Travel
Destinasi Wisata Sejarah di Minahasa, Monumen Benteng Moraya
TRIBUN-VIDEO.COM - Benteng Moraya merupakan objek wisata bersejarah yang ada di Minahasa.
Objek wisata yang satu ini merupakan saksi bisu Perang Tondano.
Benteng Moraya menjadi salah satu destinasi andalan Kabupaten Minahasa.
Ada banyak spot foto yang disedikan di tempat ini, selain itu pengunjung juga bisa belajar akan sejarah singkat Minahasa.
Benteng Moraya terletak di Kelurahan Roong, Kecamatan Tondano Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.
Berjarak sekira 35 kilometer dari pusat kota Manado, menuju ke Benteng Moraya bisa ditempuh sekira 75 menit menggunakan kendaraan bermotor.
Traveller bisa menggunakan akses jalan Manado-Tomohon, bisa juga menggunakan akses jalan Tombulu dan akan melewati Desa Kembes.
Perbandingan antara kedua akses jalan ini hampir sama, jadi traveller bisa leluasa menentukan akses mana yang akan digunakan.
Mendekati Benteng Moraya, traveller akan menemukan Patung Korengkeng Sarapung yang berdiri tegak di tengah persimpangan jalan.
Kawasan Benteng Moraya berada tak jauh dari situ, hanya sekitar 200 meter.
Traveller akan disambut dengan huruf raksasa berwarna merah yang bertuliskan Benteng Moraya yang berada tepat di tepi jalan.
Ada juga pilar menjulang tinggi berrelief yang menceritakan sejarah dan budaya Minahasa.
Ada 12 pilar berdiri tegak tepat di belakang huruf raksasa Menteng Moraya, 6 pilar berada di sebelah kanan dan 6 di sebelah kiri.
Dari situ Traveller bisa melihat secara jelas sebuah menara pandang berdiri kokoh yang menjulang tinggi.
Pengunjung bisa naik ke atasnya dan menikmati pemandangan yang ada di sekitar.
Di arah barat Traveller dapat melihat Gunung Tampusu dan Gunung Lokon, di timur ada sebagian Danau Tondano dan pegunungan Lembean, dan di arah utara traveller bisa melihat puncak tertinggi Sulawesu Utara, Gunung Klabat yag ada di kejauhan.
Ketika berada di atas menara pandang, hembusan angin terasa lebih kencang.
Di sekitar menara pandang juga telah disediakan tempat duduk, yang bisa digunakan oleh pengunjung.
Ada kolam yang mengitari menara pandang.
Kolam ini berisi ikan dan warga setempat sering memancing di tempat ini.
Objek wisata yang satu ini juga memiliki fasilitas seperti aula, amphitheater, hingga kios-kios yang menjajakan berbagai makanan dan kuliner ringan.
Di dinding belakang amphitheater, terdapat daftar marga orang Minahasa yang diukir rapih berdasarkan abjad.
Pengunjung sering menjadikan tempat ini untuk berswafoto, sambil menunjuk marga mereka.
Di bagian belakang juga terdapat waruga yang diatur berjejeran.
Waruga merupakan makam kuno leluhur Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari 2 bagian.
Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya memliki ruang.
Tak jauh dari situ juga terdapat puluhan potongan batang kayu yang diatur berdiri tegak.
Kawasan Benteng Moraya ramai dikunjungi wisatawan yang datang dari dalam daerah maupun luar daerah, bahkan ada yang dari mancanegara.
Tapi saat ini Benteng Moraya ditutup sementara untuk mencegah penyebaran Virus Corona. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunTribunManadoTravel.com dengan judul Monumen Benteng Moraya, Saksi Bisu Perang Tondano yang Mengagumkan, Ada Kisah Heroik di Baliknya
Sumber: TribunTravel.com
Tribunnews Update
Gerak-gerik Aneh Suami di Mitra sebelum Bunuh Istri, Kakek: Berkunjung tapi Gak Pamit ke Ibu Korban
Senin, 13 April 2026
Tribunnews Update
Ibu Hamil di Ratatotok Mitra Tewas usai Ditikam Berulang Sang Suami, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi
Senin, 13 April 2026
LIVE UPDATE
Wapres Gibran Kunjungi Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus Minahasa, Lihat Kondisi Pascagempa
Selasa, 7 April 2026
Terkini Daerah
Sindiran Vicky Aristo Pilih Mengundurkan Diri dari Kepolisian Ketimbang Jadi Penjilat Atasan
Kamis, 2 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.