Sabtu, 18 April 2026

Menteri Wihaji: Tokoh Agama Perlu Dilibatkan untuk Tekan Angka Pernikahan Dini

Senin, 30 Juni 2025 17:26 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, mengingatkan agar anak muda tidak menikah terlalu dini.

Pernikahan dini bisa menjadi salah satu faktor penyebab stunting.

Ia menyoroti, remaja yang menikah dini belum memiliki pemahaman yang baik terkait kehamilan dan pola asuh anak.

Selain itu, remaja masih membutuhkan pemenuhan gizi maksimal hingga usia 21 tahun.

Di Indonesia saat ini masih banyak daerah yang memiliki angka pernikahan dini yang tinggi seperti di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Karena itu menurut Wihaji diperlukan edukasi yang tepat melalui pendekatan tokoh masyarakat dan agama.

“Problem lokal pernikahan dini itu butuh melibatkan para tokoh-tokoh lokal."

"Perlu kiai, romo, pendeta yang mungkin tiap hari melakukan pendekatan secara psikologis untuk tidak menikah di usia terlalu muda."

"Jangan melakukan pernikahan dini, nanti bisa stunting, pendidikannya bisa rusak, kemudian reproduksinya juga tidak baik, ekonominya juga tidak baik, kemudian bisa putus sekolah dan sebagainya,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan Kirab Bangga Kencana di kantor BKKBN Jakarta, Kamis (26/6/2025).(Tribunnews/Rina Ayu)

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved