Terkini Nasional
Stok Rudal AS Menipis Akibat Perang Iran, Pemulihan Butuh Bertahun tahun
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat menghadapi tantangan besar dalam memulihkan sistem pertahanan militernya setelah konflik dengan Iran.
Seorang pejabat militer senior mengungkapkan bahwa stok sistem pertahanan rudal AS kini berada dalam kondisi kritis, nyaris habis akibat penggunaan sistem pertahanan secara besar-besaran selama perang yang berlangsung enam minggu sejak dimulai pada 28 Februari lalu.
Selama konflik yang berlangsung, Amerika Serikat bersama sekutunya mengerahkan berbagai sistem pertahanan rudal untuk menghadapi serangan besar-besaran dari Iran, khususnya ancaman rudal balistik dan drone.
Sistem yang digunakan mencakup THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) untuk mencegat ancaman di ketinggian tinggi, Patriot untuk pertahanan jarak menengah.
Serta sistem pertahanan milik Israel seperti Arrow dan David’s Sling yang berfungsi melindungi wilayah dari serangan berlapis.
Intensitas pertempuran yang tinggi membuat penggunaan amunisi pertahanan meningkat tajam.
Berdasarkan data dari Royal United Services Institute (RUSI) yang dikutip dari Arab News, sekitar 4.200 amunisi pertahanan telah digunakan hanya dalam 16 hari pertama perang.
Angka ini menunjukkan betapa masifnya serangan yang harus dihadapi, sehingga sistem pertahanan harus terus aktif mencegah ancaman yang datang hampir tanpa jeda.
Namun kondisi tersebut berdampak langsung pada menipisnya stok rudal pencegat di lapangan.
Pada puncak konflik, beberapa sistem utama dilaporkan berada dalam kondisi kritis karena tingkat penggunaan yang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan pengisian ulang.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kemampuan pertahanan jangka panjang apabila konflik terus berlanjut.
Baca: Selat Hormuz Dibuka Iran, 2 Kapal Pertamina Bergerak dan Bersiap Melintas untuk Kembali ke Tanah Air
Pemulihan Makan Waktu Bertahun-tahun
Sementara itu, pemulihan stok sistem pertahanan Amerika Serikat diperkirakan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat menyusul besarnya penggunaan amunisi selama konflik yang berlangsung.
Direktur Badan Pertahanan Rudal Pentagon, Heath Collins, dalam sidang Kongres menegaskan bahwa dibutuhkan waktu “beberapa tahun” untuk mengembalikan kapasitas persediaan ke kondisi normal.
Hal ini dipengaruhi oleh skala penggunaan rudal pencegat yang sangat besar selama perang, sehingga cadangan yang ada terkuras dalam waktu relatif singkat.
Kendala utama dalam proses pemulihan terletak pada terbatasnya kapasitas produksi serta tingginya biaya pembuatan sistem pertahanan.
Produsen sistem THAAD, Lockheed Martin, diketahui hanya mampu memproduksi kurang dari 100 rudal pencegat per tahun, dengan harga mencapai sekitar 15 juta dolar AS per unit.
Kondisi ini membuat proses pengisian ulang stok tidak dapat mengimbangi kecepatan penggunaan di medan perang.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Pete Hegseth telah mengajukan permintaan dana darurat sebesar 200 miliar dolar AS untuk mengisi kembali persediaan amunisi serta menutup biaya perang.
Nilai tersebut setara dengan sekitar seperlima dari total anggaran pertahanan AS tahun 2026, menunjukkan besarnya beban fiskal yang harus ditanggung.
Para analis menilai bahwa dampak konflik ini tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga berpotensi mempengaruhi kesiapan militer Amerika Serikat dalam menghadapi ancaman di masa depan.
Keterbatasan stok dan lambatnya produksi dikhawatirkan dapat mengurangi fleksibilitas pertahanan jika terjadi eskalasi konflik baru.
Akibatnya, biaya perang pun melonjak signifikan. Pentagon mencatat pengeluaran lebih dari 11 miliar dolar AS hanya dalam minggu pertama konflik, dengan total biaya yang diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar.
Kombinasi antara tingginya kebutuhan di medan perang, keterbatasan produksi, dan mahalnya biaya membuat proses pengisian ulang stok tidak bisa dilakukan dengan cepat.
Baca: Donald Trump Peringatkan Israel, Minta Hentikan Serangan ke Lebanon
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pertahanan AS Kritis! Stok Rudal Menipis, Pemulihan Makan Waktu Bertahun-tahun Gegara Perang Iran
Video Production: Arifah Nur Shufiyatin
Sumber: Tribunnews.com
Mancanegara
Pernyataan Mengejutkan Trump, Iran Disebut Restui AS Kawal Kapal-kapal di Selat Hormuz
Senin, 4 Mei 2026
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: AS Kerahkan Ratusan Pesawat & Kapal, Iran Tolak Proyek Trump di Hormuz
Senin, 4 Mei 2026
Tribunnews Update
Lebanon Memanas, Israel Minta Warga di 11 Kota Segera Tinggalkan Rumah, Minimal Berjarak 1.000 Meter
Senin, 4 Mei 2026
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Korut Gertak Trump, 2 Pasukan AS Hilang, Selat Hormuz Kuburan Tentara
Senin, 4 Mei 2026
Tribunnews Update
Iran Tegas Tolak Project Freedom AS Kawal Kapal di Selat Hormuz, Sebut Langgar Gencatan Senjata
Senin, 4 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.