Konflik Palestina Vs Israel
2 Wanita Lansia yang Disandera Hamas Dibebaskan, Jubir Al-Qassam: Hasil Diplomasi Qatar & Mesir
TRIBUN-VIDEO.COM - Dua orang wanita yang sebelumnya disandera oleh Hamas di Gaza telah dibebaskan.
Informasi itu, diungkapkan oleh kelompok Palestina dan Komite Palang Merah Internasional, (ICRC).
Adapun, juru bicara sayap bersenjata Hamas juga mengatakan, bahwa kedua sandera itu dibebaskan setelah adanya mediasi dari Qatar dan Mesir.
Dalam sebuah pernyataan pada Senin (23/10/2023), juru bicara sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine Al-Qassam, yakni Abu Obeida memberikan informasi.
Melalui saluran Telegram, ia menyebut bahwa kelompok kelompoknya telah membebaskan dua sandera wanita itu karena “alasan kemanusiaan dan alasan kesehatan yang buruk.”
Adapun, nama dua sandera tersebut adalah Yocheved Lifshitz (85), serta dan Nurit Cooper (79).
Baca: Negara Mana Saja yang Sudah Kirim Bantuan ke Gaza? kini Belum Cukup Untuk 2,3 Juta Orang Palestina
Pembebasan mereka, juga telah dikonfirmasi oleh ICRC melalui unggahan akun media sosial X.
Dalam postingan tersebut, ICRC mengaku berharap, agar kedua mantan sandera itu bisa kembali ke keluarga mereka dengan baik.
“Kami berharap mereka segera kembali bersama orang-orang yang mereka cintai,” katanya di X, sebelumnya Twitter.
Seperti diketahui, Hamas sebelumnya telah menangkap lebih dari 200 orang dalam serangannya di Israel selatan pada (7/10) lalu.
Mereka yang disandera, termasuk warga Israel dan yang berkewarganegaraan ganda.
Adapun, saat penyerangan ke Israel Selatan itu, Hamas telah membunuh lebih dari 1.400 orang.
Menurut pihak berwenang Israel, banyak dari korban yang terbunuh itu merupakan warga sipil yang tak bersalah.
Sementara itu, terkait tawanan Hamas, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menuntut pembebasan tanpa syarat seluruh sandera yang ditahan di Gaza.
Baca: Pasukan Pertahanan Israel Cegat Pesawat Tak Berawak di Utara, Gagalkan Serangan dari Hizbullah
Kelompok hak asasi manusia, organisasi internasional dan keluarga para tawanan juga menyerukan pembebasan mereka secepatnya.
Diketahui, pembebasan sandera pertama sejak serangan Hamas pada (7/10) tersebut, terjadi pada Jumat (20/10) lalu.
Saat itu, Hamas membebaskan dua wanita berkewarganegaraan Amerika Serikat.
Mereka adalah ibu dan anak, bernama Judith Raanan dan putrinya Natalie.
Pembebasan itu, menurut pihak Hamas merupakan aksi menyusul upaya mediasi yang dilakukan Qatar.
Terkait hal itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan bahwa pembebasan tersebut dilakukan “setelah komunikasi terus menerus selama berhari-hari” dengan semua pihak yang terlibat.
(Tribun-Video.com/aljazeera.com)
Artikel ini telah tayang di aljazeera.com dengan judul Hamas releases two women held hostage after Egyptian-Qatari diplomacy
# Gaza # Hamas # Palestina # Benjamin Netanyahu
Reporter: Ninaagustina
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Sumber Lain
Tribunnews Update
Israel Disebut Kaget Gencatan Senjata, Netanyahu Diduga Upaya Gagalkan Kesepakatan di Tengah Tekanan
14 jam lalu
Mancanegara
BENJAMIN NETANYAHU KENA HUJAT OPOSISI seusai Dukung Gencatan Senjata AS-Iran
16 jam lalu
Berita Terkini
Hubungan AS-Iran Memanas Lagi, Gencatan Senjata Diujung Tanduk Buntut Serangan Israel ke Lebanon
20 jam lalu
Mancanegara
Respons Netanyahu Israel Setuju AS Serukan Gencatan Senjata, tapi Lebanon Tetap jadi Target
1 hari lalu
Tribunnews Update
Israel Serang Rel Kereta Api dan Jembatan Iran, Netanyahu Tegaskan Operasi Militer Kian Meluas
1 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.