Minggu, 3 Mei 2026

Local Experience

Dari Membuka Lahan hingga Doa, Ini Keunikan Aruh Adat

Minggu, 3 Mei 2026 09:44 WIB
Banjarmasin Post

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Salah satu ritual adat yang masih bertahan di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), adalah Aruh Adat.

Aruh Adat merupakan prosesi bentuk rasa syukur masyarakat Dayak di kawasan Pegunungan Meratus yang ada di sejumlah desa di Kecamatan Piani.

Baru-baru tadi, kegiatan tahunan yang sarat dengan doa-doa dan harapan tersebut berlangsung di Desa Balawaian.

Jauh sebelum prosesi Aruh Adat Berlangsung, persiapan telah dilakukan mulai musim tanam tiba, yakni mulai membuka lahan hingga manugal (menanam biji padi di ladang berpindah).

Disampaikan Rusdiansyah, Damang Adat Dayak Piani, ladang yang ditanam ini dikerjakan secara gotong royong untuk pangan yang disiapkan Aruh tahun tersebut.

"Jadi, padi pataungan atau hasil tanam bersama tadi yang jadi konsumsi saat Aruh Adat," terang Rusdiansyah.

Ia pun menambahkan, acara Aruh Adat berlangsung lama, bisa lima hari, tujuh hari, hingga sembilan hari.

Secara maraton kegiatan berlangsung diisi dengan berbagai ritual, yaitu membuat papan langgatan, maharang papan, bariringkitan (membuat anyaman, janur dan sejenisnya), Kalangkang Mantit.(*)

Artikel ini telah tayang di BanjarmasinPost.co.id dengan judul Mengenal Ritual Aruh Adat Dayak di Kabupaten Tapin, Bentuk Rasa Syukur dengan Hasil Panen.

Program : Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana

#localexperience #adat #sejarah #adatdayak #tapin #pegununganmeratus #shortvideo #shorts #ritual #adataruh

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Banjarmasin Post

Tags
   #adat   #ritual   #sakral   #Suku Dayak   #Tapin   #hasil panen

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved