Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Pengamat: Dugaan Pelanggaran Sinyal Merah dari KA Argo Bromo, Minta KNKT Dalami Penyebab Kecelakaan
TRIBUN-VIDEO.COM - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diminta menginvestigasi penyebab KA Argo Bromo Anggrek menabrak dari belakang KRL yang berhenti di peron.
Seorang pengamat transportasi publik lantas menyoroti sejumlah faktor penyebab kecelakaan ini.
Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian Joni Martinus menyoroti dugaan pelanggaran sinyal merah menjelang Stasiun Bekasi Timur.
Pelanggaran sinyal merah oleh KA Argo Bromo Anggrek diduga kuat menjadi penyebab kecelakaan fatal.
Menurut Joni, perkeretaanapi mewajibkan sinyal masuk berwarna merah selama ada kereta di petak blok depan.
Joni kemudian mempertanyakan faktor yang menyebabkan KA Argo dapat masuk hingga menabrak KRL.
Oleh karena itu, kondisi ini menurutnya harus didalami dan menjadi perhatian KNKT.
"Fakta bahwa KA Argo bromo anggerek dapat masuk hingga menabrak KRL di depannya , ini menjadi hal yang harus di dalami dan menjadi perhatian KNKT," imbuhnya.
Ia lantas mengungkap sejumlah faktor yang kemungkinan menjadi penyebab suatu kereta api ditabrak dari belakang.
Pertama, pelanggaran terhadap sinyal merah (indikasi berhenti).
Baca: Dirut KAI Buka Suara soal Pengakuan Asisten Masinis Ada Sinyal Eror sebelum KA Argo Bromo Tabrak KRL
Kedua, kegagalan sistem sinyal sehingga menampilkan aspek yang salah (wrong side failure).
Ketiga, miskomunikasi terkait batas kecepatan dalam prosedur berjalan hati-hati melewati sinyal merah.
Keempat, penyimpangan prosedur yang menyebabkan kereta diizinkan masuk ke jalur yang masih terisi kereta lain.
Masalah teknis, seperti rem blong pada Kereta mengalami kerusakan di sistem pengereman juga bisa menjadi pemicu.
Sehingga, kereta tidak mampu berhenti tepat waktu meskipun sinyal sudah terlihat.
Baca: EKSPRESI DIRUT KAI Disorot! Duduk Termenung di Depan Kereta yang Ringsek di Stasiun Bekasi
(*)
Video Production: Anggraini Puspasari
Sumber: Tribun Video
Berita Terkini
Dubes Iran Sebut Eropa Bungkam atas Ancaman Trump ke Oman Bentuk Kesewenang-wenangan AS
Sabtu, 30 Mei 2026
Tribunnews Update
Pelanggaran TNI Kerap Viral di Medsos, Kadispenad: Jumlahnya Kecil Dibanding Pengabdian Setiap Hari
Jumat, 29 Mei 2026
Terkini Nasional
Pengamat Politik Kritik Prabowo Beli Sapi Kurban Pakai APBN: Idealnya Pakai Uang Pribadi
Kamis, 28 Mei 2026
Mancanegara
Iran Klaim Bantai Drone MQ-9 AS & Buat F-35 Lari, IRGC: Kami Punya Hak Balas Setiap Pelanggaran
Kamis, 28 Mei 2026
Tribunnews Update
Pengamat Kritik Prabowo seusai Beli Sapi Kurban Ratusan Miliar Pakai APBN: Idealnya Anggaran Pribadi
Kamis, 28 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.