Terkini Nasional
Teknologi Modifikasi Cuaca Ternyata Banyak Digunakan di Dunia
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tri Handoko Seto mengatakan bahwa pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di dunia sangat beragam.
Ada banyak persoalan terkait hidrometrologi yang dialami banyak negara di dunia.
"Teknologi Modifikasi Cuaca itu di dunia sangat bervariasi," ujar Seto, saat ditemui di Kantor BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).
Teknologi satu ini dimanfaatkan tidak hanya untuk menambah curah hujan, namun juga mengurangi dan meridistribusi hujan.
Bahkan menambah cadangan salju dan mengurangi hujan es batu yang biasanya beresiko menciptakan gagal panen pada lahan pertanian.
"Ada yang digunakan untuk menambah curah hujan, mengurangi curah hujan, meridistribusi curah hujan, untuk menambah cadangan salju, ada juga digunakan untuk mengurangi hujan es batu yang berbahaya bagi pertanian," jelas Seto.
Pemanfaatan TMC, kata Seto, umumnya disesuaikan dengan permasalahan yang dialami oleh masing-masing negara.
Ada pula negara yang memanfaatkan teknologi ini untuk mengatasi polusi udara, seperti yang rencananya juga akan diterapkan BBTMC BPPT di ibukota.
"Jadi disesuaikan dengan kondisi masing-masing, bahkan akhir-akhir ini juga berkembang ada Teknologi Modifikasi Cuaca untuk mengatasi polusi udara," kata Seto.
Ia pun berharap, pemanfaatan teknologi yang bervariasi tersebut mampu membuat TMC menjadi 'andalan' di masa depan.
"Sehingga dengan varian teknologi yang sangat luas ini, maka Teknologi Modifikasi Cuaca kemudian menjadi andalan teknologi masa depan untuk membantu masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraannya," papar Seto.
Terkait teknik, ada beragam teknik yang digunakan dalam penerapan TMC.
Namun umumnya, teknologi ini biasanya menggunakan pesawat terbang dalam melakukan operasinya.
"Teknik yang digunakan bermacam-macam juga, tetapi umumnya teknologi ini menggunakan pesawat terbang kemudian menghantarkan bahan ke udara, ke atmosfer atau ke dalam awan," tutur Seto.
Penghantaran bahan seperti dry ice ke dalam awan, menurutnya, akan membuat awan memiliki perilaku yang diinginkan oleh 'si penyemai', "Agar atmosfer atau udara atau awan yang ada, berperilaku mendekati dengan apa yang kita inginkan,".
Jika permasalahannya adalah untuk meningkatkan curah hujan atau mengurangi polusi, maka bisa dibentuk karakteristiknya menjadi awan yang menghasilkan hujan.
"Kalau kita lihat di alam, ada awan yang jadi hujan, ada yang tidak jadi hujan, kalau kita ingin awan menjadi hujan maka kita memperlakukan awan supaya memiliki karakteristik seperti awan yang biasanya jadi hujan," tegas Seto.
Namun jika menginginkan hal sebaliknya, awan tersebut harus mendapatkan perlakuan yang berbeda, "Kalau kita ingin awan tidak jadi hujan maka kita juga memperlakukan awan supaya memiliki karakteristik seperti awan di alam yang tidak jadi hujan,".
Seto kemudian menekankan bahwa teknik yang digunakan dalam teknologi tersebut merupakan hasil dari sebuah riset yang sangat panjang di seluruh dunia dan dilakukan secara bersama-sama.
Nantinya, riset-riset itu akan terus dikembangkan sehingga penerapan Teknologi Modifikasi Cuaca bisa semakin efektif dan efisien.(*)
ARTIKEL POPULER:
Baca: Video Presiden Jokowi Minta PLN Segera Tangani dan Perbaiki Diri, Bapak Ibu Kan Orang Pintar
Baca: Kapal yang Ditumpangi Tenggelam, Pria Ini Bertahan Hidup Minum Air Kencing sampai Makan Ikan Mentah
Baca: Pemadaman Listrik Masih akan Terjadi hingga Sore Nanti
TONTON JUGA:
Video Production: Bayu Romadi
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Prabowo Pantau Banjir Jakarta dari Swiss, Minta Bentuk Tim Kajian & Optimalkan Modifikasi Cuaca
Kamis, 22 Januari 2026
LIVE UPDATE
Tekan Risiko Banjir, Pemprov DKI Jakarta Alihkan Anggaran Darurat untuk Operasi Modifikasi Cuaca
Selasa, 20 Januari 2026
Tribunnews Update
Atasi Risiko Banjir di Jabodetabek! BMKG Modifikasi Cuaca selama 24 Jam, Bisa Tekan Curah Hujan
Kamis, 6 Maret 2025
LIVE UPDATE
Hujan Buatan Tak Efektif Kurangi Polusi Jakarta, Dihentikan Sementara, Ada Metode Lain Tapi Berisiko
Rabu, 23 Agustus 2023
Terkini Nasional
TNI AU Tebar 20 Ton Garam di Langit Labuan Bajo, Modifikasi Cuaca untuk Pelaksanaan KTT ASEAN
Rabu, 10 Mei 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.