Sabtu, 16 Mei 2026

Nasional

Mario Ditentukan Jadi Pelaku Utama, Shane Lukas dan AG Suporter, Ini Hasil Rekonstruksi

Selasa, 14 Maret 2023 11:58 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Polda Metro Jaya telah menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap anak pengurus GP Aansor berinisial D (17).

Dalam rekonstruksi, terungkap bahwa Mario Dandy Satrio (20) adalah pelaku utama penganiayaan sementara, Shane Lukas (19) dan AG (15) bertindak sebagai suporter.

Rekonstruksi digelar lokasi kejadian perkara di Perumahan Green Permata, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/3/2023).

Penganiayaan itu terjadi di lingkungan rumah teman dari korban D.

Awalnya, D menolak untuk bertemu dengan para pelaku.
Namun, seusai dibujuk melalui chat WhatsApp, D akhirnya keluar dari rumah temannya seorang diri untuk menemui Mario dkk.

Saat pertama bertemu, Mario tampak merangkul D dan mengajak korban ke belakang mobil Rubicon miliknya yang terparkir di pinggir Jalan Green Permata Boulevard.

Baca: Kuasa Hukum Mario Dandy Satriyo, Ngaku Dapat Teror ke Ponselnya dari Orang Tidak Dikenal

Mario dan D kemudian duduk di trotoar.

Sementara Shane dan AG duduk di bumper mobil Mario sambil menyaksikan proses intimidasi tersebut.

Sambil merokok, Mario menginterogasi dan mengintimidasi D.

Mario mengajak D untuk berkelahi, tetapi ajakan itu ditolak korban.

Setelah penolakan dari D, Mario memaksa korban untuk push up sebanyak 50 kali.

Sebelumnya, Mario mencontohkan push up yang benar.

Korban hanya mampu push up sebanyak 20 kali.

Mario pun meminta D untuk melakukan sikap tobat.
Ketika D tak sanggup lagi melakukan semua perintah tersebut, Mario pun menyuruh Shane untuk merekam aksi penganiayaan yang akan dia lakukan.

Mario seketika menendang dengan keras kepala bagian kanan korban.

Tendangan dilakukan berkali-kali sambil diikuti injakan ke bagian kepala korban yang sudah menempel di aspal.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga menendang kepala bagian kiri korban.

Akibat penganiayaan itu, D koma berminggu-minggu, dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

Baca: Dandy Tak Tunjukkan Raut Penyesalan Saat Rekonstruksi, Pakar: Nunduk untuk Hindari Paparan Visual

Meksi tidak turun langsung menganiaya D, Shane bertindak sebagai suporter Mario.

Dalam rekonstruksi tampak Shane menyisir lingkungan sekeliling untuk memastikan tidak ada kamera CCTV yang merekam penganiayaan tersebut.

Atas perintah Mario, Shane juga merekam aksi kekerasan itu menggunakan kamera telepon genggam.

Selain itu, Shane juga tampak mencontohkan sikap tobat kepada D.

Sikap tobat yang dimaksud adalah dengan merentangkan kedua kaki, sementara kepala ditempelkan ke aspal.

Panggul diangkat lebih tinggi dari kepala dan kaki.
Tangan diletakkan menyilang di belakang pinggang.

Shane mencontohkan sikap tobat itu selama beberapa detik.

Kemudian, D langsung menirukan adegan yang dicontohkan.

Pelaku AG yang masih di bawah umur tidak dihadirkan saat rekonstruksi.

Adegan AG dibawakan pemeran pengganti.

Dalam rekonstruksi diketahui bahwa AG berperan untuk menghubungi D sehingga ketiga pelaku bisa bertemu dengan korban pada malam kejadian.

Selama penganiayaan berlangsung, AG hanya duduk menyaksikan aksi kekerasan itu tanpa berusaha mencegah atau menghentikannya.

Bahkan, AG menonton penganiayaan itu sambil menghisap sebatang rokok.

Penganiayaan itu baru berhenti ketika orangtua dari teman D berteriak dan berlari ke lokasi untuk menghentikan penganiayaan.

(Tribun-Video.com/ Kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Kasus Penganiayaan D Terang Benderang: Mario Pelaku Utama, Shane Lukas dan AG Suporternya

# Rekonstruksi Kasus Penganiayaan David # Mario Dandy Satriyo # Shane Lukas Rotua # AGH 

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved