Pertamina Jelaskan Peristiwa 'Blow Out' di Blok Migas ONWJ
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama
TRIBUN-VIDEO.COM - Direktur Pertamina Hulu Energi (PHE), Dharmawan H Samsu menjelaskan pihaknya melibatkan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) yaitu Boots & Coots untuk menangani kebocoran minyak bumi dan gas alam yang terjadi di Blok Migas ONWJ (Offshore North West Java) di lepas Pantai Karawang, Jawa Barat.
Dharmawan mengatakan tim dari Boots & Coots saat ini sudah berada di Jakarta dan besok Minggu (28/7/2019) akan berangkat menuju anjungan YYA-1 untuk menutup sumur minyak yang bocor atau ‘blow out’.
"Sejak tanggal 14 Juli 2019 kemarin tim dari Amerika Serikat itu sudah berada di Kantor PHE di Jalan TB Simatupang dan besok Minggu setelah Rig Soehanah dipasang di lokasi mereka akan berangkat untuk melakukan penutupan sumur," ungkap Dharmawan dalam konferensi pers di Gedung Pusat Pertamina, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2019).
Dharmawan mengatakan perusahaan asal AS tersebut berpengalaman menangani sumber kebocoran Deepwater Horizon di Teluk Meksiko yang terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Rig Soehanah diperkirakan akan terpasang di lokasi pada Sabtu (27/7/2019) untuk membantu proses penutupan sumur tersebut.
Rig tersebut dioperasikan untuk menggantikan anjungan YYA-1 yang dikabarkan miring sebesar 12 derajat saat terjadinya kebocoran berlangsung sehingga tidak bisa digunakan untuk melakukan penutupan terhadap sumur minyak.
Kini Pertamina masih menunggu hasil survei Geohazard atau perhitungan resiko kerusakan yang diperkirakan akan berlangsung hingga Sabtu (26/7/2019).
"Setelah hari Minggu besok semua alat akan dipersiapkan dan pada tanggal 3 Agustus 2019 akan dilakukan pengeboran pada sumur tersebut dan secara bertahap akan dilakukan pemompaan semen untuk menutup sumur. Proses penutupan menggunakan semen berlangsung cepat sekitar 3 hari," imbuhnya.
Dharmawan menegaskan seluruh proses sehingga semuanya dapat dikendalikan hingga alat-alat ditarik dari lokasi akan berlangsung selama kurang lebih 7-8 minggu.
Ia menegaskan baru setelah itu akan dilakukan pembersihan terhadap seluruh lingkungan yang terdampak.
"Kami saat ini masih fokus untuk melakukan penutupan sumur dan memastikan agar tumpaham minyak atau oil boom tak berdampak pada masyarakat dengan melakukan oil isolation. Kami juga mengerahkan masyarakat termasuk nelayan untuk membersihkan minyak yang tumpah baik di offshore maupun di onshore. Juga mendapatkan bantuan Giant Octopus Skimmer dari Singapura untuk mengisap tumpahan minyak," tegasnya.
Dharmawan mengatakan setelah ditutup sumur minyak itu tidak akan dipergunakan lagi.
"Namun akan dilakukan kajian untuk membuat sumur minyak baru di blok tersebut melihat potensi cadangan minyak dengan volume diperkirakan mencapai 4 juta meter kubik dan dengan produksi 3 ribu barrel minyak bumi per hari," pungkasnya.(*)
Reporter: Rizal Bomantama
Videografer: Rizal Bomantama
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
2 Eks Pejabat Pertamina Divonis 6 Tahun Penjara buntut Kasus Korupsi Minyak Mentah 2018-2023
Selasa, 12 Mei 2026
Live Tribunnews Update
Antrean Warga Palangka Raya Mengular hingga 1 Km di SPBU, Pertamina Klaim Sudah Tambah Stok
Sabtu, 9 Mei 2026
Tribunnews Update
Anak Riza Chalid Jalani Sidang Banding Kasus Minyak Pertamina, Saksi Beberkan Fakta Sewa Tangki OTM
Kamis, 7 Mei 2026
Tribunnews Update
Divonis 4 Tahun Bui, Eks Direktur Gas Pertamina Hari Karyuliarto: Pengadilan Sangat Jahat & Tak Adil
Senin, 4 Mei 2026
Tribunnews Update
Divonis 4,5 Tahun Bui di Kasus LNG, Pihak Hari Karyuliarto Siap Gugat BPK, Klaim Tak Ada Dana Masuk
Senin, 4 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.