Local Experience
Rahasia Arsitektur Benteng Tolukko di Kota Ternate: Kecil tapi Tangguh Hadapi Musuh
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Arsitektur Benteng Tolukko di Kota Ternate mencerminkan gaya Baroque yang berkembang pada abad ke-16 hingga ke-18. Hal ini terlihat dari desainnya yang melibatkan elemen lengkung pada sudut-sudut bangunan.
Bagian-bagian utama Benteng Tolukko meliputi gerbang, bastion, dinding keliling, pelataran benteng, ruangan, dan sebuah prasasti.
Gerbang utama benteng berbentuk segi empat dan menghadap ke barat, diapit oleh dua bastion di kedua sisinya.
Tidak ada daun pintu pada bagian gerbang utama. Tidak ditemukan pula ornamen atau simbol tertentu di gerbang yang dapat mengindikasikan pengaruh bangsa-bangsa yang pernah menguasai benteng ini.
Salah satu ciri khas Benteng Tolukko adalah 3 bastion yang berfungsi sebagai menara pengawas.
Dua bastion terletak di sisi barat dekat pintu masuk, berbentuk lingkaran, sementara satu bastion utama di sisi timur menghadap laut dan berbentuk setengah lingkaran.
Bastion ini dilengkapi embrasure untuk tempat senjata, yang masing-masing berjumlah dua di sisi barat dan lima di bastion utama.
Benteng Tolukko dibangun dari batu andesit dan karang, serta direkatkan dengan semen kapur, mencerminkan teknologi konstruksi khas kolonial.
Di bagian benteng, terdapat ruang bawah tanah yang sampai saat ini belum diketahui fungsinya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sejarah Benteng Tolukko, Benteng yang Dibangun Portugis di Maluku
Program: Local Experience
Editor Video: yohanes anton kurniawan
#benteng #arsitektur #tolukko #malukuutara #sejarah #localexperience
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Kompas.com
Local Experience
Rahasia Donat Fresh by Order! Intip Proses Produksi Humble Donat Lampung
2 hari lalu
Local Experience
Merajut di Sela Mengurus Rumah, Karya Rajut Lokal Kini Diminati Banyak Orang di Berbagai Kalangan
3 hari lalu
Local Experience
Pameran Ziarah Suvarnadvipa Jadikan Muaro Jambi Panggung Seni dan Ruang Belajar Budaya Abad ke-7
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.