Jumat, 10 April 2026

Travel

Menilik Museum Kereta Api Ambarawa, Pengunjung Bisa Mengetahui Sejarah Kereta Api Indonesia

Selasa, 18 Oktober 2022 11:54 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Indonesian Railway Museum atau yang dikenal sebagai Museum Kereta Api Ambarawa awalnya adalah sebuah stasiun yang bernama Stasiun Willem I.

Stasiun ini dibangun oleh Nedherlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) yang diresmikan pada tanggal 21 Mei 1873 bersamaan pembukaan lintas  Kedungjati -Ambarawa.

Museum Kereta Api Ambarawa atau Indonesian Railway Museum (IRM) menampilkan koleksi perkeretaapian dari masa Hindia Belanda hingga pra kemerdekaan RI yang meliputi sarana, prasarana dan perlengkapan administrasi.

Beberapa koleksi sarana perkeretaapian heritage seperti 26 lokomotif uap, 4 lokomotif diesel, 5 kereta dan 6 gerbong dari berbagai daerah.

Baca: Wisata Sejarah di Museum Wasaka, Penyimpanan Benda Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Kalimantan Selatan

Para pengunjung juga dapat menikmati perjalanan wisata dengan menaiki Kereta Api Wisata relasi Ambarawa-Tuntang (pp) dengan lokomotif penarik jenis lokomotif uap maupun kereta diesel vintage.

Selain itu terdapat rute kereta Api Wisata Ambarawa - Jambu - Bedono (pp) yang menggunakan lokomotif uap bergigi yang melewati rel bergerigi.

Rel bergerigi tersebut satu-satunya yang masih aktif di Indonesia.

Selain menjadi tempat wisata sejarah, museum ini juga dapat disewa untuk kegiatan pameran, ruang pertemuan, pemotretan, syuting, pesta pernikahan, festival, bazar, pentas seni, dan workshop. (1)

Sejarah

Ambarawa merupakan daerah pangkalan militer pemerintah Hindia Belanda.

Ambarawa mulai menjadi daerah pangkalan militer setelah Perang Diponegoro (1825-1830) karena letaknya yang strategis di antara Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta.

Baca: Menilik Museum Soesilo Soedarman, Tempat Wisata Sejarah di Cilacap yang Simpan Alat Tempur

Pembangunan Stasiun Kereta Api Ambarawa pada awalnya bertujuan untuk memperlancar mobilisasi militer dari Semarang menuju Benteng Willem I di Ambarawa.

Pada 21 Mei 1878 Stasiun Willem I atau yang sekarang lebih dikenal dengan Stasiun Ambarawa diresmikan penggunaannya oleh pemerintah Hindia Belanda.

Stasiun ini diberi nama Willem I sesuai dengan raja pertama Belanda yaitu, Willem Frederik Prins van Oranje-Nassau (1772-1843).

Pembangunan stasiun dan jalur kereta api di daerah Ambarawa dilakukan oleh perusahaan swasta Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Stasiun Willem I kemudian mulai digunakan untuk lintas Semarang - Kedungjati - Ambarawa.

Jalur Semarang – Kedungjati – Ambarawa masih aktif hingga 1 Juni 1970.

Setelah itu, jalur ini ditutup pengoperasiannya karena kalah bersaing dengan angkutan jalan raya.

Baca: Menilik Museum Soesilo Soedarman, Tempat Wisata Sejarah di Cilacap yang Simpan Alat Tempur

Pada 9 April 1976, Stasiun Ambarawa diubah menjadi museum dan diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Jawa Tengah saat itu, Supardjo Rustam.

Di museum ini tersimpan berbagai koleksi yang berhubungan dengan kereta api seperti lokomotif, dan peralatan penunjang perkeretaapian. (2)

Aktivitas Wisata

1. Wisata Edukasi Kereta Api

Di sini pengunjung bisa mengetahui sejarah kereta api Indonesia, jalur, dan replika kereta api.

Tidak hanya itu, di Museum Kereta Api Ambarawa juga terdapat alat pemutar gerbong kereta.

Di sini, ada beberapa halte kereta api yang sengaja didatangkan dari beberapa daerah.

Hal ini dimaksudkan agar halte yang usianya sudah tua tetap terjaga kelestariannya.

Baca: Museum Fatahillah Jakarta, Tempat Wisata dengan Penjara Bawah Tanah yang Bersejarah

Jadi, pengunjung akan semakin mencintai kereta api Indonesia.

Karena identik dengan sejarah, Museum ini juga menyediakan perpustakaan yang bernama Kereta Api Pustaka.

2. Koleksi Lokomotif Uap

Terdapat beberapa lokomotif uap zaman dahulu di Museum Kereta Api Ambarawa.

Lokomotif-lokomotif yang populer di sini adalah lokomotif bernomor B2502, B 2503, dan B 5112.

Selain itu ada juga lokomotif seri B, C, D hingga jenis paling besar yaitu CC.

3. Benda Antik Perkeretaapian

Di sini ada mesin pembuat tiket penumpang zaman dahulu yang bentuknya sangat besar.

Diciptakan oleh Thomas Edmunson dan digunakan sejak tahun 1840.

Sedangkan di Indonesia, mesin ini digunakan untuk mencetak tiket kereta ekonomi hingga tahun 2009.

Selain itu ada mesin penghitung yang digunakan untuk mengetahui kentungan kereta api.

Baca: Berpose Bareng Patung Lilinnya di Museum Madame Tussauds Singapura, Agnez Mo Merasa Terhormat

Ada juga beberapa jenis telepon dari berbagai masa.

Ada pula telegraf, lonceng kereta, hingga peluit petugas rel.

Salah satu yang juga peninggalan zaman dahulu adalah roda kereta bergigi.

Karena ini merupakan salah satu dari tiga yang tersisa di dunia, ini terbilang unik.

Dua di antaranya ada di Swiss dan India.

Rel bergigi juga menjadi salah satu hal menarik di sini, karena rel bergigi ini merupakan satu-satunya yang masih aktif di Indonesia dan digunakan oleh kereta api dari Museum Kereta Api Ambarawa.

4. Tour Ambarawa-Bendono

Ambarawa Railway Mountain Tour ini adalah paket perjalanan wisata menggunakan kereta api uap.

Rute Ambarawa - Bedono (pp) dengan jarak tempuh 35 km.

Dan Ambarawa - Tuntang (pp) dengan jarak tempuh sejauh 7 km.

Selama perjalanan, pengunjung akan melihat pemandangan gunung Merbabu, Ungaran, dan Telomoyo.

Pengunjung bisa memesan tiket terlebih dahulu, untuk memastikan kepergian tour ini.

Karena tour ini hanya akan dilakukan ketika hari libur dan harganya pun berbeda-beda sesuai fasilitasnya.

5. Spot Foto Klasik

Di museum ini juga terdapat berbagai tempat untuk swafoto.

Dengan desain yang unik, pengunjung bisa memilih tempat foto versi terbaiknya.

Baca: Menilik Museum Gentala Arasy di Jambi, Memiliki Koleksi Bedug dan Al-Quran Berukuran Besar

Beberapa spot terbaik yang ada di sini adalah gerbong kereta api, rel kereta api, perpustakaan, dan halte.

6. Belanja Suvenir

Di sini juga terdapat toko oleh-oleh.

Pengunjung bisa membeli miniatur kereta api sebagai kenang-kenangan dari Museum Kereta Api Ambarawa.

Di sekitaran museum ini juga terdapat hotel dan penginapan dengan harga yang terjangkau. (3)

Jam Operasional dan Fasilitas

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 17.00 WIB.

Fasilitas

Fasilitas di sini terbilang cukup lengkap.

Adanya restoran untuk makan dan beristirahat.

Lahan parkir yang cukup luas, toilet dan ada musala untuk pengunjung yang hendak salat. (4)

Harga Tiket dan Lokasi

Harga Tiket

- Tiket dewasa: Rp10.000.

- Tiket anak 3-12 Tahun: Rp5.000.

- Tiket pelajar: Rp5.000.

- Tiket wisatawan mancanegara: Rp10.000.

- Tiket kereta wisata reguler: Rp70.000. (5)

Lokasi

Museum ini tepatnya berada di Jalan Stasiun, Jalan Panjang Kidul No. 1, Panjang Kidul, Panjang, Ambarawa, Semarang, Jawa Tengah 50614.

(TribunnewsWiki.com/Bangkit N)

Artikel ini telah tayang di Tribunnweswiki.com dengan judul: Museum Kereta Api Ambarawa

Editor: Ramadhan Aji Prakoso
Video Production: Putri Anggun Absari
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved