Senin, 13 April 2026

Travel

Kuliner Malam Sego Otot Landungsari di Pekalongan, Olahan Otot Sapi yang Nikmat

Rabu, 2 Juni 2021 11:09 WIB
TribunTravel.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kuliner Pekalongan selalu identik dengan nasi megono dan tauto.

Selain kedua hidangan tersebut, ternyata ada Sego Otot atau yang sering dikenal Nasi Otot.

Salah satu penjaja Sego Otot di Pekalongan yaitu Sego Otot Landungsari.

Kuliner malam di Pekalongan ini berlokasi di di Jalan HOS Cokroaminoto, Landungsari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.

Warung makan kalong ini, lokasinya tidak jauh dari Pasar Grogolan.

Sego Otot adalah nasi campur yang disertai sayur dan lauk.

Tapi yang bikin luar biasa, karena ada tambahan olahan otot sapi.

Baca: Uniknya Martabak Piring Murni, Kuliner Malam di Medan yang Dimasak Secara Tradisional

Pantauan Tribunjateng.com, sekitar pukul 21.30 WIB, di warung makan kalong sudah banyak pembeli yang mengantre untuk membeli Sego Otot.

Biasanya, ketika pembeli membeli Sego Otot pasti megono menjadi pelengkap pada nasi tersebut.

Biar tambah enak lagi, pedagang selalu menawarkan potongan pete, tempe mendoan, dan dicampur megono.

Pembeli tidak hanya warga Pekalongan saja, ternyata banyak warga dari luar kota yang sering makan di warung makan tersebut.

Menjelang dini hari, di sekitar Jalan HOS Cokroaminoto bukannya sepi.

Lokasi ini kian hidup dan semarak karena warung-warung tenda yang menjajakan Sego Otot kian ramai pengunjung.

Tri Mulyo (34) pemilik warung makan Sego Otot kalong mengatakan, menu otot itu merupakan urat-urat sapi atau kerbau yang disajikan bersama nasi megono khas Pekalongan.

"Dulu otot yang digunakan untuk pelengkap nasi megono yaitu otot kerbau. Sekarang, otot yang dipakai yaitu otot sapi," kata Tri, pemilik warung Sego Otot Landungsari kepada Tribunjateng.com, Sabtu (20/3/2021).

Baca: VIDEO TRAVEL | Berburu Kuliner Malam di Alun-Alun Kidul Keraton Surakarta

Meski yang dimasak adalah urat-urat sapi atau kerbau, ia mengungkapkan, ketika dimakan pembeli tidak akan kesusahan saat menyantapnya.

"Memasak otot cukup lama sekitar 3 jam agar lembut ketika dimakan. Terus, bumbu rempah-rempah menambah kenikmatan otot tersebut," ungkapnya.

Satu porsi Sego Otot, bisa dikombinasikan dengan lauk-lauk lainnya agar terasa nikmat ketika di makan.

"Pembeli biasanya menambahkan Sego Otot dengan pete dan sambal goreng tomat," imbuhnya.

Dikatakannya, sehari ia bisa menghabiskan 15 kg otot dan satu porsi Sego Otot dihargai Rp17 ribu.

Warung Sego Otot ini buka pada pukul 17.00 WIB hingga pukul 04.00 pagi.

Lalu, untuk pembeli kebanyakan warga Pekalongan dan ada juga dari luar kota

"Untuk pembeli dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, dan ada juga pembeli yang dari Pemalang sampek laju untuk makan Sego Otot saja," katanya.

Tri menambahkan, ia sudah 13 tahun berjualan nasi megono otot.

Erlina Puji Lestari (18) pembeli Sego Otot mengatakan, ia sering makan di warung makan nasi megono otot.

"Kalau habis pulang kerja, pasti saya makan nasi megono otot. Sego Otot di sini rasanya enak sekali, apalagi rempah-rempahnya di ototnya terasa sekali," kata Puji.

Satu porsi nasi megono otot di sini Rp17 ribu dan ini itu belum sama minum.

"Sudah murah dan di lidah sangat cocok sekali makanannya," imbuhnya.

Hal yang sama diucapkan oleh Tri Purwanti warga Kendal menceritakan, ia baru pertama kali mencicipi makanan ini.

"Saya baru pertama kali mencicipi makanan Sego Otot, ternyata rasanya enak. Terus ototnya ketika di makan kinyil-kinyil," katanya.

Ia menambahkan, nasi megono otot ini sangat rekomend sekali saat malam hari perut terasa lapar.

# Kuliner Malam # wisata kuliner # Sego Otot # Pekalongan

Baca artikel lainnya terkait Kuliner Malam

Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Sego Otot Landungsari, Kuliner Malam di Pekalongan dengan Tambahan Olahan Otot Sapi

Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved