Local Experience
Waterleiding, Bukti Kecanggihan Belanda Mengelola Air tanpa Mesin Era Kolonial
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kota Tegal merupakan salah satu kota yang menyimpan banyak bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.
Salah satu bangunan itu adalah sebuah Menara air bernama “Waterleideng”.
Menara itu berfungsi untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat sekitar. Tingginya mencapai 36 meter dengan tampungan air mencapai 500 meter kubik.
Menara air itu disebut bisa menampung air tanpa mesin dengan kapasitas 500-600 meter kubik.
Air dialirkan dari sumber air di kawasan Bumiayu di lereng Gunung Slamet melalui pipa bawah tanah ke kawasan yang lebih rendah di Kota Tegal.
Jalur airnya dibuat menggunakan pipa dari baja yang didatangkan langsung dari negeri Belanda.
Operasional Waterleideng itu dijalankan tidak menggunakan mesin sama sekali. Sistemnya menggunakan tekanan air yang mengalir dari dataran tinggi ke dataran rendah.
Menara air itu aktif beroperasi pada tahun 1931 hingga 1980-an.
Namun sekarang Waterleiding sudah tidak berfungsi karena beberapa faktor, di antaranya debit air yang semakin berkurang dan kebocoran di bagian penampung air.(*)
Video Production: Eftian Rio Prayoga
Sumber: Tribunnews.com
Local Experience
Serunya Rebutan Sayur di Kirab Gunungan Merti Desa: Festival Candi Kembar 2026 Klaten
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.