LIVE UPDATE
Inses Ayah dan Anak di Banyumas Terjadi Selama 10 Tahun Lebih, Anak Sempat Diusir Warga
TRIBUN-VIDEO.COM - Meski baru terungkap, namun kasus inses antara Rudi dan anak kandungnya yang berinisial E rupanya sudah terjadi sejak lama.
Di mana kasus di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah disebut-sebut terjadi sekitar 10 tahun yang lalu.
Bahkan E dikabarkan pernah diusir dari desa oleh warga sekitar.
Salah seorang warga di Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan mengungkap anak pertama hasil hubungan inses ayah dan anak itu dari diadopsi warga Semarang.
Menurutnya anak tersebut kini telah duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD).
Baca: Terkuak! Kondisi Anak yang Inses dengan Bapaknya, Dirudapaksa Sejak Umur 13 Tahun: Trauma Berat
"Itu hasil hubungan sama bapak kandungnya, 12 tahun lalu. Makanya sempat diusir sama warga sehingga ibu E sempat pindah-pindah kontrakan," ujar salah seorang warga di Kelurahan Tanjung, Purwokerto Selatan yang enggan disebutkan namanya.
Dilansir dari Tribunnews.com, warga setempat juga sempat melihat E baru-baru ini.
Warga tersebut juga mengaku bahwa E tampak gemuk.
"Belum terlalu lama, gemuk banget badannya," jelasnya.
Dari kesaksian warga pula, E ibu dari empat kerangka yang sempat ditemukan beberapa waktu lalu tersebut ternyata sudah melahirkan sejak usia 14 tahun.
Sementara itu, seiring dengan hebohnya kasus ini, kini mulai terkuak alasan Rudi melakukan inses dengan anak perempuannya yang kini berusia 26 tahun itu.
Bayi-bayi yang ditemukan kerangkanya di daerah Tanjung, Purwokerto Selatan, Banyumas, Jawa Tengah disebut dibunuh sebagai bagian dari ritual.
Menurut Kasatreskrim Polresta Banyumas, Kompol Agus Supriadi, sejauh ini E sebagai saksi korban.
"Bayi-bayi itu dibunuh karena ada perintah dari guru spiritualnya," kata Agus, Senin (26/6/2023).
Diketahui sebelumnya, akibat inses tersebut E sempat melahirkan beberapa kali.
Baca: Ayah di Banyumas Bunuh Bayi Hasil Inses dengan Putri Kandung, Ibu Korban Bahkan Bantu Proses Lahiran
Namun seusai melahirkan bayi-bayi tersebut kemudian dibunuh dengan cara dibekap oleh Rudi.
Adapun peristiwa ini, terjadi kisaran 2013 silam hingga 2022.
Kompol Agus Supriadi mengatakan ibu korban atau istri Rudi tahu mengenai kasus tersebut.
Hanya saja dia tidak bisa berbuat banyak.
Sebab, Rudi lebih dulu mengancam akan membunuhnya jika hal itu sampai bocor.
Pasalnya ada total 7 kerangka yang diduga dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Hal itu telah diungkapkan secara langsung oleh pelaku Rudi (57), ayah kandung dari E pemilik empat kerangka bayi di Banyumas.
Rudi sendiri diketahui bekerja sebagai dukun pengobatan dengan kebiasaannya memancing ikan.
(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hubungan Inses Ayah & Anak di Banyumas Terjadi Lebih dari 10 Tahun Lalu, Anak Pertama Kini Sudah SD
# kerangka bayi # Kompol Agus Supriadi # Banyumas # kasus inses
Reporter: Ariska Nur Choirina
Videografer: Dyah Ayu Ambarwati
Video Production: Erwin Joko Prasetyo
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Momen Khidmat Presiden Prabowo Ziarah ke Makam sang Kakek RM Margono Djojohadikusumo di Banyumas
Kamis, 30 April 2026
Tribunnews Update
Momen Presiden Prabowo Ziarah ke Makam Sang Kakek RM Margono Djojohadikusumo di Dawuhan Banyumas
Rabu, 29 April 2026
LIVE UPDATE
Presiden Prabowo Terkesan Tinjau Pengolahan Sampah Modern di Banyumas: Percontohan Nasional
Selasa, 28 April 2026
LIVE UPDATE
Diatur Perda dan Perbup, Regulasi Kawasan Tanpa Rokok di Banyumas Belum Berjalan Efektif
Selasa, 21 April 2026
LIVE UPDATE
Menko Zukifli Hasan Dorong Ketahanan Pangan Nasional, Rice Milling Modern Siap Dibangun di Banyumas
Senin, 20 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.