Jumat, 5 Juni 2026

Saksi Kata

Kesaksian RT seusai Ledakan Balon Udara "Suaranya sampai Menggetarkan Rumah"

Rabu, 3 Juni 2026 18:36 WIB
Surya

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Ledakan petasan pada balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), menewaskan satu orang dan melukai dua anak saat menjelang pelaksanaan Salat Iduladha pada Rabu (27/5/2026).

Suara ledakan terdengar keras, hingga menggetarkan permukiman warga yang berada cukup jauh dari lokasi kejadian di area persawahan Desa Tambakan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Irvan Hidayat (22), warga RT 3 RW 8 Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Sementara dua korban luka merupakan anak-anak berinisial AD (11) dan DS (12), warga RT 4 RW 8 Desa Tambakan.

“Suara ledakannya keras, sampai getar di sini. Padahal jaraknya lumayan jauh dengan kampung,” kata Ketua RT 4 RW 8 Desa Tambakan, Juwito, Kamis (28/5/2026).

Ledakan Terjadi Saat Warga Bersiap Salat Iduladha

Juwito mengatakan, warga saat itu sedang bersiap melaksanakan Salat Iduladha di masjid ketika ledakan terjadi.

Tak lama setelah terdengar suara ledakan, warga mendapat kabar adanya korban akibat petasan pada balon udara tersebut.

“Kami mendapat kabar Irvan terkena ledakan petasan. Kami mempercepat pelaksanaan Salat Iduladha, lalu mengurusi korban,” ujarnya.

Menurut warga, ledakan terjadi di area persawahan tempat balon udara diterbangkan disertai rangkaian petasan.

Korban Tewas Disebut Hanya Menonton

Juwito menegaskan, korban meninggal bukan pembuat balon udara maupun petasan yang meledak.

Ia menyebut, Irvan datang sendiri ke lokasi hanya untuk melihat penerbangan balon udara yang sudah lebih dulu ramai dihadiri warga lain.

“Irvan ini hanya mau melihat, dia datang sendiri ke lokasi. Teman-temannya sudah di lokasi duluan, dia baru datang,” katanya.

Irvan diketahui baru pulang dari Kalimantan, sehari sebelum Hari Raya Iduladha.

Selama ini korban bekerja di sektor pertambangan di Kalimantan, dan pulang ke kampung halamannya di Desa Tambakan pada Selasa (26/5/2026).

“Karena pas Hari Raya Iduladha ada petasan dan balon udara, dia melihat. Dia bukan pembuat balon udara maupun petasan,” lanjut Juwito.

Warga klaim Sosialisasi Larangan Sudah Dilakukan

Menurut Juwito, pihak RT bersama sejumlah instansi sebelumnya telah beberapa kali memberikan sosialisasi terkait larangan penerbangan balon udara dan penggunaan petasan.

Bahkan, pihak PLN disebut pernah datang langsung ke lingkungan warga untuk memberikan edukasi mengenai bahaya balon udara.

Namun, menurutnya, warga tidak mengetahui secara pasti lokasi pembuatan balon udara dan petasan tersebut.

“Sosialisasi dan imbauan sudah sering kami lakukan. Kami juga tidak tahu di mana pembuatannya,” katanya.

Dua Korban Luka Dirawat di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi

Sementara itu, dua korban luka hingga Kamis (28/5/2026) masih menjalani perawatan di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Ulfa Azizatuddiyanah mengatakan kondisi kedua korban mulai membaik dan sudah dalam keadaan sadar.

“Kondisi saat ini korban sudah baik. Korban sadar dan bisa diajak bicara,” ujarnya.

Korban AD (11) mengalami luka bakar ringan hingga sedang di bagian wajah dan tangan, serta luka lecet akibat serpihan petasan.

Menurut Ulfa, derajat luka bakar korban sekitar dua persen dan direncanakan menjalani operasi kecil untuk pembersihan luka.

Sementara korban DS (12) mengalami luka bakar di wajah serta luka lecet di beberapa bagian tubuh akibat ledakan petasan.

“Kondisinya juga baik, sadar, dan bisa diajak bicara. Keluhan utama masih merasakan nyeri di wajah,” katanya.

Peristiwa ledakan petasan balon udara di Blitar, kembali menjadi perhatian terkait bahaya penggunaan petasan dan penerbangan balon udara liar saat perayaan hari besar keagamaan.


Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Balon Udara Meledak di Blitar, 1 Penonton Tewas di Persawahan Desa Tambakan. (*)

Program: Saksi Kata
Sumber: Surya
Editor: Untung Sofa Maulana

#saksikata #ledakanmercon #petasan #balonudara #ewas #korbanledakanmercon #mercon #balonudarablitar #blitar

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Surya

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved