6.501 Prajurit dari 13 Negara Ikut Latihan Militer Super Garuda Shield 2025
TRIBUN-VIDEO.COM - Sebanyak 6.501 prajurit dari 13 negara bergabung dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield 2025 di Indonesia.
Latgabma Super Garuda Shield tahun 2025 berlangsung mulai 25 Agustus-4 September 2025.
Sebanyak 13 negara tersebut yakni Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jerman, Prancis, Belanda, Brazil, Jepang, Republik Korea, Singapura, dan Selandia Baru.
Dalam latihan yang diinisiasi atas kerjasama TNI dengan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (USINDOPACOM) tersebut TNI mengerahkan 4.105 prajurit, Amerika Serikat 1.347 prajurit, Australia 254 prajurit.
Kemudian Kanada 35 prajurit, Inggris 3 prajurit, Jepang 490 prajurit, Korea Selatan 100 prajurit, Belanda 84 prajurit, Selandia Baru 3 prajurit, Singapura 62 prajurit, Jerman 4 prajurit, Perancis 10 prajurit, dan Brazil 4 prajurit.
Sebanyak 12 negara yang mengirimkan pengamatnya yakni Kanada, Prancis, Belanda, Inggris, Jerman, Brazil, Selandia Baru, India, Malaysia, Kamboja, Timor Leste dan Papua Nugini.
Terdapat lima negara yang mengerahkan alutsistanya dalam latihan tersebut yakni Indonesia, Amerika, Australia, Jepang, dan Prancis.
Garuda Shield merupakan latihan militer gabungan tahunan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat ( US Army ).
Alutsista yang dikerahkan diantaranya helikopter Black Hawk, helikopter Apache, helikopter Panther, helikopter Caracal, dan pesawat terbang Osprey.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam amanatnya yang dibacakan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mengatakan latihan gabungan bersama Super Garuda Shield tahun 2025 bukanlah sekedar latihan militer.
Namun, lanjut Agus, latihan tersebut adalah wadah kepercayaan, jembatan persahabatan, serta mercusuar komitmen bersama kita untuk menjaga perdamaian dan stabilitas.
Tahun ini, kata Agus, menjadi tonggak penting melanjutkan keberhasilan latihan gabungan bersama Super Garuda Shield tahun 2024.
Hal itu disampaikannya dalam Upacara Pembukaan Super Garuda Shield 2025 di Seskoal Jakarta pada Senin (25/8/2025).
"Latihan kali ini dilaksanakan dengan skala yang lebih luas dan makna yang lebih dalam. Dengan keterlibatan negara-negara sahabat yang mengirimkan personel dan alutsista serta perwira pengamat latihan, ini benar-benar mencerminkan semangat solidaritas, multinasional, dan interoperabilitas," ungkap Agus.
Agus juga mengatakan seluruh rangkaian tidak hanya ditujukan untuk memperkuat kemampuan militer, tetapi juga untuk membangun rasa saling percaya, persaudaraan, dan solidaritas yang akan terus hidup jauh setelah latihan ini berakhir. (*)
Sumber: Tribunnews.com
Pemerintah Evaluasi Operasi Bantuan Bencana Sumatera Lewat Udara & Tambah Pasukan
Jumat, 5 Desember 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Jenderal Bintang Tiga Bakal Pimpin Pasukan Perdamaian RI di Gaza, Punya 4 Tugas Penting
Selasa, 25 November 2025
Tribunnews Update
Wakil Panglima Buka Suara soal Kabar Intel TNI Ditangkap Brimob: Jika Benar Harusnya Tak Disebar
Rabu, 3 September 2025
Tribunnews Update
Wakil Panglima soal Kabar Intel TNI Ditangkap Brimob: Harusnya Tak Disebarkan
Rabu, 3 September 2025
Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Bantah Isu Bakal Ada Darurat Militer: Kami Taat Konstitusi
Selasa, 2 September 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.