Sabtu, 18 April 2026

HOT TOPIC

USS Dwight D. Eisenhower Hancur Dilalap Api, Iran Tunjukkan Power Udara IRGC Masih Ampuh

Sabtu, 18 April 2026 14:55 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kebakaran kembali terjadi di kapal induk super bertenaga nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat.

Kali ini insiden menimpa USS Dwight D. Eisenhower atau CVN-69 pada Selasa (14/4/2026).

Tiga pelaut dilaporkan terluka akibat kebakaran tersebut.

Angkatan Laut AS menyatakan ketiganya telah mendapat perawatan medis di atas kapal dan kini kembali bertugas penuh.

Insiden terjadi saat kapal induk itu menjalani masa pemeliharaan di Pangkalan Angkatan Laut Norfolk, Virginia.

Baca: Iran Waspada, Jerman Akan Terlibat Bersihkan Ranjau di Selat Hormuz dengan Kapal Khusus

USS Dwight D. Eisenhower diketahui telah berada di galangan kapal selama 16 bulan untuk pemeliharaan pasca-penugasan.

Militer AS menyebut kebakaran berhasil segera ditangani oleh awak kapal dan personel galangan.

Hingga kini belum diketahui titik pasti lokasi kebakaran maupun penyebab insiden tersebut.

Peristiwa ini menjadi kebakaran kedua yang menimpa kapal induk AS sepanjang tahun 2026.

Sebelumnya, USS Gerald R. Ford mengalami kebakaran lebih serius.

Bahkan saat itu personel membutuhkan hampir 30 jam untuk memadamkan api.

Insiden itu sempat mengganggu operasi kapal dan membuatnya keluar sementara dari misi tempur melawan Iran dalam Operasi Epic Fury.

Belum diketahui apakah kebakaran terbaru di USS Dwight D. Eisenhower akan memengaruhi jadwal pemeliharaan maupun penugasannya kembali.

Sepanjang sejarah pelayanannya yang panjang, USS Dwight D. Eisenhower telah dikerahkan ke berbagai operasi tempur di Timur Tengah.

Di antaranya dimulai dari Operasi Eagle Claw selama krisis sandera Iran tahun 1980.

Terdapat spekulasi pula bahwa USS Dwight D. Eisenhower dapat dikerahkan kembali ke Timur Tengah jika Operasi Epic Fury melawan Iran berlanjut.

Di sisi lain, Iran membantah klaim yang menyebut Angkatan Udaranya telah hancur di tengah konflik kawasan yang terus memanas.

Teheran menegaskan kekuatan udara mereka masih beroperasi penuh dan tetap siap menjalankan misi strategis.

Pernyataan itu disampaikan Panglima Tertinggi Angkatan Darat Iran, Amir Hatami.

Ia pun membantah pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kehancuran tersebut.

Baca: Iran Buka Akses Hormuz, Trump Tak Gentar Tetap Blokade Pelabuhan Teheran di Tengah Gencatan

Pejabat Iran itu juga menyoroti kunjungan Kepala Angkatan Darat Pakistan Jenderal Asim Munir ke Teheran pada Rabu (15/4/2026).

Ia menegaskan, pesawat tersebut diamankan sepenuhnya oleh aset udara Iran yakni jet tempur mereka sendiri.

Teheran menolak pengawalan eksternal dan malah mengerahkan "dua kali lipat jumlah pesawat" yang awalnya direncanakan .

Langkah itu disebut sebagai bukti bahwa Iran masih memiliki kendali penuh atas wilayah udaranya.

Selain itu, pengerahan jet tempur tersebut juga diklaim menunjukkan kesiapan militer menghadapi situasi regional yang terus meningkat.

Pernyataan terbaru ini muncul di tengah saling klaim terkait kondisi kekuatan militer Iran dan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah. (Tribun-Video.com)

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Diah Putri Pamungkas
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved