Kamis, 16 April 2026

Polisi Tembak Polisi

Ahli Psikologi: Sejak Kecil Bharada E Sangat Patuh dan Kerap Hindari Konflik, Terlebih pada Sambo

Selasa, 27 Desember 2022 12:24 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Kubu Bharada E menghadirkan tiga saksi ahli dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Senin (26/12) kemarin.

Satu di antaranya, yakni saksi dari ahli psikologi Liza Marielly Djaprie.

Dalam persidangan, Liza Marielly Djaprie menyebut Bharada E sejak kecil merupakan sosok yang sangat patuh dan kerap menghindari konflik.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan psikologi terhadap Bharada E.

Sebelumnya dalam persidangan, Liza Marielly Djaprie, sempat menjelaskan hubungan antara Bharada E dengan orangtuanya.

Yakni, Sunandag Junus Lumiu dan Rynecke Alma Pudihang sangat dekat dengan sang putra.

"Hubungan Richard sangat dekat dengan orangtuanya," tutur Liza.

Dikutip dari Wartakotalivecom, Liza Marielly Djaprie juga mengungkapkan, Bharada E tumbuh menjadi anak yang manis dan patuh.

Baca: Dukung Pembuktian Sambo dan Putri, Tim Kuasa Hukum Hadirkan Saksi Ahli Guru Besar dari UNAND

"Richard anak kedua dari dua bersaudara, dua-duanya laki-laki, dari kecil sekali patuh, manis, dan selalu ingin menolong," jelas Liza.

Sehingga, dibanding melawan, Bharada E lebih memilih mengalah ketika terlibat dalam pertengkaran dengan temannya.

"Kalau berantem sama temen, pulang ke rumah lalu meneteskan air mata," ungkap Liza.

"Ditanya 'kenapa engga melawan?', 'engga apa-apa biarin aja'," tambahnya.

Lantas, Liza menyimpulkan, sedari kecil hingga beranjak dewasa Bharada E merupakan sosok yang patuh dan kerap berupaya menghindari konflik.

"Jadi dia punya karakter tertentu. Salah satu yang dari kecil terlihat dari Richard adalah patuh atau menghindari konflik dan cenderung, selalu mencoba untuk menjaga kedamaian," jelas Liza.

Terlebih apabila dikaitkan dengan kasus pembunuhan berencana Briagdir J.

Yakni, Bharada E tak kuasa menolak perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

Seperti diketahui, dalam sidang perkara pada Rabu (30/11/2022) silam, Bharada E mengaku dirinya takut dengan Sambo.

Pasalnya, kala itu Ferdy Sambo mempunyai kedudukan tinggi, yakni sempat menjabat sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri.

Baca: Teori Hukum yang Dianggap Bisa Ringankan Ferdy Sambo dan Putri dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J

Ferdy Sambo kala itu berpangkat jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen).

Sementara Bharada E hanyalah seorang ajudan dan berpangkat Bhayangkara Dua.

“Saya takut. Ini jenderal bintang dua, menjabat sebagai Kadiv Propam. Dan posisi saya, pangkat Bharada, pangkat terendah," ujar Bharada E.

"Dari kepangkatan itu saja kita bisa lihat bagaikan langit dan bumi,” tambahnya.

Selain itu, Bharada E juga takut apabila tak menuruti perintah Sambo akan bernasib sama dengan Brigadir J.

"Pada saat dia (Sambo) kasih tahu (skenario pembunuhan) ke saya di Saguling (rumah pribadi Sambo), pikiran saya, saya akan sama seperti almarhum (Yosua) Yang Mulia," sambungnya.

Meski begitu, usai menuruti perintah Sambo untuk menembak Yosua, Bharada E mengaku sangat berdosa.

Lalu, selama beberapa hari usai kematian Brigadir J, pihaknya kerap mimpi buruk.

Atas hal tersebut, Bharada E memutuskan untuk membongkar kebohongan Ferdy Sambo.

Tak hanya itu saja, bahkan ia juga memutuskan untuk mengungkap skenario eks Kadiv Propam Polri itu.

“Saya merasa berdosa, Yang Mulia,” tutur Bharada E kepada hakim.

“Karena saya mengikuti perintah dia (Ferdy Sambo),” jawab Richard. “Saya betul-betul dihantui mimpi buruk kurang lebih tiga minggu,” pungkas Bharada E.

(Tribun-Video.com/Wartakota.com)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Analisa Psikolog Bharada E Sejak Kecil Penurut Tak Suka Konflik, Termasuk Pada Ferdy Sambo

# Polisi tembak polisi # Ferdy Sambo # Brigadir J # Putri Candrawathi # Ahli Psikologi

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Anggraini Puspasari
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved