Jumat, 12 Juni 2026

Terkini Daerah

Pemilik Kendaraan di Mataram Menjerit, Harga Oli Motor Tembus Rp100 Ribu per Botol

Kamis, 11 Juni 2026 20:56 WIB
Tribun Lombok

TRIBUN-VIDEO.COM - Gejolak harga minyak dunia yang disertai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak pada sektor otomotif di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kenaikan harga tersebut kini dirasakan langsung oleh pelaku usaha bengkel maupun para pemilik kendaraan yang harus merogoh kocek lebih dalam untuk perawatan rutin.

Montir Bengkel Maju Jaya Motor, Muhammad Nurhazani (27), mengungkapkan bahwa harga sejumlah suku cadang dan pelumas mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir.

Menurutnya, kenaikan paling terasa terjadi pada produk oli yang menjadi kebutuhan utama kendaraan bermotor.

“Dalam sebulan ini sudah tiga kali naik. Awalnya naik Rp5.000, kemudian Rp10.000, dan terakhir naik lagi Rp20.000,” ujarnya saat ditemui, Kamis (11/6/2026).

Baca: Wamenlu Arif Beberkan Strategi RI Kurangi Ketergantungan Hormuz Lewat Pasokan Afrika dan Venezuela

Ia mencontohkan, oli yang sebelumnya dijual seharga Rp50.000 kini telah menembus Rp60.000 per botol. Kondisi tersebut membuat banyak pelanggan mengeluhkan kenaikan harga, meski pada akhirnya mereka tetap membeli karena kebutuhan perawatan kendaraan tidak bisa ditunda.

“Banyak yang mengeluh, tapi mau bagaimana lagi. Harga modalnya memang sudah naik,” kata Zani.

Saat ini, harga oli termurah di bengkel tersebut berada di kisaran Rp60.000, sedangkan oli dengan harga tertinggi mencapai Rp100.000 untuk merek MPX.

Jika sebelumnya oli premium menjadi pilihan favorit pelanggan, kini sebagian konsumen mulai beralih ke produk dengan kualitas standar yang lebih terjangkau.

Meski demikian, lonjakan harga tidak berdampak signifikan terhadap jumlah pelanggan. Aktivitas servis kendaraan tetap berjalan normal karena perawatan kendaraan dianggap sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Jumlah pelanggan masih stabil. Mau bagaimana lagi, ini sudah menjadi kebutuhan,” ujarnya.

Selain oli, beberapa komponen suku cadang juga mengalami kenaikan harga. Namun, peningkatannya relatif lebih kecil, berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per item sehingga masih dianggap wajar oleh konsumen maupun pelaku usaha.

Baca: Rekaman Aksi PRIA Berpeci Ngotot Cium dan Peluk Prabowo di Tengah Kerumunan, Paspampres Auto Siaga

Zani menambahkan, sebelum harga melonjak, oli sempat mengalami kelangkaan di pasaran. Ketika stok kembali tersedia, harga jual justru mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kondisi ini menjadi gambaran bagaimana tekanan ekonomi global mulai merembet ke sektor usaha lokal. Di satu sisi, pelaku usaha harus menyesuaikan harga dengan biaya pengadaan yang meningkat.

Di sisi lain, konsumen juga dituntut untuk beradaptasi dengan biaya perawatan kendaraan yang semakin tinggi. Namun, sejauh ini, kebutuhan mobilitas masyarakat membuat permintaan terhadap layanan bengkel tetap bertahan di tengah tren kenaikan harga tersebut.

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Dampak Nilai Rupiah Melemah, Harga Oli di Mataram Meroket


#Tribunnews #tribunLombok #viral #video #trending #beritahariini #Lombokupdate #beritaLombokhariini #beritaterkini #beritanasional #warganet #hottopic #beritakriminalhariini #beritaviral #Shorts

Editor: winda rahmawati
Video Production: Titis TiaraDewi
Sumber: Tribun Lombok

Tags
   #oli motor   #Mataram   #kendaraan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved