Jumat, 12 Juni 2026

Terkini Daerah

Imbas Pelemahan Rupiah, Harga Oli Motor MPX di Kota Mataram Tembus Rp100 Ribu per Botol

Kamis, 11 Juni 2026 17:40 WIB
Tribun Lombok

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Gejolak harga minyak dunia yang disertai dengan tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kini mulai berdampak nyata pada sektor otomotif di kawasan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Lonjakan harga komoditas otomotif tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha perbengkelan maupun pemilik kendaraan yang terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk melakukan perawatan rutin.

Seorang montir yang bekerja di Bengkel Maju Jaya Motor, Muhammad Nurhazani, mengungkapkan bahwa harga sejumlah suku cadang dan pelumas kendaraan terus mengalami tren kenaikan signifikan dalam kurun waktu sebulan terakhir.

Baca: Gara-gara Pertamax Naik, Beban Ganda Driver Ojol Ciamis Disusul Harga Oli Ikut Tembus Rp 80 Ribu

Menurut pemaparan Hazani pada Kamis (11/6/2026), lonjakan harga yang paling terasa signifikan terjadi pada produk oli mesin kendaraan akibat modal pengadaan dari distributor yang melonjak tajam.

Tercatat dalam satu bulan ini harga komoditas pelumas sudah mengalami kenaikan bertahap sebanyak tiga kali, mulai dari kenaikan awal sebesar Rp5.000, lalu naik menjadi Rp10.000, hingga lonjakan terakhir yang mencapai Rp20.000.

Kondisi kenaikan tarif modal yang drastis ini sempat membuat banyak pelanggan setianya mengeluh, namun mereka tetap terpaksa membeli karena kebutuhan perawatan mesin kendaraan tidak dapat ditunda demi mobilitas sehari-hari.

Saat ini, patokan harga oli paling murah yang dijual di bengkel tersebut berada di kisaran Rp60.000 per botol, sedangkan untuk jenis kualitas premium dengan merek MPX terpantau sudah menembus angka Rp100.000.

Fenomena meroketnya harga pelumas mesin ini akhirnya membuat sebagian konsumen di wilayah Mataram mulai beralih memilih produk oli dengan spesifikasi kualitas standar demi menghemat pengeluaran belanja bulanan.

Meski terjadi lonjakan harga yang cukup memberatkan, intensitas aktivitas servis kendaraan di bengkel tersebut terpantau masih relatif stabil karena servis mesin berkala sudah menjadi kebutuhan primer warga.

Naskah berita mencatat, jauh sebelum adanya lonjakan harga imbas melemahnya kurs rupiah ini, komoditas pelumas kendaraan bermotor tersebut juga sempat mengalami kendala kelangkaan pasokan yang cukup parah di pasaran lokal setempat.

(Tribun-Video.com/TribunLombok.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Titis TiaraDewi
Sumber: Tribun Lombok

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved