo menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

Penunjukan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan diumumkan Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Pengumuman dilakukan tiga hari setelah Jokowi dilantik sebagai presiden di Gedung DPR/MPR, Minggu (20/10/2019).

(Tribunnewswiki.com/Putradi Pamungkas, Tribunnewsbogor.com/Damanhuri)

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com dengan judul: PA 212 Tagih Pulangkan Rizieq Shihab, Gerindra : Bukan Tugas Menhan, Prabowo Jalankan Misi Jokowi.

ARTIKEL POPULER:

Baca: Menhan Baru Prabowo Subianto Diminta Pulangkan Habib Rizieq, NasDem: Tidak Relevan

Baca: PA 212 Minta Prabowo Pulangkan Habib Rizieq, Nasdem: Tidak Relevan

Baca: Prabowo Jadi Menteri Pertahanan, Isu Rizieq Shihab Pulang Mencuat

TONTON JUGA:

Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved