Senin, 27 April 2026

Tribunnews Wiki Update

Usman Hamid Pertanyakan Transparansi Pergantian Kabais TNI Imbas Kasus Air Keras (

Kamis, 26 Maret 2026 08:55 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, memberikan sorotan tajam terhadap ketidakjelasan status penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Yudi Abrimantyo.

Langkah penyerahan jabatan ini terjadi di tengah bergulirnya kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis HAM, Andrie Yunus. Dalam sebuah diskusi virtual pada Rabu (25/3/2026), Usman Hamid mempertanyakan apakah Yudi Abrimantyo benar-benar mengundurkan diri atau justru dicopot dari jabatannya.

Kritik ini muncul lantaran pihak Mabes TNI dinilai tidak menjelaskan secara rinci mengenai status penyerahan jabatan tersebut, termasuk mengenai siapa sosok yang akan ditunjuk sebagai penggantinya. Menurut Usman, ketidakjelasan ini mencerminkan lemahnya aspek transparansi serta akuntabilitas dalam proses hukum di lingkungan militer.

Baca: Kepala Bais TNI Lepas Jabatan Buntut Skandal Teror Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

Ia menegaskan bahwa seremoni penyerahan jabatan saja tidak akan cukup untuk menjawab tuntutan keadilan yang selama ini disuarakan publik. Usman menyebut masyarakat memiliki hak penuh untuk mengetahui sejauh mana peran pimpinan BAIS dalam kasus penyerangan aktivis tersebut.

Hal ini termasuk untuk mengungkap fakta apakah insiden penyiraman air keras tersebut melibatkan perintah dari atasan atau murni merupakan tindakan sepihak dari oknum prajurit. Usman mengingatkan agar pergantian jabatan ini tidak sekadar menjadi simbol formalitas tanggung jawab tanpa adanya pengungkapan fakta yang sebenarnya.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa keadilan bagi korban Andrie Yunus tidak bisa digantikan hanya dengan seremoni pergantian jabatan pimpinan di instansi terkait. Proses hukum yang terbuka, transparan, dan tuntas dinilai menjadi satu-satunya jalan untuk memulihkan kepercayaan publik.

Sejauh ini, publik masih menanti pernyataan resmi lebih lanjut dari Mabes TNI terkait status definitif Yudi Abrimantyo serta langkah hukum selanjutnya terhadap para oknum yang terlibat. Penuntasan kasus ini dipandang sebagai ujian bagi kredibilitas penegakan hukum militer di Indonesia.

Keadilan yang transparan diharapkan dapat mengungkap dalang di balik kekerasan terhadap pembela hak asasi manusia di tanah air, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa depan.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Sekar KinasihBambang
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved