Sabtu, 9 Mei 2026

Tribun Video Update

Arab Saudi & Kuwait Terjun ke Dalam Perang, Berikan Akses Militer AS ke Pangkalan & Wilayah Udara

Jumat, 8 Mei 2026 15:31 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Arab Saudi dan Kuwait telah ikut terjun ke dalam perang melawan Iran.

Di mana, kedua negara dikabarkan telah memberikan akses militer Amerik Serikat (AS) ke pangkalan dan wilayah udara mereka.

Baca: Baku Tembak AS-Iran Kembali Pecah, Trump Buat Pernyataan Mengejutkan soal Gencatan Senjata

Mengutip Al Mayadeen pada (8/5), kabar ini dilaporkan oleh sumber utama "Wall Street Journal".

Lebih tepatnya dilaporkan bahwa Arab Saudi dan Kuwait telah mencabut pembatasan penggunaan pangkalan serta wilayah udara mereka oleh militer AS di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Langkah itu terjadi setelah operasi pimpinan AS untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Baca: Kapal Perang AS Diserang, Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras Meski Gencatan Senjata Masih Berlaku

Juga, setelah penolakan Iran terhadap upaya yang disebut “Proyek Kebebasan” guna memperkuat kendali AS di jalur maritim strategis tersebut.

Pemerintahan Donald Trump disebut berupaya melanjutkan operasi militer AS di Selat Hormuz yang sempat dihentikan sehari setelah dimulai.

Tepat, di tengah blokade AS yang dinilai melanggar kesepakatan awal April.

Baca: Trump Murka 3 Kapal Militer Digempur Rudal, Tegaskan Gencatan Senajata dengan Iran Tetap Berlaku

Namun, pejabat Gedung Putih membantah laporan adanya pembatasan operasi AS dan menyebut kabar tersebut sebagai berita palsu.

“Tidak ada pembatasan atau larangan terhadap operasi AS sejak awal, dan apa yang beredar adalah berita palsu.”

Awalnya, "Wall Street Journal" melaporkan operasi militer AS sangat bergantung pada akses wilayah udara dan pangkalan militer di kawasan.

Sehingga dukungan Arab Saudi dan Kuwait dinilai penting untuk mempertahankan kehadiran udara dan angkatan laut guna mengamankan jalur pelayaran.

Baca: Diserang Iran, Trump 3 Kapal Perusak AS Berhasil Keluar dari Selat Hormuz

Namun, misi tersebut memicu ketegangan diplomatik.

Di mana, Arab Saudi dan Kuwait sempat membatasi penggunaan fasilitas militer AS karena khawatir terhadap respons Iran dan meningkatnya eskalasi kawasan.

Serta cara pejabat AS menangani situasi tersebut.

Pejabat kawasan khawatir operasi militer AS justru dapat memperburuk konflik dan mengancam keamanan maritim.

Baca: Iran-AS Baku Tembak, Trump: Gencatan Tetap Berlaku, Serangan AS ke Iran Cuma Sentuhan Kasih Sayang

Terutama karena dekatnya infrastruktur sipil serta fasilitas energi dengan area potensi konfrontasi.

Sementara itu, Iran menilai operasi tersebut bersifat destabilisasi dan memperingatkan akan merespons keras setiap manuver militer di Selat Hormuz.

Kini, pejabat pertahanan AS menyiapkan koridor maritim terkontrol di Selat Hormuz yang dijaga ketat oleh kapal perang, jet tempur, drone, dan pesawat pengintai guna mengawal jalur pelayaran komersial.

Namun, para analis menilai pengerahan besar-besaran militer AS itu justru membuat jalur perdagangan global semakin termiliterisasi dan berisiko memicu konfrontasi baru di kawasan.

Baca: Iran-AS Baku Tembak, Trump: Gencatan Tetap Berlaku, Serangan AS ke Iran Cuma Sentuhan Kasih Sayang

Di tengah operasi tersebut, Uni Emirat Arab menuduh Iran berada di balik serangan terhadap Zona Industri Minyak Fujairah dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya.

Sebaliknya, media pemerintah Iran menuding militer AS bertanggung jawab atas insiden itu.

Terlebih dengan alasan operasi Washington untuk membuka jalur di Selat Hormuz justru memicu kebakaran di fasilitas minyak UEA.

Iran juga membantah memiliki rencana menyerang fasilitas energi negara tersebut.

Baca: Trump Ancam Serang Iran Lebih Keras seusai Kapal Perusak AS Diserang, Tapi Gencatan Tetap Berlaku

Baru-baru ini, Angkatan Laut IRGC Iran kembali memperingatkan seluruh kapal yang melintas di Selat Hormuz agar hanya menggunakan jalur yang telah ditetapkan Teheran.

Iran menegaskan setiap penyimpangan akan dianggap berbahaya dan dapat memicu respons tegas.

Sekaligus memperkuat kontrolnya atas jalur strategis tersebut di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Al Mayadeen dengan judul KSA, Kuwait grant US military access to bases, airspace for war: WSJ

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Yessy Arisanti Wienata
Video Production: Aura Dewi Arafuru
Sumber: Sumber Lain

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved