Kamis, 11 Juni 2026

Tribunnews Update

Basarnas Benarkan Jam Pintar Copilot Pesawat ATR 42-500 Rekam Langkah Kaki, Dompet & KTP Ditemukan

Selasa, 20 Januari 2026 12:29 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pihak Basarnas buka suara soal adanya langkah kaki dari copilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan pada Sabtu (17/1/2026).

Hal ini terungkap seusai ponsel milik Farhan ditemukan dan diserahkan pada keluarga.

Baca: Update Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500, 18 Pencari Madu Lokal Dilibatkan dalam Misi Kemanusiaan

Staf SAR Mission Coordinator Basarnar Makassar, Arman Amiruddin mengonfirmasi bahwa SAR memang menemukan ponsel milik korban.

Kini ponsel tersebut telah diserahkan pada kekasih dari Farhan lantaran ponsel dalam keadaan terkunci.

Penyerahan juga disertai surat tanda terima alat komunikasi tersebut.

Baca: Kronologi Penemuan Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Jatuh, dari Batu Pecah hingga Jasad Tersangkut

Ponsel tersebut kemudian dibawa ke Tim Cyber Polda Sulsel untuk dideteksi koordinat keberadaan smart watch milik Farhan.

Arman membenarkan adanya pergerakan langkah kaki yang direkam smart watch-nya korban yang terkoneksi ke ponsel.

Dari laporan yang dikirim, per jam 06.53 Wita, pada Minggu (18/1/2026), terbaca seribu langkah dan terus bertambah menjadi 13 ribu langkah.

Baca: Update Jatuhnya Pesawat ATR: Korban Kedua Ditemukan, Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem

Saat ini, tim SAR masih berusaha melakukan pencarian terhadap Farhan dan seluruh korban.

Lebih lanjut dijelaskan, selama tiga hari pencarian, Tim SAR belum mendengar adanya suara minta tolong dari korban.

Tim SAR telah menyisir hampir seluruh lokasi perkiraan pesawat jatuh.

Sementara itu, sejumlah barang dan tas juga ditemukan tim SAR gabungan hingga Selasa (20/1/2026).

Baca: Florencia Pramugari Pesawat ATR 42-500 Korban Kecelakaan Bulusaraung dan Keinginan Terakhirnya

Beberapa di antaranya adalah identitas atau KTP milik Muhammad Farhan, hingga STNK dan satu pistol Flare Gun.

Pistol Flare Gun diduga milik Farhan. 

Dalam data manifes pesawat, Muh Farhan Gunawan tercatat sebagai Kopilot Pesawat 42-500 dan beralamat di Jl Sultan Hasanuddin, Luwu Timur.

Selain milik Farhan, ada juga KTP bernama Dwi Murdiono, beralamat Bogor Jawa Barat, ada pula dua kartu ID Card Airfast Indonesia dan Indonesia Air bernama Dwi Murdiono. 

Baca: Gelagat Tak Biasa Pramugari Esther Asal Bogor di Pesawat ATR, Ayah Ungkap Kata Terakhir sang Anak

Dwi Murdiono diketahui bagian dari awak pesawat.

Diketahui, pistol Flare Gun itu dikabarkan kerap digunakan dalam kondisi darurat untuk memberi tanda butuh bantuan atau pertolongan. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Nila
Video Production: Muhammad TaufiqRahman
Sumber: Tribun Video

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #copilot   #pesawat   #kecelakaan   #Pangkep   #Basarnas

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved