Rabu, 13 Mei 2026

Tribunnews Update

Ketua Parlemen Iran Ultimatum Trump, Harus Terima Proposal Perdamaian atau AS Hadapi Kegagalan

Selasa, 12 Mei 2026 19:32 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf mengeluarkan ultimatum kepada Amerika Serikat (AS).

Ia meminta Washington untuk menerima proposal terbaru Iran yang berisi 14 poin atau jika tidak akan menghadapi kegagalan.

Dalam unggahan di X pada Selasa (12/5/2026), Qalibaf menegaskan tidak ada pilihan selain menerima tuntutan Iran.

Menurutnya, pendekatan lain justru tidak akan membuahkan hasil.

Baca: Iran Geram! Kecam Resolusi PBB Usulan AS soal Selat Hormuz, Sebut Tak Sesuai dengan Fakta Lapangan

Semakin lama Washington mengulur waktu, maka semakin banyak juga pajak warga AS yang terbuang.

"Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil, hanya kegagalan demi kegagalan," kata Ghalibaf, dikutip dari Al Arabiya, Selasa (12/5/2026).

Pada unggahan lainnya, Qalibaf menegaskan bahwa Iran siap memberi pelajaran yang tidak terlupakan kepada musuh.

Peran Qalibaf dalam penyelesaian konflik memang sangat vital, mengingat statusnya sebagai kepala negosiator Iran.

Baca: Dikritik soal Mungkin Hanya Perasaan Adik-adik Saja, MC LCC Kalbar Minta Maaf: Tidak Patut

Sederet peringatannya muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran dengan mengatakan bahwa hal itu tidak bisa diterima.

Ia lantas memperingatkan bahwa gencatan senjata dengan Iran berada di ujung tanduk.

Adapun sejumlah tuntutan Iran yang tercantum dalam proposal terbarunya mencakup penghentian konflik termasuk di Lebanon.

Kemudian pencabutan blokade AS, pencabutan seluruh sanksi, ganti rugi perang, hingga pembebasan aset yang dibekukan.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Al Arabiya dengan judul, Kepala negosiator Iran mengatakan AS harus menerima proposal tersebut atau menghadapi 'kegagalan'

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Agung Tri Laksono
Video Production: Muhammad TaufiqRahman
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved