Selasa, 21 April 2026

Local Experience

Ternyata Bukan Belanda! Ini Sosok yang Memerintahkan Pembangunan Benteng Vredeburg

Jumat, 23 Mei 2025 17:58 WIB
Kompas.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Benteng Vredeburg pertama kali dibangun pada tahun 1760 atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Hal ini sesuai dengan permintaan pihak pemerintah Belanda yaitu Gubernur Direktur Wilayah Pantai Utara Jawa yang saat itu dijabat oleh Nicolaas Harting.

Status benteng pada tahun 1760-1765 memiliki status tanah atas nama milik Keraton, namun penggunaannya di bawah pengawasan Nicolaas Harting.

Pada awalnya, benteng ini hanya mewujudkan memiliki bentuk sederhana, yaitu temboknya yang terbuat dari tanah, disangga dengan tiang-tiang dari kayu pohon kelapa dan aren, serta atap ilalang.

Hingga tahun 1765-1788, penguasaan benteng dipegang oleh Belanda di bawah Gubernur W.H. Ossenberg yang mengusulkan agar benteng tersebut dibangun lebih permanen dengan maksud agar keamanan lebih terjamin.

Pembangunan benteng akhirnya mulai dilakukan di bawah pengawasan seorang arsitek Belanda bernama Ir. Frans Haak pada tahun 1767 dan selesai pada tahun 1787.

Setelah selesai, benteng ini diberi nama Benteng Rustenburg yang berarti benteng peristirahatan.

Berlanjut sejah 1788-1799, status tanah tetap milik keraton namun pada masa ini Benteng Rustenburg digunakan secara sempurna oleh VOC.

Sementara penggunaan benteng secara de facto menjadi milik pemerintah Belanda berturut-turut berada di bawah pemerintahan Gubernur Van De Burg (1799-1807), dan Gubernur Daendels (1807-1811).

Sementara pada tahun 1811-1816, secara yuridis benteng tetap milik Keraton, namun secara de facto benteng dikuasai oleh pemerintahan Inggris di bawah pimpinan Jenderal Raffles.

Setelah tahun 1816, benteng ini secara de facto kembali dipegang oleh pihak Belanda.

Namun gempa hebat pada tahun 1867 membuat bangunan Benteng Rustenburg turut runtuh.

Segera setelahnya diadakan pembangunan kembali benteng Rustenburg, yang kemudian namanya diganti menjadi Benteng Vredeburg yang berarti benteng perdamaian.

Pemberian nama ini adalah wujud simbolis manifestasi perdamaian antara pihak Belanda dan Keraton.

Status ini berlangsung hingga penandatanganan perjanjian Kalijati di Jawa Barat pada Maret 1942 di mana Belanda menyerah dan benteng ini mulai dikuasai penuh oleh pihak Jepang.

Jepang menguasai Benteng Vredeburg hingga diambil alih oleh instansi militer RI setelah proklamasi kemerdekaan RI pada tahun 1945.

Benteng Vredeburg sempat kembali dengan diambil alih kembali oleh pihak Belanda di tahun 1948 pada peristiwa Agresi Militer Belanda II.

Namun dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, Benteng Vredeburg akhirnya berhasil direbut kembali oleh Indonesia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Benteng Vredeburg, Benteng Perdamaian yang Semula Bernama Rustenburg

Program: Local Experience 
Editor Video: yohanes anton kurniawan

#jogja #vredeburg #sejarah #belanda #localexperience #yogyakarta

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: yohanes anton kurniawan
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved