Menteri Wihaji: Tokoh Agama Perlu Dilibatkan untuk Tekan Angka Pernikahan Dini
TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, mengingatkan agar anak muda tidak menikah terlalu dini.
Pernikahan dini bisa menjadi salah satu faktor penyebab stunting.
Ia menyoroti, remaja yang menikah dini belum memiliki pemahaman yang baik terkait kehamilan dan pola asuh anak.
Selain itu, remaja masih membutuhkan pemenuhan gizi maksimal hingga usia 21 tahun.
Di Indonesia saat ini masih banyak daerah yang memiliki angka pernikahan dini yang tinggi seperti di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Karena itu menurut Wihaji diperlukan edukasi yang tepat melalui pendekatan tokoh masyarakat dan agama.
“Problem lokal pernikahan dini itu butuh melibatkan para tokoh-tokoh lokal."
"Perlu kiai, romo, pendeta yang mungkin tiap hari melakukan pendekatan secara psikologis untuk tidak menikah di usia terlalu muda."
"Jangan melakukan pernikahan dini, nanti bisa stunting, pendidikannya bisa rusak, kemudian reproduksinya juga tidak baik, ekonominya juga tidak baik, kemudian bisa putus sekolah dan sebagainya,” ujarnya saat ditemui dalam kegiatan Kirab Bangga Kencana di kantor BKKBN Jakarta, Kamis (26/6/2025).(Tribunnews/Rina Ayu)
Sumber: Tribunnews.com
Viral
Fakta Pilu di Balik Kematian NS: Video Lama Ungkap Paksaan Nikah Dini dari Sang Ayah Kandung
Selasa, 24 Februari 2026
Berita Terkini
Jejak Digital Terungkap: Ayah Kandung NS Ternyata Pernah Paksa Korban Nikah Dini Usai Lulus SMP
Selasa, 24 Februari 2026
LIVE UPDATE
Angka Stunting Meningkat, Pemkab Jayapura Langsung Lakukan Aksi Pertama Intervensi demi Penurunan
Rabu, 28 Januari 2026
Live Update
Cegah Stunting, Pemkab Batang Hari Gelar Gebyar Anak dan Orangtua di 8 Kecamatan
Selasa, 20 Januari 2026
LIVE UPDATE
Desa Cintaratu Jabar Cetak Prestasi Nol Stunting, PMT Protein Tinggi Andalan Atasi 31 Kasus Stunting
Sabtu, 17 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.