Nasional
Pilu, Warung Milik Janda Diserang Gengster di Cirebon , Korban Kena Mental
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Warung kecil milik seorang janda di Gang Pandesan 1, Pandesan, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon, mendadak sunyi selama sepekan terakhir.
Tempat yang biasanya menjadi lokasi warga menikmati kopi dan bercengkrama pada malam hari itu kini tutup lebih awal setelah diduga diserbu gerombolan bermotor bersenjata tajam jenis pedang.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (3/5/2026) malam tersebut bahkan terekam kamera pengawas atau CCTV dan videonya kini beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman itu terlihat suasana jalan mendadak ricuh ketika sekelompok orang berlarian dan saling kejar di tengah keramaian kawasan kuliner.
Sampah plastik berserakan di sekitar gerobak dagangan usai keributan pecah.
Sejumlah pengendara motor dan mobil tampak melambat saat melintasi lokasi karena situasi yang sempat mencekam.
Ita Cahyani, menantu pemilik warung, mengatakan keluarga hingga kini masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
Bahkan, ibu mertuanya bernama Waryu (60), yang sehari-hari mengandalkan warung untuk menyambung hidup, memilih berhenti sementara berjualan.
“Tepatnya satu minggu yang lalu bapak dari saya bikin laporan, sampai sekarang enggak ada kejelasannya pak. Katanya mau ke rumah kasih surat untuk BAP, sampai sekarang enggak ada kabarnya,” ujar Ita saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Minggu (10/5/2026).
Ia menceritakan, malam itu kondisi warung awalnya normal seperti biasa.
Suaminya menjaga warung ditemani seorang hansip dan beberapa pengunjung yang sedang menikmati kopi.
Namun situasi berubah ketika sekelompok pemuda bermotor datang sambil melontarkan kata-kata kasar dan provokatif.
“Ada pak hansip beli kopi di warung yang dijaga suami saya. Tiba-tiba segerombolan geng motor memprovokasi dengan kata-kata binatang dan kasar. Suami saya sama hansip enggak meladeni karena enggak kenal,” ucapnya.
Baca: Dikawal Brimob Bersenjata Lengkap! 320 WNA Sindikat Judol di Hayam Wuruk Dipindahkan ke Rudenim
Baca: Penampakan 320 WNA Judol Hayam Wuruk Digiring ke Rudenim, Seragam Tahanan Semua, Ini Potretnya
Tak lama berselang, gerombolan lain datang dari arah belakang sambil membawa senjata tajam jenis pedang.
Mereka kemudian mengejar orang-orang yang berada di warung tersebut.
“Tiba-tiba gerombolan dari belakangnya mengeluarkan senjata tajam berupa pedang, mengejar suami, tukang parkir dan hansip yang ada di warung,” jelas dia.
Menurut Ita, suaminya bersama pengunjung lain langsung melarikan diri menyelamatkan diri ke dalam kampung dan meminta pertolongan warga sekitar.
“Suami saya refleks lari bersama pembeli yang ada di warung. Setelah itu minta tolong kepada warga Pandesan dan RT yang ada di dalam kampung,” katanya.
Ia menduga kelompok tersebut merupakan geng motor.
Dalam keterangannya, Ita menyebut, para pelaku diduga berasal dari kelompok bermotor XTC.
Akibat kejadian itu, keluarga mengaku bukan hanya mengalami kerugian material, tetapi juga tekanan mental yang berat.
Terlebih, sang mertua disebut baru saja kehilangan suami yang meninggal dunia dan belum genap 40 hari.
“Material tidak seberapa pak, hanya mertua saya trauma. Satu minggu sampai hari ini tidak berani berjualan karena trauma,” ujarnya.
“Belum pulih mental ditinggal bapak mertua meninggal, belum juga 40 hari, ditambah penyerangan tersebut,” lanjut Ita.
Ia berharap kasus tersebut segera mendapat perhatian aparat kepolisian.
Keluarga korban juga mengaku kecewa karena merasa laporan yang dibuat sepekan lalu belum menunjukkan perkembangan berarti.
“Mohon bantuan ya pak, karena tahu sendiri kalau tidak viral kasus bisa mangkrak seperti ini. Saya harus lapor ke siapa untuk menuntut keadilan?” ucap Ita.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Fadlillah mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan pengecekan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut.
“Terima kasih informasinya. Kami langsung melakukan pengecekan dan pendalaman terkait kejadian tersebut, termasuk meminta keterangan korban dan saksi serta menelusuri rekaman CCTV,” jelas Fadlillah.
Hingga kini, polisi masih mendalami identitas para pelaku dan motif aksi penyerangan yang membuat warga sekitar resah tersebut.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Viral Penyerangan Geng Motor di Pandesan Cirebon, Warung Janda Tutup Sepekan Akibat Trauma
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Mediasi Polisi Akhiri Konflik TNI vs Penjaga Toko Madura, Namun Trauma Dedi Masih Tersisa!
5 hari lalu
Terkini Nasional
TAMPANG Oknum TNI Ngamuk hingga Hancurkan Warung Madura gegara Qris Rp 1.000 di Kemayoran
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.