Selasa, 21 April 2026

Tribunnews WIKI

Pengguna Whatsapp di Lebanon akan Dikenai Pajak Negara Rp30.000 per Hari

Sabtu, 19 Oktober 2019 15:53 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Sejak diusulkan adanya pungutan pajak baru bagi pengguna Whatsapp dan lainnya, warga Lebanon melakukan aksi demonstrasi besar.

Ribuan warga Lebanon terlihat turun ke jalan untuk melakukan unjukrasa menentang rencana pemerintah mengenakan pajak baru bagi penguna Whatsapp.

Mereka meneriakkan "Revolusi" dan "Maling" - merujuk kepada korupsi yang merajalela di negeri yang memiliki salah satu hutang terbesar di dunia.

Pajak yang diterapkan di Lebanon adalah berupa pajak harian sebesar Rp 30 ribu bagi para pengguna pesan internet, satu diantaranya adalah Whatsapp, seperti dilansir oleh ABC News Australia, Jumat, (18/10/2019).

Aksi demonstrasi ini adalah bentuk pelampiasan kemarahan warga kepada para politisi yang dianggap korup dan salah urus negara yang mengakibatkan krisis ekonomi di Lebanon.

Selain Whatsapp dan penggunaan internet lainnya, pemerintah Lebanon juga akan meningkatkan pajak untuk rokok dan BBM yang diagendakan akan masuk pada rancangan APBN tahun 2020.

Protes warga dimulai dengan beberapa belas orang yang mendatangi di pusat kota Beirut.

Protes ini kemudian dengan cepat menyebar menjadi demo besar.

Demonstrasi besar ini terjadi sejak adanya krisis sampah tahun 2015 dengan ribuan orang yang melakukan protes di seluruh daerah di negara Lebanon.

Ratusan orang berkumpul di dekat kantor-kantor pemerintah dan gedung Parlemen di Beirut.

Beberapa pengunjuk rasa melemparkan batu, sepatu dan botol air minum ke arah petugas keamanan dan terlibat bentrok dengan polisi.

Aparat Kepolisian dan Tentara Mengalami Luka

Ketika iring-iringan mobil membawa Menteri Pendidikan Akram Chehayeb yang melewati pusat kota Beirut, pengunjukrasa terlihat mengerebuti mobil menteri dan menendang mobil tersebut.

Seorang pengawal keluar dari mobil dan melepaskan tembakan otomatis ke udara.

Chehayeb kemudian keluar dari kendaraan dan mendorong pengawal tersebut untuk tidak melakukan tembakan lagi.

Tidak ada yang terluka dalam insiden tersebut.

Demonstran Tidak Akan Berhenti Sampai Pemerintah Lebanon Mengundurkan Diri

Para pengunjukrasa juga menutup jalan di beberapa kota di Lebanon, termasuk kota Tripoli di Utara, Tyre di Selatan dan Baalbek di Timur Laut.

Beberapa pengunjuk rasa mengatakan mereka akan tetap berada di jalan sampai pemerintah mengundurkan diri.

"Bila ada pemerintahan baru yang dibentuk, mereka akan mengambil kebijakan serupa," katanya.

Pengunjuk rasa menutup jalan utama dengan membakar ban dan sampah sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Dengan unjukrasa terus meningkat, Kementerian Pendidikan mengumumkan seluruh sekolah negeri dan swasta serta universitas ditutup hari Jumat.

Menteri Telekomunikasi Mohamed Choucair yang muncul d televisi setelah protes terjadi mengatakan bahwa Perdana Menteri Saad Hariti telah memintanya untuk mencabut usulan pengenaan pajak WhatsApp.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Artikel ini telah ditayangkan di tribunnewswiki.com dengan judul: Pengguna Whatsapp Disuruh Bayar Pajak Rp 30 Ribu, Ribuan Warga Lebanon Teriaki Pemerintah 'Maling'

ARTIKEL POPULER:

Baca: 6 Hukum Pajak Paling Unik dari Berbagai Negara, Ada Pajak Bagi Orang Gemuk hingga Bertato

Baca: Revina Unggah Cuitan soal Tas Rp20 Juta, Ditjen Pajak Langsung Balas dengan Foto SPT

Baca: Belum Bayar Pajak Daerah, Tiga Rumah Makan di Banjarbaru Diberi Peringatan

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki

Tags
   #Tribunnews WIKI   #WhatsApp   #pajak negara   #Lebanon

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved