Rabu, 8 April 2026

Pengungkapan Keluarga Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang

Senin, 30 Juli 2018 18:06 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Glery Lazuardi

TRIBUN-VIDEO.COM - Aparat Polda Jawa Barat telah mengungkap kasus dugaan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) untuk diselundupkan ke Negara Tiongkok. Meskipun, sejumlah pelaku sudah diamankan, namun, korban TPPO belum dipulangkan ke tanah air.

Nur Hidayat (53), orang tua dari MRD, salah seorang anak yang menjadi korban TPPO mengaku putri kesayangannya yang berumur 16 tahun belum dipulangkan ke tanah air. Untuk itu, pada Senin (30/7/2018), dia bersama keluarga korban lainnya mendatangi kantor Kementerian Luar Negeri.

“Masih di Cina sekarang. Masih disekap di Cina. Saya meminta bantuan pertolongan bagaimana caranya untuk dinas terkait untuk bisa memulangkan anak saya,” ujar Nur Hidayat, kepada wartawan, Senin (30/7/2018).

Dia mengungkapkan, semula anaknya ditawari untuk bekerja di DKI Jakarta. Akhirnya, dia mengizinkan anaknya itu untuk ke kota metropolitan guna mencari nafkah. Anak itu berangkat meninggalkan rumah pada tanggal 24 Mei 2018.

Namun, alangkah kagetnya Nur Hidayat, saat mengetahui ternyata anaknya berada di Tiongkok. Dia mendengar kabar anaknya akan dinikahkan dengan seseorang di Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Hati saya hancur. Kawin di sana kultur berbeda, bahasa berbeda, agamanya. Belum tentu sama dengan kita. Itu yang paling ngeri tuh itu. Anak saya inilah kontrak,” kata dia.

Sementara itu, tokoh Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkapkan terdapat sejumlah warga Jawa Barat yang juga menjadi korban serupa. Para korban ada yang dipaksa melakukan kawin kontrak di Tiongkok. Selain itu, diantaranya ada yang dipaksa bekerja.

“Untuk dikawin kontrakan. Mungkin ada yang dipekerjakan atau ada yang dipindahtangankan lagi. Nikah kontrak lagi dengan pria lain lagi. Nah, ini yang menjadi problem utama,” kata pria yang menjadi Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu.

Melihat kasus itu, dia akan berupaya mengimbau warga Jawa Barat untuk berhati-hati terhadap modus baru trafficking melakukan kawin kontrak dan mereka akan dipertemukan oleh calon suaminya di Indonesia.(*)

Editor: Novri Eka Putra
Reporter: Glery Lazuardi
Videografer: Glery Lazuardi
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved