Minggu, 26 April 2026

Berita Terkini

Iran Hancurkan 12 Sistem Radar AS Senilai 3 Miliar Dolar di Timur Tengah

Rabu, 25 Maret 2026 07:43 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Iran dilaporkan memberikan pukulan telak dengan menargetkan sedikitnya 12 sistem radar dan komunikasi satelit milik Amerika Serikat (AS) yang tersebar di seluruh wilayah Timur Tengah.

Serangan masif tersebut secara spesifik menargetkan berbagai infrastruktur vital yang diprediksi dapat mengganggu kemampuan deteksi dini serta respons militer Amerika Serikat di kawasan strategis tersebut. Langkah ini merupakan eskalasi terbaru dalam ketegangan yang melibatkan Teheran dan Washington.

Mengutip laporan dari Tasnim pada Selasa (24/3/2026), data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa Iran telah menargetkan 12 stasiun radar sebagai balasan atas agresi gabungan AS-Israel. Di Kuwait, serangan tiga unit drone dilaporkan berhasil merusak sistem radar di Bandara Internasional Kuwait.

Sementara itu, serangan lain menghantam fasilitas radar milik Amerika Serikat yang berada di kompleks Kedutaan Besar di Baghdad, Irak. Serangan presisi ini juga dilaporkan mengenai unit radar canggih jenis AN/TPY-2 yang ditempatkan di Uni Emirat Arab, Yordania, hingga Arab Saudi.

Baca: Iran Ajukan 5 Syarat Resmi Akhiri Perang dengan AS, Minta Kendali Penuh Selat Hormuz

Sistem peringatan dini di Pangkalan Al-Udeid, Qatar, juga dikonfirmasi mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Di Bahrain, Iran secara spesifik menargetkan markas besar Armada ke-5 Amerika Serikat dan menghancurkan stasiun komunikasi satelit strategis serta sejumlah fasilitas penting lainnya.

Secara keseluruhan, sekitar 12 sistem radar dan komunikasi milik Amerika Serikat serta sekutunya dengan nilai aset lebih dari tiga miliar dolar dilaporkan terdampak. Hal ini menyebabkan kerusakan infrastruktur militer yang sangat masif dan mengganggu operasional keamanan udara di kawasan tersebut.

Laporan militer menyebutkan bahwa sistem radar yang menjadi target utama ini sebenarnya menyediakan kemampuan anti-rudal, anti-artileri, serta anti-drone dalam radius 75 km. Kehilangan aset ini dianggap sebagai kerugian besar bagi sistem pertahanan berlapis yang selama ini diandalkan oleh Amerika Serikat.

Para pengamat menilai bahwa lumpuhnya sejumlah stasiun radar ini membuat "Mata Elang" Amerika di Timur Tengah seolah menjadi buta untuk sementara waktu. Pihak Washington sendiri dilaporkan tengah melakukan evaluasi mendalam atas kerusakan tersebut guna memulihkan kemampuan deteksi militer mereka.

(Tribun-Video.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribun Video

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved