Tribunnews Wiki Update
Usman Hamid Pertanyakan Transparansi Pergantian Kabais TNI Imbas Kasus Air Keras (
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, memberikan sorotan tajam terhadap ketidakjelasan status penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Yudi Abrimantyo.
Langkah penyerahan jabatan ini terjadi di tengah bergulirnya kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM, Andrie Yunus. Dalam sebuah diskusi virtual pada Rabu (25/3/2026), Usman Hamid mempertanyakan apakah Yudi Abrimantyo benar-benar mengundurkan diri atau justru dicopot dari jabatannya.
Kritik ini muncul lantaran pihak Mabes TNI dinilai tidak menjelaskan secara rinci mengenai status penyerahan jabatan tersebut, termasuk mengenai siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai penggantinya. Menurut Usman, ketidakjelasan ini mencerminkan lemahnya aspek transparansi serta akuntabilitas dalam proses hukum di lingkungan militer.
Baca: Kepala Bais TNI Lepas Jabatan Buntut Skandal Teror Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
Ia menegaskan bahwa seremoni penyerahan jabatan saja tidak akan cukup untuk menjawab tuntutan keadilan yang selama ini disuarakan publik. Usman menyebut masyarakat memiliki hak penuh untuk mengetahui sejauh mana peran pimpinan BAIS dalam kasus penyerangan aktivis tersebut.
Hal ini termasuk untuk mengungkap fakta apakah insiden penyiraman air keras tersebut melibatkan perintah dari atasan atau murni merupakan tindakan sepihak dari oknum prajurit. Usman mengingatkan agar pergantian jabatan ini tidak sekadar menjadi simbol formalitas tanggung jawab tanpa adanya pengungkapan fakta yang sebenarnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa keadilan bagi korban Andrie Yunus tidak bisa digantikan hanya dengan seremoni pergantian jabatan pimpinan di instansi terkait. Proses hukum yang terbuka, transparan, dan tuntas dinilai menjadi satu-satunya jalan untuk memulihkan kepercayaan publik.
Sejauh ini, publik masih menanti pernyataan resmi lebih lanjut dari Mabes TNI terkait status definitif Yudi Abrimantyo serta langkah hukum selanjutnya terhadap para oknum yang terlibat. Penuntasan kasus ini dipandang sebagai ujian bagi kredibilitas penegakan hukum militer di Indonesia.
Keadilan yang transparan diharapkan dapat mengungkap dalang di balik kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia di tanah air, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Video Production: Sekar KinasihBambang
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Andrie Yunus Kirim Surat ke Presiden Prabowo, Minta Kasus Air Keras Tak Ditangani Peradilan Militer
Jumat, 17 April 2026
Tribunnews Update
Aktivis Ramai-ramai ke Istana Serahkan Surat Andri Yunus ke Prabowo, Minta Pembentukan TGPF
Jumat, 17 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Pengakuan 4 Oknum TNI yang Siram Air Keras ke Aktivis Kontras Andrie Yunus, Punya Dendam Pribadi
Jumat, 17 April 2026
Terkini Nasional
Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Pengadilan Militer
Jumat, 17 April 2026
Nasional
Heboh! YLBHI Sebut Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke Pengadilan Militer Langgar Perintah Prabowo
Jumat, 17 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.