Terkini Nasional
Cak Imin Sebut KKIR akan Bubar jika Duet Prabowo-Ganjar Terwujud, Begini Respons Partai Gerindra
TRIBUN-VIDEO.COM - Partai Gerindra menanggapi ancaman Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang mengatakan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) bubar apabila Ketua Umum Prabowo Subianto memilih Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden (cawapres).
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman mengatakan penentuan capres dan cawapres di KKIR merupakan kewenangan Prabowo dan Cak Imin.
"Soal penentuan tentu merupakan domain Pak Prabowo dengan Gus Muhaimin Iskandar," kata Habiburokhman saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Jumat (17/3/2023).
Habiburokhman menyebut nantinya Prabowo dan Cak Imin yang akan menguntungkan capres dan cawapres dari KKIR.
"Beliau berdua lah (Prabowo dan Cak Imin) yang akan menentukan dan akan mengumumkan," ujarnya.
Karenanya, dia meminta semua pihak agar menunggu keputusan kedua pimpinan partai politik (parpol) tersebut.
"Berbagai masukan dan informasi tentu berdua paham dan elaborasi. Kita tunggu saja," ungkap Habiburokhman.
Sebelumnya, Cak Imin tak sepakat wacana duet Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024.
Cak Imin menanyakan parpol yang akan mengusung apabila duet Prabowo-Ganjar terjadi.
Baca: Andalkan 60 Persen untuk Bacaleg Milenial di Pemilu 2024, PKB Surabaya Targetkan 11 Kursi DPRD
"Partai apa yang mengusung? Yang mengusung partai apa? Sampai sekarang belum ada partai yang mengusung," kata Cak Imin di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta, Kamis (16/3/2023).
Dia menegaskan jika sesuai hasil Muktamar, PKB sudah jelas memutuskan untuk mengusung dirinya.
"Yang jelas PKB mengusung saya. Sementara partai-partai yang usung itu ide dari mana, belum ada yang mengajukan ke saya," ujar Cak Imin.
Bahkan, Cak Imin menyebut koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) akan bubar apabila Prabowo memilih Ganjar cawapres.
"Ya berarti koalisinya bubar dong (bila Prabowo pilih Ganjar). Ya toh?" ungkap Wakil Ketua DPR RI itu.
Tak hanya itu, dia menegaskan partainya masih bisa kemana-mana bila deklarasi capres dan cawapres tak jadi sebelum bulan puasa.
Deklarasi capres-cawapres sebelum bulan puasa ini merupakan hasil rekomendasi ijtima ulama nusantara yang digelar Dewan Syuro DPP PKB.
"Kalau enggak jadi berarti membuat PKB lebih luwes bisa kemana-mana," tegasnya.
Baca: Gerindra Tetapkan 2 Syarat Jika Prabowo Duet dengan Ganjar di Pilpres 2024, Singgung Nama PKB
Cak Imin menyebut Gerindra dan PKB akan menggelar rapat membahas terkait rekomendasi ijtima ulama nusantara tersebut pada Minggu depan.
"Mungkin saja akan ada rapat intensif minggu depan ini. Dan kita akan melihat perkembangan konstelasi nasional partai-partai lain juga," ujarnya.
Kendati demikian, Cak Imin menuturkan bahwa sejauh ini koalisi Gerindra-PKB masih sangat solid.
"Sampai hari ini solid. Bahkan usulan pasangan baru alternatif belum pernah muncul dalam rapat-rapat kita dengan Gerindra," imbuhnya.
Hal ini menanggapi Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo yang membuka peluang duet Prabowo-Ganjar.
Hal itu sesuai Prabowo dan Ganjar mendampingi Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat kunjungan kerja (Kunker) di Kebumen, Jawa Tengah.
"Saya kira terbuka kalau Pak Ganjar mau ikut Pak Prabowo dengan catatan Pak Prabowo calon presiden saya kira sudah tidak mungkin kalau Pak Prabowo calon wakil presiden," kata Hashim di Museum Joang 45, Jakarta, Minggu, (12/3/2023).
Menurut Hashim, hal itu dikarenakan Prabowo jauh lebih senior dibandingkan dengan Ganjar.
"Pak Prabowo jauh lebih senior, lima belas tahun lebih tua, pengalamannya berbeda. Saya kira kalau Pak Ganjar mau ikut, mau diduetkan dengan Pak Prabowo. Saya kira kami terbuka untuk itu, Pak Ganjar sebagai calon wakil presiden," ujarnya.
(*)
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Heboh Isu Jatuhkan Prabowo oleh Saiful Mujani, Fahri Hamzah Serukan Rakyat Kompak Bersatu
Senin, 6 April 2026
Tribun Video Update
Pemerintahan Prabowo Lewat Purbaya: Stabilitas Ekonomi Indonesia Terjaga walau Terdampak Eskalasi
Senin, 6 April 2026
Tribunnews On Focus
[FULL] Seruan Gulingkan Presiden Picu Polemik, Pakar: Jika Itu Upaya Pembunuhan Baru Masuk Makar
Senin, 6 April 2026
Tribunnews Update
Respons Fahri Hamzah terkait Viral Video Pernyataan Saiful Mujani soal Pemakzulan Prabowo Subianto
Senin, 6 April 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Prabowo Panggil Menteri ke Istana, Ratas Bahas Penyediaan Hunian untuk Warga Bantaran Rel
Senin, 6 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.