Viral
Diprotes Warga 10 Tahun, Pemprov Jateng Hanya Perbaiki 500 Meter Jalan Randublatung-Cepu Blora
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM – Aksi protes keras yang dilayangkan oleh warga Kabupaten Blora terkait kerusakan parah di ruas Jalan Randublatung-Cepu yang sudah berlangsung selama 10 tahun akhirnya mendapatkan respons resmi dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng).
Pihak Pemprov Jateng memastikan bakal segera turun tangan melakukan perbaikan infrastruktur jalan tersebut melalui sistem pengaspalan ulang (*overlay*) sebanyak dua lapis.
Sebagai langkah penanganan cepat, Pemprov Jateng dilaporkan telah resmi mengalokasikan pos anggaran khusus dengan nilai mencapai Rp5,276 miliar di dalam draf APBD 2026.
Namun sayangnya, kucuran dana miliaran rupiah tersebut dinilai masih sangat minim karena untuk saat ini hanya sanggup menyasar area jalan rusak dengan panjang sekitar 500 meter saja.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan bahwa keterbatasan panjang jalan yang diperbaiki ini dipicu oleh melonjaknya harga bahan baku aspal di pasar global.
Imbas adanya konflik geopolitik di wilayah Timur Tengah, harga aspal jalanan meroket tajam hingga kini menyentuh angka fantastis, yakni lebih dari Rp2,1 juta per meter kubik.
Baca: Ucapan Ahmad Luthfi Viral! Pemprov Jateng Pastikan Jalan di Blora Segera Diperbaiki usai Diprotes
"Namun, itu hitungan awal, nanti akan kami kaji lagi dengan menghitung secara optimal agar jalan yang bisa diaspal lebih panjang, antara 600 meter hingga 700 meter," ujar Kadis PUPR Jateng, Henggar Budi Anggoro, pada Selasa (2/6/2026).
Henggar juga membantah dengan tegas isu miring yang menyebut bahwa anggaran untuk proyek pengaspalan di ruas Randublatung-Cepu ini sengaja dicomot atau dialihkan dari jatah daerah lain.
Rencana perbaikan ini dipastikan sudah terjadwal resmi dan proses penyerapan tender atau lelang proyeknya akan segera dilaksanakan mulai pekan ini.
Munculnya gelombang aksi protes berupa penanaman puluhan pohon pisang di tengah jalan oleh warga pada Minggu (31/5/2026) lalu merupakan buntut dari kekecewaan mendalam atas pernyataan Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi.
Dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Kudus, Ahmad Luthfi sempat melontarkan pernyataan viral yang dinilai tidak sensitif mengenai skala prioritas pembangunan jalan yang harus melihat efek domino ekonomi terlebih dahulu.
Pernyataan tersebut sontak memicu kemarahan kolektif masyarakat Blora, mengingat jalur Randublatung-Cepu merupakan akses vital penghubung antar kabupaten sekaligus jalur alternatif strategis menuju Provinsi Jawa Timur.
Selain melakukan aksi tanam pohon pisang, warga yang berang juga kompak memberikan simbol kartu kuning kepada Gubernur Ahmad Luthfi sebagai bentuk peringatan keras dari rakyat.
Terkait adanya ancaman dari warga yang hendak menggelar aksi protes jilid 2 pada Kamis (4/6/2026) mendatang, pihak Dinas PUPR Jateng hanya bisa mengimbau agar masyarakat bersabar dan meminta agar jalannya aksi tidak sampai melumpuhkan arus lalu lintas.
(Tribun-Video.com/TribunBanyumas.com)
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribun Jateng
Terkini Daerah
Ucapan Ahmad Luthfi Viral! Pemprov Jateng Pastikan Jalan di Blora Segera Diperbaiki usai Diprotes
1 hari lalu
Terkini Daerah
Protes Jalan Rusak 2,5 Km Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Blora Tanam 30 Pohon Pisang di Tengah Jalan
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.