Jumat, 10 April 2026

Bendungan Batujai Solusi Kekeringan dan Pencegahan Banjir di Lombok2

Sabtu, 18 Mei 2019 13:35 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM - Kekeringan menjadi masalah di pulau Lomgok, khususnya Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar tahun '70.

Pemerintah memikirkan berbagai cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, munculah ide untuk membuat sebuah bendungan yang cukup besar di kawasan kota Lombok Tengah.

Bendungan yang pertama kali dibangun di tersebut bernama Bendungan Batujai, yang menampung air dari lima anak sungai.

Menurut perwakilan Hubungan Masyarakat Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I Mataram Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemPUPR), Abdul Hanan, bendungan tersebut dibangun pada 1977 dan diresmikan pada 1982.

"Keunikan bendungan ini, terletak di tengah kota. Jadi ini menampung lima anak sungai. Dulu sebelum ada ini, di sini ini kekeringan. Sekarang ini bisa buat irigasi," kata Abdul Hanan di area Bendungan Batujai, Lombok Tengah, NTB, Jumat (17/5/2019).

Saat pembangunan bendungan tersebut, proses tak selalu berjalan mulus, terutama saat pembebasan lahan.

Abdul Hanan bercerita ada seorang nenek-nenek yang bertempat tinggal di lokasi tempat bendungan dibangun, tak mau dipindahkan.

Namun, dengan dialog yang berkelanjutan, sang nenek akhirnya dipindahkan.

Ada sekitar 20 orang yang bekerja di bendungan tersebut secara bergantian.

Mereka dibagi dalam beberapa penugasa, di antaranya pengamanan, pemantau ketinggian air, dan pengoperasian pintu air.

Bila musim hujan datang, para pekerja akan lebih sibuk untuk mengatur ketinggian air supaya tidak meluap dan menyebabkan banjir di pemukiman warga.

Bila ketinggian air dinilai sudah tinggkat waspada banjir, maka air akan dialirkan menuju Bendungan Pengga.

Bendungan Batujai memiliki kapasitas tampung sebanyak 25 juta meter kubik dan memiliki luas genangan 890 hektare.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Lendy Ramadhan
Videografer: Lendy Ramadhan
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved