Rabu, 8 April 2026

Pemerintah Terbitkan Buku Saku Program Prabowo: Hapus Kemiskinan Hingga 0 Persen

Rabu, 8 April 2026 18:45 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemerintah meluncurkan buku saku manfaat dan penerima program dukungan kesejahteraan tahun 2026 di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026).

Dalam 'Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Sejahtera Tahun 2026' tersebut, pemerintah mengungkap sejumlah masyarakat yang menjadi penerima manfaat program pemerintahan Presiden Prabowo Prabowo. 

Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden bersama Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, serta Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan meluncurkan Buku Saku Program Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026.

Buku saku ini sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan komunikasi publik yang terbuka, jelas, dan berdampak.

Buku Saku 0%: Manfaat dan Penerima Dukungan Kesejahteraan Tahun 2026 disusun oleh tim editor yang yang terdiri dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari, Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, Staf Khusus Kepresidenan Bidang Analisis Data Strategis Agung Gumilar Saputra dan Stafsus KSP Timothy Ivan Triyono.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menjelaskan bahwa buku tersebut disajikan untuk menunjukkan kehadiran negara bagi keluarga rentan. 

"Yang kita tampilkan untuk penerimaan di tingkat individu atau tingkat keluarga. Sebagai contoh, nih supaya konkret nih, orangnya ada nih, bisa di cek, bisa didatangi nih. Naila, seorang siswi sekolah rakyat tingkat SMP di Makassar, Sulawesi Selatan," ujar Qodari di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Baca juga:  Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatra Selagi Tunggu Data Rampung

Naila merupakan anak dari pasangan Syamsul yang bekerja sebagai buruh bangunan dan Nurlia yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga (ART). 

Qodari menyebut dukungan yang diberikan bersifat lintas sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perumahan.

Pada sektor pendidikan, Naila mendapatkan akses di Sekolah Rakyat dengan nilai manfaat Rp48 juta per tahun. Dukungan ini mencakup kebutuhan dasar siswa dari perlengkapan sekolah hingga asrama.

"Naila sekolah di SR dengan biaya tahunannya Rp 48 juta. Ya, jadi kalau masuk ke sana bayar sendiri kira-kira Rp 48 juta gitu ya," kata Qodari.

Selain pendidikan, keluarga Naila juga menerima manfaat dari sektor kesehatan melalui PBI JKN dan CKG. 

Ibu Naila, Nurlia, turut mendapatkan dukungan usaha senilai Rp4,6 juta guna mendorong produktivitas ekonomi keluarga.

Di sektor pangan, pemerintah menyalurkan bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk anak-anak dalam keluarga tersebut. 

Kakak Naila, Faril, tercatat menerima bantuan MBG dengan nilai Rp4,6 juta per tahun, ditambah bantuan sembako keluarga senilai Rp2,4 juta.

Lonjakan angka dukungan hingga menembus Rp208 juta per tahun juga dipengaruhi oleh bantuan infrastruktur hunian. 

Berdasarkan data KSP, keluarga ini menerima bantuan rumah knockdown dan hunian tetap senilai Rp128,9 juta.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved